Mengapa Water Hammer Bisa Langsung Melumpuhkan Mesin Mobil Seketika

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Bagi para pemilik mobil, genangan air alias banjir menjadi salah satu musuh terbesar di jalan raya. Di bumi otomotif, ada satu istilah nan paling ditakuti saat mobil nekat menerjang banjir yaitu, water hammer Fenomena ini bukan sekadar membikin mesin mogok, nan bisa diatasi dengan dibersihkan alias dikeringkan. Water hammer adalah vonis meninggal instan bagi komponen internal mesin.

Lantas gimana mungkin air, unsur cair nan terlihat lembut bisa menghancurkan mesin berbahan baja dan aluminium dalam hitungan detik? Berikut adalah penjelasan teknis kenapa mesin langsung lumpuh total saat mengalami water hammer.

Air nan Tidak Bisa Dikompresi

Untuk memahami water hammer, kita kudu memandang langkah kerja mesin pembakaran dalam. Mesin mobil bekerja dengan menghisap campuran udara dan bahan bakar ke dalam silinder, lampau piston bakal bergerak ke atas untuk mengompresi campuran tersebut sebelum diledakkan oleh busi alias oleh tekanan tinggi pada mesin diesel.

Udara adalah gas, dan gas sangat mudah untuk dikompresi. Namun, ceritanya berubah total jika nan masuk ke dalam ruang bakar adalah air. Berbeda dengan udara, air mempunyai sifat bentuk incompressible alias tidak bisa dipadatkan.

Efek “Menabrak Dinding” di Dalam Ruang Bakar

Ketika mobil melewati genangan air nan tinggi dan air terhisap melalui saluran udara, air bakal masuk ke dalam ruang silinder. Saat piston bergerak naik dengan kecepatan tinggi untuk melakukan langkah kompresi, piston tiba-tiba membentur volume air nan memenuhi ruangan tersebut.

Karena air tidak bisa dikompresi, piston seperti menabrak tembok beton nan sangat keras di dalam silinder. Padahal di saat nan sama, crankshaft tetap berputar kuat lantaran momentum dari siklus pembakaran sebelumnya. Benturan dahsyat antara daya sorong piston dari bawah dan resistensi air dari atas inilah, nan menciptakan musibah mekanis.

Kerusakan Fatal dalam Sekejap

Ketika tumbukan air terjadi pada putaran mesin nan paling rendah sekalipun, misalnya saat idling di 800 RPM, komponen mesin bakal langsung mengalami deformasi parah. Setang piston bakal bengkok alias patah. Ini adalah corak kerusakan paling umum. Karena setang piston tidak bisa naik lagi akibat tertahan air, dia bakal menekuk seperti sendok plastik, alias apalagi patah menjadi dua.

Hal selanjutnya nan bisa terjadi akibat water hammer adalah blok mesin pecah. Jika setang piston patah saat mesin berputar kencang, patahan besi tajam tersebut bakal terlempar dan menghantam tembok blok mesin hingga jebol. Jika blok mesin sudah bolong, mesin sudah tidak bisa diperbaiki lagi dan kudu diganti secara utuh alias assy. Tekanan ekstrem nan terjebak di ruang bakar juga bisa membengkokkan katup masuk dan katup buang, serta merusak cylinder head.

Baca Juga : Cara Air Masuk ke Mesin Mobil, Bikin Water Hammer

Kenapa Mesin Langsung Mati dan Tidak Bisa Distarter?

Saat water hammer terjadi, mesin bakal langsung meninggal seketika. Piston terkunci di posisinya, lantaran setang piston nan bengkok menyangkut pada tembok silinder alias poros engkol tidak bisa lagi berputar. Jika mobil Anda meninggal di tengah genangan air, jangan pernah mencoba menghidupkan mesin kembali. Jika Anda memaksakan starter, dinamo starter bakal memberikan style putar paksa pada mesin nan sedang terkunci air. Hal ini justru bakal memperparah kerusakan setang piston, nan mungkin awalnya hanya bengkok sedikit menjadi patah total dan menghancurkan blok mesin.

Selengkapnya
Sumber Informasi Otomotif Deltalube
Informasi Otomotif Deltalube