Pentingnya Menjaga Suhu Kerja Mesin Kendaraan

Sedang Trending 2 tahun yang lalu

Sesuai dengan namanya, mesin bakar bakal menghasilkan panas. Panas mesin adalah sisa daya dari pembakaran nan tidak terkonversi menjadi daya gerak. Saat kita mendengar kata panas, mungkin perihal negatif nan bakal muncul di pikiran kita. Namun sebenarnya suhu mesin alias panas mesin sebenarnya kudu dijaga pada rentang kerjanya. Terlalu panas tidak baik, terlalu dingin juga tidak baik. Kenapa sebabnya? Yuk kita bahas.

Sebab utama temperatur mesin mesti dijaga, adalah mengenai dengan efisiensi pembakaran. Suhu kerja ideal untuk mesin mobil adalah 88 sampai 107 derajat Celcius. Sedangkan suhu kerja ideal mesin sepeda motor adalah 80 sampai 110 derajat Celcius. Jika lebih dari itu disebut overheating, jika dibawah itu disebut overcooling.

Jika mesin nan tetap menggunakan pendingin udara seperti sepeda motor. Fenomena overcooling sangat jarang terjadi. Sedangkan pada mesin berpendingin cairan, bisa terjadi overheating maupun overcooling. Sekarang yuk kita telaah akibat negatif dari overheating dan overcooling.

Jika mesin terjadi overheating alias suhu nan melampaui temperatur kerja, maka bisa membahayakan mesin. Piston bisa macet dengan tembok silinder lantaran tingkat pemuaian metal nan terlalu tinggi akibat dari suhu nan banget panas. Kemudian cylinder head pun bisa melengkung dan mengakibatkan kebocoran kompresi pengaruh dari pemuaian lantaran panas tinggi. Pada mesin berpendingin cairan, tembok cylinder head nan melengkung juga bisa membikin air radiator masuk ke ruang bakar dan menyebabkan water hammer. Efek dari water hammer sangat fatal, piston bisa pecah dan setang piston bisa bengkok.

Sementara overcooling terjadi pada mesin nan terlalu rendah suhu kerjanya. Mesin overcooling tidak bisa mencapai suhu kerja optimalnya. Mesin overcooling bakal mengalami efisiensi bahan bakar nan jelek dan tenaga mesin nan menurun. Mesti tidak ada pengaruh merusak mesin, kondisi overcooling juga merugikan.

Baca juga : Terapkan Cara-Cara Ampuh Berikut Untuk Mencegah Overheating Pada Kendaraan

Penyebab dari overheating adalah sistem pendinginan nan maksimal. Jika pada pendingin udara, bisa dari sirip pendingin mesin nan kotor, volume oli nan kurang, alias kipas pendingin nan kotor alias rusak. Pada mesin pendingin cairan, overheating bisa disebabkan dari jalur radiator nan mampet, water pump nan lemah, alias kipas pendingin nan tidak maksimal. Sedangkan penyebab overcooling pada mesin pendingin cairan biasanya disebabkan oleh thermostat nan rusak alias dilepas oleh pemiliknya. Sehingga cairan pendinginan selalu bergerak untuk didinginkan radiator, meski belum dibutuhkan.

Selengkapnya
Sumber Informasi Otomotif Deltalube
Informasi Otomotif Deltalube