Dalam sistem penggerak kendaraan, bearing alias nan lebih berkawan disebut laher punya peran sangat penting. Baik pada roda, mesin, maupun transmisi, tugas utama bearing adalah mengurangi gesekan antara dua komponen nan saling berputar. Untuk menjalankan tugasnya dengan sempurna, bearing sangat berjuntai pada pelumas. Ketika pelumasan berkurang alias kering, gesekan antar-logam tidak dapat dihindari, dan perihal ini memicu kerusakan serius.
Peningkatan Suhu
Fungsi utama pelumas adalah menciptakan lapisan movie tipis nan mencegah kontak langsung antara bola baja (ball/roller) dengan tembok rumah bearing. Tanpa pelumas, gesekan antar-logam bakal menghasilkan panas dalam waktu singkat. Panas ekstrem ini menyebabkan komponen logam pada bearing memuai. Akibatnya, celah toleransi hilang, membikin putaran bearing semakin seret dan menciptakan panas nan jauh lebih besar.
Cepat Aus dan Kerusakan Fisik
Kekurangan pelumas bakal langsung merusak struktur bentuk bearing. Lapisan material pada bola alias tembok bearing mulai retak dan mengelupas akibat gesekan mekanis tanpa peredam. Serpihan logam nan mengelupas bakal ikut berputar dan menggores komponen bearing lainnya, menciptakan jalur-jalur rusak nan membikin putaran tidak mulus. Rumah nan menjaga jarak antar-bola baja bisa bengkok alias patah lantaran tidak kuat menahan panas dan gesekan.
Timbulnya Suara Bising dan Getaran
Gejala ini adalah awal nan paling mudah disadari oleh pengemudi. Kontak kasar antar-logam nan rusak bakal menghasilkan bunyi dengungan nan intensitasnya meningkat seiring bertambahnya kecepatan kendaraan. Jika terjadi pada bearing roda, kerusakan bentuk nan membikin putaran tidak stabil bakal menyalurkan getaran hingga ke setir alias lantai kendaraan, mengurangi kenyamanan berkendara secara drastis.
Efek pada Komponen Lain
Bearing nan rusak akibat kurang pelumas tidak bakal hancur sendirian. Ia bakal menarik komponen lain di sekitarnya ke dalam pusaran kerusakan. Jika bearing mulai macet, dia bisa ikut memutar poros alias rumah bearing nan semestinya diam. Hal ini membikin poros terkikis dan longgar. Panas tinggi bakal membikin seal karet di sekitar bearing mengeras, retak, dan hancur. Akibatnya, kotoran luar mudah masuk dan sisa pelumas nan ada bakal lenyap total.
Bearing Mengunci dan Roda Copot
Dampak paling rawan dari melupakan pelumasan bearing terjadi ketika kendaraan dipaksa melangkah dalam kecepatan tinggi saat bearing sudah sangat panas. Panas ekstrem dapat membikin bola-bola baja meleleh alias memuai hingga titik di mana mereka mengunci secara total. Jika bearing roda mengunci mendadak saat kecepatan tinggi, roda bakal berakhir berputar secara instan. Hal ini dapat menyebabkan kendaraan melintir, terbalik, alias dalam beberapa kasus ekstrem pada truk/mobil, panas tersebut dapat mematahkan as roda hingga menyebabkan roda lepas di jalan.
Baca Juga : Tipe Bearing Terbaik untuk Roda Sepeda Motor
Untuk pelumasan terbaik pada bearing kendaraan, kami sarankan untuk menggunakan produk Deltalube. Deltalube 056 General Purpose Grease EP 2 adalah grease serbaguna nan dirancang untuk pemakaian industri, otomotif, armada tugas berat, dan peralatan pertanian. Menggunakan thickener Lithium Complex nan dikenal mempunyai ketahanan terhadap air (water resistant) untuk membantu menjaga performa pelumasan pada beragam kondisi kerja.
5 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·