Trader Ungkap Skenario Paling Menyakitkan untuk BTC

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

– Pergerakan Bitcoin (BTC) dalam beberapa bulan terakhir tetap memicu perdebatan di kalangan analis. Setelah bangkit dari titik terendah Februari ke area US$ 70.000-an, banyak nan menganggap tren bullish telah kembali. Namun, tidak semua pihak melihatnya seperti itu.

Salah satu trader di platform dengan nama akun TraderJB, justru menilai reli tersebut belum cukup kuat untuk dikategorikan sebagai awal tren naik besar.

Kenaikan Bitcoin Dinilai Masih Bersifat Korektif

“Struktur pergerakan dari akhir Maret hingga sekarang terlihat terlalu ‘mudah’ dan penuh overlap. Dalam sisi teknikal, ini biasanya bukan karakter dari impuls bullish nan kuat,” ungkap TraderJB.

Alih-alih tren naik nan solid, dia memandang kemungkinan bahwa pergerakan ini hanyalah bagian dari pola koreksi nan lebih besar. Artinya, kenaikan ke area US$ 70.000 belum tentu menjadi fondasi untuk all-time high baru dalam waktu dekat.

Dengan kata lain, pasar tetap berada dalam fase transisi, bukan ekspansi.

Skenario ‘Max Pain’

Salah satu poin utama dalam kajian TraderJB adalah potensi skenario nan dia sebut sebagai ‘max pain‘. Ini adalah kondisi di mana baik bullish maupun bearish sama-sama dirugikan oleh pergerakan harga.

“Dalam skenario ini, Bitcoin bisa terlebih dulu naik menembus level tinggi sebelumnya. Pergerakan ini berpotensi memicu euforia, membikin banyak trader percaya bahwa tren bullish telah kembali sepenuhnya,” ujarnya.

Namun, setelah itu, nilai justru berbalik turun dengan tajam.

Baca Juga: Jika US$ 60.000 adalah Bottom, Analis Ini Prediksi Kapan Bitcoin Siap Meledak

Penurunan tersebut kemungkinan bermaksud mengambil likuiditas di bawah, termasuk stop-loss trader ritel. Ini sering terjadi dalam fase akhir koreksi, ketika pasar “membersihkan” posisi sebelum arah baru terbentuk.

Penurunan Terakhir Sebelum Tren Naik Besar?

Jika skenario ini benar, maka pasar tetap menyisakan satu gelombang penurunan terakhir. Level kunci nan diamati berada di sekitar area US$ 60.000, nan bisa saja diuji kembali.

Namun menariknya, fase penurunan ini justru bisa menjadi fondasi untuk tren naik berikutnya.

Setelah likuiditas terserap dan tekanan jual mereda, Bitcoin berpotensi memulai impuls bullish nan lebih kuat dan lebih bersih dibandingkan pergerakan saat ini

Level Penting nan Jadi Penentu Arah

TraderJB juga menekankan satu titik invalidasi nan jelas. Jika Bitcoin bisa menembus dan membentuk struktur bullish kuat di atas area sekitar US$ 97.000, maka skenario koreksi ini dianggap tidak bertindak lagi.

“Invalidasi skenario ini adalah break struktur pasar impulsif HTF nan jelas (dari mid-air) di atas lower high HTF sebelumnya, ialah tinggi US$ 97.900 pada 14 Januari,” pungkas TraderJB.

Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.

Selengkapnya
Sumber cryptoharian
cryptoharian