– Hingga detik ini, penanammodal aset digital Bitcoin (BTC) tetap menantikan momen disetujuinya pengajuan proposal Bitcoin Spot ETF oleh BlackRock kepada Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika (SEC).
Namun tidak bagi seorang analis berjulukan Toni Ghinea, nan mengungkapkan kekhawatiran bakal potensi resiko dari persetujuan Bitcoin ETF ini, terutama dampaknya pada pergerakan nilai Bitcoin.

Dalam pernyataannya di platform X, Ghinea mengatakan bahwa secara historis, setiap persetujuan ETF diikuti oleh lonjakan nilai Bitcoin. Ini merupakan sebuah tren nan teramati pada tahun 2021.
Akan tetapi, ada kegelisahan dari dirinya nan muncul saat ini mengenai apakah sejarah dapat terulang dan menyebabkan potensi volatilitas pasar.
“Setiap kali ETF disetujui. BTC naik ke puncak. Itulah nan terjadi pada tahun 2021 lalu, dan bisa saja terulang kembali kali ini,” ungkap Ghinea.

Ghinea menunjukkan bahwa BlackRock, secara aktif mempromosikan mata duit kripto.
Hal ini pun memunculkan pertanyaan tentang akibat potensial dari promosi tersebut. Potensi resiko dari persetujuan Bitcoin ETF ini, muncul dari kepercayaan bahwa minat institusional nan meningkat, terutama dari pemain besar seperti BlackRock kemungkinan tidak secara otomatis menjadi sinyal bullish untuk Bitcoin.
Berita Bitcoin: The Fed Diprediksi Pivot, Anthony Scaramucci Klaim Kripto Utama Akan Meroket
“Blackrock mempromosikan terlalu banyak kripto. Itu bukan sinyal bullish. Mengapa lembaga membeli dari ritel?,” ujarnya.
Menurutnya, lembaga mungkin tidak mengikuti jejak pasar ritel dalam berinvestasi di mata duit kripto. Sebaliknya, Ghinea mengindikasikan bahwa lembaga dapat memanfaatkan pasar berjangka di Chicago Mercantile Exchange (CME) untuk membentuk posisi jual.
Tone unggahan Twitter Ghinea sekilas menunjukkan tingkat skeptisisme tentang motif di kembali keterlibatan institusional dalam ruang kripto. Sementara persetujuan ETF secara historis mengenai dengan pergerakan nilai positif untuk Bitcoin, Ghinea memperingatkan bahwa kali ini bakal ada potensi resiko dari persetujuan ETF, lantaran promosi BlackRock terhadap mata uang digital dianggap tidak masuk akal.
“Mereka tidak bakal membeli dari retail. Mereka hanya bakal memanfaatkan kesempatan shorting di CME. Saya hanya berbagi kebenaran saja,” pungkas Ghinea.
Each time an ETF is approved.$BTC tops.
It did it in 2021.
It can do it again this time.
Blackrock is promoting too much crypto.
That's not a bullish signal.
Why would institutions buy from retail ?
They won't.
They are filling their shorts on CME.
I'm just pointing out… pic.twitter.com/vLsKdHUksy
Muhammad Syofri
Trader Forex dan Bitcoin nan sudah bergulat di bagian trading dari tahun 2013. Sering menulis tulisan tentang blockchain, forex dan cryptocurrency.
2 tahun yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·