Atas nama efisiensi, mobil-mobil era sekarang banyak diproduksi dengan penggerak roda depan namalain Front-Wheel Drive/FWD. Namun bagi pemilik mobil dengan penggerak roda belakang (Rear-Wheel Drive/RWD) alias penggerak empat roda (4WD/AWD), punya kenikmatan tersendiri.
Pada mobil RWD dan 4WD, gardan (differential) adalah komponen vital. Tugasnya adalah menyalurkan tenaga dari mesin ke roda, sekaligus mengatur kecepatan putaran roda kanan dan kiri saat mobil berbelok agar tidak slip. Karena posisinya nan berada di bawah dan jarang terlihat, gardan sering kali luput dari perhatian. Padahal, layaknya mesin, gardan bekerja dengan bentrok tinggi dan rentan mengalami masalah jika perawatannya diabaikan. Yuk, kita intip sama-sama penyakitnya.
Kebocoran Oli
Kebocoran oli adalah penyakit nan paling sering menimpa gardan mobil, terutama nan usianya sudah di atas 5 tahun. Kebocoran biasanya terjadi pada seal oli nan sudah mengeras, retak, alias aus akibat aspek usia dan suhu panas. Titik bocor umumnya ada tiga, seal pinion (sambungan ke kopel), seal axle (sambungan ke roda), alias pada paking cover gardan. Jika dibiarkan, volume oli gardan bakal berkurang drastis. Efek domino dari habisnya oli gardan adalah gesekan kering antar-gigi nan memicu kerusakan total pada seluruh komponen di dalamnya.
Gardan Berdengung
Penyakit ini ditandai dengan munculnya bunyi dengungan mirip tiupan angin nan intensitasnya semakin keras seiring bertambahnya kecepatan mobil. Kontak antar-gigi pada ring gear dan pinion gear sudah tidak presisi akibat terkikis. Jarak bebas antar-gigi sudah melonggar alias terlalu rapat, biasanya lantaran tumbukan alias pemasangan nan kurang pas pasca-servis. Selain mengganggu kenyamanan, getaran konstan dari komponen nan aus ini bakal mempercepat kerusakan bearing gardan.
Kerusakan Bearing
Gardan didukung oleh beberapa bearing untuk menjaga poros-poros di dalamnya berputar pada porosnya dengan mulus. Kualitas oli gardan nan sudah buruk, masuknya air ke dalam gardan misal setelah menerjang banjir alias usia pakai kendaraan. Berbeda dengan gigi nan berdengung, bearing nan rusak biasanya mengeluarkan bunyi gemuruh alias derik kasar saat mobil berjalan. Jika bearing pecah, poros gardan bakal oblak, menyebabkan gigi gardan tidak sinkron dan bisa berujung pada gigi nan rontok.
Gigi Gardan Rontok
Ini adalah salah satu penyakit paling parah pada gardan, di mana mata gigi pada ring gear, pinion gear, alias spider gear patah alias rompal. Sering Menghentak pedal gas secara mendadak, mengangkut beban nan melampaui kapasitas, alias melakukan engine brake nan terlalu ekstrem. Efek lanjut dari kebocoran oli nan dibiarkan. Terdengar bunyi “klotok-klotok” nan keras saat mobil berjalan, alias mobil terasa tersendat. Pada kondisi terburuk, pecahan gigi dapat mengunci seluruh sistem gardan secara mendadak, membikin roda mengunci dan mobil tidak bisa bergerak sama sekali.
Gardan Terkontaminasi
Penyakit ini sering terjadi pada mobil-mobil SUV alias mobil harian nan sering menerjang banjir setinggi as roda. Air masuk melalui lubang hawa gardan alias melalui seal oli nan sudah melonggar. Oli gardan nan tercampur air bakal berubah warna menjadi putih susu alias cokelat keruh seperti kopi susu. Kemampuan pelumasan oli cair ini bakal lenyap total, memicu karat pada komponen baja di dalam gardan dalam waktu nan sangat singkat.
Baca Juga : Cegah Oli Gardan Motor Matic Sampai Habis, Ini Cirinya
Untuk perawatan gardan terbaik, gunakan Deltalube Gear Oil 790 SAE 90 & SAE 140. Pelumas roda gigi tertutup nan dirancang untuk membantu mengurangi keausan akibat reaksi kimia maupun gesekan metal. Diformulasikan dengan bahan dasar spesial nan mempunyai indeks kekentalan alami tinggi, tahan temperatur tinggi, tahan beban berat, serta kadar masam rendah untuk perlindungan nan lebih menyeluruh. Keunggulan tahan air membantu pelumas tetap bekerja dengan baik dan tidak mudah bercampur air, sehingga pelumasan tetap optimal apalagi saat terpapar kondisi lembap/air.
3 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·