BANDUNG BARAT, BANGBARA.COM – Hamparan tanaman eceng gondok nan menutupi sebagian besar permukaan Sungai Saguling di area Jembatan Ciminyak, Desa Rancapanggung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat, sekarang menjadi perhatian masyarakat dan pemerintah desa setempat.
Dari kejauhan, area perairan tersebut apalagi tampak seperti daratan hijau nan membentang luas. Padahal di kembali hamparan tanaman eceng gondok tersebut terdapat perairan Waduk Saguling nan selama ini menjadi salah satu sumber kehidupan masyarakat sekitar.
Namun di kembali pemandangan nan terlihat hijau itu, tersimpan beragam persoalan lingkungan dan kesehatan nan mulai dirasakan langsung oleh warga. Salah satu akibat nan paling dikeluhkan adalah meningkatnya populasi nyamuk serta berkembangnya sarang lelaba di sekitar area bantaran waduk.
Kepala Desa Rancapanggung, Asep Sukma Jaya, mengatakan bahwa persoalan utama dari pertumbuhan eceng gondok bukan hanya mengganggu estetika alias keelokan sungai, tetapi juga menimbulkan akibat sosial dan kesehatan nan nyata bagi masyarakat.
Baca Juga: Diduga Gegara Hamil Guru ini Dipecat Tanpa Surat, dan Jadi Kambing Hitam Kasus Tabungan Siswa di MTs Muslimin Citapen Bandung Barat
"Persoalan nan paling dirasakan masyarakat sebenarnya bukan hanya sungainya terlihat tertutup eceng gondok, tetapi akibat dari berkembangbiaknya nyamuk nan semakin banyak. Selain itu, lelaba juga sudah mulai bersarang di sekitar area tersebut," ujar Asep Sukma Jaya kepada Bangbara.com, Rabu (17/6/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi memicu beragam gangguan kesehatan masyarakat andaikan tidak segera ditangani secara berkelanjutan. Ia mengkhawatirkan peningkatan populasi nyamuk dapat memicu penyebaran penyakit nan ditularkan melalui gigitan nyamuk seperti Demam Berdarah Dengue (DBD), malaria, maupun penyakit lainnya.
Asep mengungkapkan bahwa Pemerintah Desa Rancapanggung berbareng masyarakat telah menyampaikan kondisi tersebut kepada beragam pihak terkait, termasuk Indonesia Power selaku pemegang kewenangan pengelolaan area Waduk Saguling.
Ia mengapresiasi respons sigap nan diberikan Indonesia Power nan telah turun langsung ke lapangan untuk memandang kondisi sebenarnya nan terjadi di tengah masyarakat.
"Alhamdulillah kami sudah bekerja sama dengan Indonesia Power. Mereka datang langsung, memandang langsung, dan merasakan langsung gimana perkembangan nyamuk di wilayah nan terdampak eceng gondok tersebut," katanya.
Baca Juga: Bupati Jeje Tegaskan KONI KBB Tak Boleh Santai, Targetkan Prestasi Maksimal di Porprov Jabar 2026
Sebagai langkah awal penanganan, Indonesia Power berbareng Pemerintah Desa Rancapanggung dan Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat telah melaksanakan aktivitas fogging alias pengasapan di sejumlah titik nan dianggap menjadi pusat penyebaran nyamuk.
Menurut Asep, langkah tersebut cukup membantu mengurangi jumlah nyamuk nan selama ini dikeluhkan warga. Namun demikian, dia menilai aktivitas fogging perlu dilakukan secara rutin selama sumber masalah utama berupa hamparan eceng gondok tetap belum ditangani secara menyeluruh.
"Kami sangat berterima kasih kepada Indonesia Power nan sudah membantu melakukan pengasapan. Tetapi kami berambisi aktivitas ini bisa dilakukan secara rutin. Kalau hanya sekali alias dua kali, nyamuk dewasa memang mati, tetapi jentik-jentiknya tetap berkembang biak di bawah eceng gondok," jelasnya.
2 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·