Diduga Gegara Hamil Guru ini Dipecat Tanpa Surat, dan Jadi Kambing Hitam Kasus Tabungan Siswa di MTs Muslimin Citapen Bandung Barat

Sedang Trending 1 jam yang lalu

BANDUNG BARAT, BANGBARA.COM – Polemik mengenai pengelolaan tabungan siswa di MTs Muslimin Citapen, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat, terus menjadi perhatian publik.

Selain munculnya pertanyaan dari sejumlah orang tua siswa mengenai keterlambatan pembagian tabungan dan program ekstrakurikuler, persoalan ini juga menyeret nama seorang pembimbing wanita nan mengaku menjadi korban dalam persoalan tersebut.

Guru berjulukan Nisfa Widia mengaku mengalami tekanan sosial setelah namanya dikaitkan dengan persoalan manajemen dan finansial nan berkembang di lingkungan sekolah.

Bahkan, Nisfa nan saat ini tengah mengandung (hamil) mengaku diberhentikan dari pekerjaannya tanpa menerima surat keputusan resmi dari pihak sekolah.

Menurut Nisfa, dirinya awalnya menerima amanah untuk membantu pengelolaan manajemen nan berangkaian dengan tabungan siswa. Namun dalam pelaksanaannya, dia mengaku menemukan adanya ketidaksesuaian info nan berasal dari periode sebelumnya.

Baca Juga: Bupati Jeje Tegaskan KONI KBB Tak Boleh Santai, Targetkan Prestasi Maksimal di Porprov Jabar 2026

"Saya awalnya menjalankan tugas dengan baik lantaran menganggap itu amanah dari sekolah. Namun belakangan saya mengetahui ada persoalan manajemen nan terjadi sebelumnya dan akhirnya justru saya nan dianggap bertanggung jawab," ujar Nisfa kepada Bangbara.com, Jumat (12/6/2026).

Ia mengaku tidak menyangka persoalan tersebut berujung pada tudingan nan menurutnya telah merusak nama baiknya di tengah masyarakat.

"Saya merasa menjadi tumbal dalam persoalan ini. Awalnya semuanya melangkah baik-baik saja, tetapi kemudian saya nan kudu menerima dampaknya. Nama baik saya menjadi tercoreng di masyarakat," katanya.

Nisfa menjelaskan, di tengah kondisi kehamilannya, dia berbareng suaminya berupaya menyelesaikan seluruh tanggung jawab nan menjadi amanahnya.

Ia juga berupaya melakukan tabayun dan pendataan ulang agar seluruh manajemen dapat dipertanggungjawabkan secara jelas.

"Karena situasinya sudah tidak kondusif dan muncul berita bahwa saya dikeluarkan dari sekolah, akhirnya saya berbareng suami berupaya mendata kembali seluruh manajemen nan ada. Alhamdulillah seluruh finansial nan menjadi tanggung jawab saya sudah diserahkan kepada pihak sekolah," ujarnya.

Baca Juga: Dianggap Ada Kecurangan Panitia, Pemilihan BPD di Desa Singajaya KBB Jadi sorotan, Warga Bongkar Dugaan Suara Siluman dan Kejanggalan DPT

Di sisi lain, sejumlah orang tua siswa mulai mempertanyakan transparansi pengelolaan biaya tabungan sekolah.

Dalam percakapan grup WA wali murid, beberapa orang tua meminta penjelasan mengenai keterlambatan pembagian tabungan nan selama ini dihimpun dari siswa.

Selengkapnya
Sumber Informasi Berita Bangbara
Informasi Berita Bangbara