BANDUNG BARAT, BANGBARA.COM – Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, menegaskan jejeran pengurus baru Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bandung Barat (KBB) masa hormat 2026-2030 kudu langsung bekerja dan tidak mempunyai waktu untuk bersantai.
Fokus utama nan kudu segera dilakukan adalah menyusun strategi dan program kerja menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026 nan semakin dekat.
Penegasan tersebut disampaikan Jeje saat menghadiri pelantikan Pengurus KONI Kabupaten Bandung Barat periode 2026-2030 nan berjalan di Aula Yayasan Bina Siswa Madani, Jalan Kolonel Masturi, Desa Jambudipa, Kecamatan Cisarua, Rabu (17/6/2026).
Pelantikan pengurus baru nan mengusung tema "KONI KBB Gaskeun" tersebut dipimpin langsung oleh Ketua KONI Jawa Barat, Prof. Dr. Muhammad Dudiana.
Dalam kesempatan itu, Tobias Ginanjar Sayidina resmi dilantik sebagai Ketua Umum KONI Kabupaten Bandung Barat untuk periode 2026-2030.
Baca Juga: Rupiah Volatil, BRI-MI Tawarkan Diversifikasi
Dalam sambutannya, Jeje mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus nan baru dilantik. Namun di kembali ucapan selamat tersebut, dia juga memberikan pesan tegas agar kepengurusan baru tidak terlena dengan seremoni pelantikan dan segera konsentrasi bekerja.
"Saya ucapkan selamat kepada Ketua Umum KONI KBB beserta seluruh pengurus nan telah dilantik. Tidak ada waktu untuk leha-leha, seluruh jejeran kudu langsung beradaptasi dan bergerak cepat," tegas Jeje.
Menurut Jeje, waktu menuju Porprov Jawa Barat 2026 semakin singkat sehingga seluruh jejeran KONI kudu bisa memanfaatkan setiap kesempatan untuk melakukan persiapan nan matang.
Ia menilai keberhasilan dalam arena olahraga terbesar di Jawa Barat tersebut tidak dapat diraih secara instan, melainkan memerlukan perencanaan dan pembinaan nan berkelanjutan.
Untuk mewujudkan sasaran tersebut, Jeje menekankan tiga pilar utama nan kudu menjadi konsentrasi pembinaan olahraga di Kabupaten Bandung Barat.
Pilar pertama adalah pembinaan atlet secara berkelanjutan. Menurutnya, Bandung Barat mempunyai banyak potensi atlet muda nan perlu mendapatkan perhatian serius sejak usia dini.
Proses pencarian, penjaringan, dan pembinaan atlet kudu dilakukan secara sistematis agar bisa melahirkan atlet-atlet unggulan nan dapat bersaing di tingkat provinsi maupun nasional.
Baca Juga: BP Tapera Percepat Program Perumahan Nias
"Pencarian bibit atlet kudu dilakukan secara serius dan berkelanjutan. Potensi besar nan kita miliki kudu dibina sejak awal agar bisa menjadi atlet-atlet berprestasi," katanya.
20 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·