Aerasi dalam sistem hidrolik dapat menjadi masalah serius jika tidak ditangani dengan sigap dan tepat. Hal ini dapat menyebabkan kavitasi pompa, respons hidrolik nan lambat, serta hilangnya kendali sistem hidrolik. Ada empat keadaan udara dalam oli industri: terlarut, terperangkap, bebas, dan berbusa.
Aerasi dapat disebabkan oleh beragam alasan. Desain bak penampung dapat menimbulkan masalah. Perhatikan gimana oli industri hidrolik kembali ke reservoir. Jika saluran kembali dibuang langsung dari atas, tambahkan diffuser untuk mengurangi jumlah turbulensi.
Bayangkan segelas bir. Saat menuangkan bir, Anda memiringkan gelas ke samping untuk mengurangi terbentuknya busa. Hal nan sama bertindak pada sistem hidrolik Anda. Jika oli industri jatuh langsung dan memercik, perihal ini memungkinkan terbentuknya gelembung udara (udara nan terperangkap). Jika gelembung tidak mempunyai cukup waktu untuk mengendap, perihal itu dapat mengakibatkan terbentuknya busa. Dengan mengendalikan udara nan terperangkap (gelembung udara nan tersuspensi), Anda dapat mengurangi busa dan oksidasi.
Kebocoran udara dalam sistem hidrolik juga dapat menyebabkan masalah aerasi. Periksa sisi hisap sistem untuk mengetahui adanya kebocoran. Seal pompa, sambungan pipa, dan sambungan lainnya adalah area nan memungkinkan terjadinya kebocoran udara nan memungkinkan sistem menarik udara dan memberikan tekanan. Anda dapat menemukan kebocoran ini menggunakan pistol ultrasonik alias cukup dengan meneteskan sedikit oli industri alias gendut di sekitar letak kebocoran nan diduga. Jika terjadi kebocoran, lubang bakal dibor melalui gendut tersebut, nan bakal menunjukkan area masuknya udara.
Baca Juga : 3 Cara Mendeteksi Keausan Kavitasi dalam Sistem Hidrolik
Detrainment nan buruk, ialah lamanya waktu nan dibutuhkan gelembung udara untuk naik ke permukaan dan pecah, dapat disebabkan oleh oksidasi dan kontaminasi alias apa pun nan mengakibatkan tegangan permukaan rendah dalam oli industri. Tegangan permukaan nan lebih rendah memungkinkan gelembung pecah di bawah permukaan. Semakin besar gelembung, semakin sigap gelembung tersebut naik ke permukaan. Saat gelembung mulai pecah di bawah permukaan, lamanya waktu nan dibutuhkan gelembung untuk naik bakal bertambah. Hal ini membikin oli industri tetap berada dalam suspensi lebih lama, meningkatkan akibat kavitasi dan juga menyebabkan masalah dengan busa.
Dengan mengendalikan jumlah udara nan bergesekan dengan oli industri Anda dan seberapa turbulennya lingkungan di bak oli industri, Anda dapat meningkatkan masa pakai mesin dan oli industri Anda.
1 tahun yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·