Stabilitas oksidasi adalah reaksi kimia nan terjadi antara oli industri dan oksigen. Laju oksidasi dipercepat oleh suhu tinggi, air, asam, dan katalis seperti tembaga. Laju oksidasi meningkat seiring waktu. Masa pakai pelumas juga berkurang seiring peningkatan suhu. Oksidasi bakal menyebabkan peningkatan viskositas oli industri dan endapan pernis dan lumpur.
Laju oksidasi berjuntai pada kualitas dan jenis base oil serta paket aditif nan digunakan. Beberapa oli industri sintetis, seperti polialfaolefin (PAO), secara inheren mempunyai stabilitas oksidasi nan lebih baik daripada oli industri mineral. Stabilitas oksidasi nan lebih baik ini menjelaskan suhu operasi nan sedikit lebih tinggi nan dapat ditampung oleh oli industri sintetis ini.
Secara umum, oksidasi bakal mengurangi masa pakai pelumas hingga setengahnya, untuk setiap peningkatan suhu fluida sebesar 10 oC di atas 60 oC. Konsep ini didasarkan pada patokan laju Arrhenius, nan dinamai menurut nama mahir kimia Swedia abad ke-19, Svante Arrhenius.
Terdapat sedikit kontroversi mengenai stabilitas oksidasi base oil mineral alami nan ditentukan oleh metode pemurnian. Ada satu aliran pemikiran nan menyatakan bahwa base oil hasil hidrogenasi mempunyai ketahanan oksidasi dan stabilitas termal nan lebih unggul daripada base oil hasil pemurnian pelarut.
Hal ini didasarkan pada kesalahpahaman bahwa lantaran hidrogenasi menghilangkan semua senyawa nan berpotensi tidak diinginkan, base oil condong secara otomatis mengurangi kecenderungan pembentukan endapan dan dengan demikian bakal lebih tahan terhadap oksidasi. Namun, menghilangkan semua senyawa nan dianggap tidak diinginkan sebenarnya dapat merugikan.
Pemurnian pelarut menghasilkan base oil nan mempertahankan beberapa senyawa sulfur nan merupakan antioksidan alami. Base oil ini mempertahankan keahlian alami untuk mencegah oksidasi, sementara base oil hasil hidrogenasi kudu diperkuat lebih lanjut dengan antioksidan untuk mempertahankan stabilitas termal dan oksidasi. Setelah antioksidan melemah alias habis, oksidasi beberapa oli industri hasil hidrogenasi dapat terjadi dengan sangat cepat.
Baca Juga : Cara Menentukan Interval Penggantian Oli Industri
Base oil nan mengalami hidrogenasi berat juga mempunyai karakter kelarutan nan buruk. Tanpa formulasi nan tepat, aditif mungkin tidak tetap tersuspensi, dan beberapa aditif dapat mengendap.
Beberapa metode dapat digunakan untuk menentukan alias mengevaluasi stabilitas oksidasi suatu oli industri, nan biasanya dianggap sebagai jumlah jam hingga terjadi peningkatan viskositas tertentu alias hingga terjadi peningkatan nomor masam (AN) tertentu.
15 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·