BANGBARA.COM - Hubungan Indonesia dan India telah berkembang jauh melampaui kerja sama perdagangan dan diplomasi. Kedua negara mempunyai ikatan sejarah, budaya, serta nilai nan sama dalam menghargai keberagaman dan toleransi. Di tengah perubahan geopolitik dunia dan percepatan perkembangan teknologi, pendidikan tinggi serta penelitian menjadi sektor strategis nan perlu diperkuat untuk membangun masa depan hubungan bilateral. Sebagai dua negara berkembang besar di area Asia, India dan Indonesia mempunyai kesempatan untuk meningkatkan perannya sebagai kekuatan menengah dunia melalui investasi pada pengetahuan pengetahuan, inovasi, dan pengembangan sumber daya manusia. Kesamaan perjalanan pembangunan serta besarnya populasi muda menjadi modal krusial bagi kedua negara untuk menciptakan kerjasama nan lebih luas di beragam bidang.
India dan Indonesia saat ini menghadapi tantangan nan serupa dalam memanfaatkan bingkisan demografi. Dengan rata-rata usia masyarakat nan relatif muda dan tingkat keterhubungan digital nan tinggi, kedua negara mempunyai potensi besar untuk menghasilkan generasi inovatif nan bisa bersaing secara global. Namun, kesempatan tersebut kudu didukung oleh sistem pendidikan nan kuat, akses riset nan lebih luas, serta lingkungan nan mendorong produktivitas dan pengembangan teknologi. Selama beberapa dekade, kedua negara banyak mengangkat model pendidikan tinggi dan penelitian nan berorientasi pada Barat. Kini, dengan semakin berkembangnya kapabilitas nasional, India dan Indonesia perlu membangun ekosistem riset nan lebih berdikari dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat serta tantangan masa depan. Berbagai program seperti LPDP di Indonesia dan National Research Foundation di India menunjukkan komitmen kedua negara dalam memperkuat sektor pendidikan dan inovasi.
Meskipun mempunyai potensi besar, kerja sama akademik antara Indonesia dan India tetap menghadapi tantangan, terutama dalam perihal mobilitas mahasiswa dan keterhubungan antar lembaga pendidikan. India belum menjadi salah satu tujuan utama mahasiswa Indonesia untuk melanjutkan studi, sementara jumlah mahasiswa India nan belajar di Indonesia juga tetap sangat terbatas. Padahal, kerjasama pendidikan dapat memberikan akibat ekonomi jangka panjang melalui peningkatan produktivitas, pembuatan lapangan kerja berbasis pengetahuan, serta penguatan daya saing nasional. Oleh lantaran itu, kemitraan antara universitas, lembaga penelitian, dan sektor swasta perlu menjadi prioritas. Kerja sama tersebut dapat diwujudkan melalui program pertukaran mahasiswa, penelitian bersama, konvensi ilmiah, pengembangan kurikulum, hingga proyek penemuan lintas negara.
Peluang kerjasama riset antara Indonesia dan India sangat luas, mulai dari teknologi digital, kesehatan, farmasi, energi, kemaritiman, semikonduktor, kepintaran buatan, hingga eksplorasi antariksa. Indonesia dapat berbagi pengalaman dalam pembangunan ekonomi dan pengurangan kemiskinan, sementara India mempunyai beragam kelebihan dalam industri farmasi, prasarana digital, serta pengembangan teknologi strategis. Kedua negara nan pernah menjadi bagian krusial dalam Konferensi Asia-Afrika 1955 sekarang mempunyai posisi nan jauh lebih kuat dalam ekonomi dan politik global. Untuk menghadapi tantangan abad Asia, Indonesia dan India perlu membangun lebih banyak jembatan akademik dan riset agar hubungan bilateral tidak hanya bertumpu pada diplomasi, tetapi juga berkembang melalui penemuan bersama. Konsep IND alias Integration, Nimbleness, and Decisiveness dapat menjadi gambaran arah baru kemitraan kedua negara, dengan pendidikan dan penelitian sebagai fondasi utama menuju kerja sama nan lebih kuat dan berkelanjutan.
Sumber: VRITIMES
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian alias keseluruhan tulisan
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Editor: Abdul Kholilulloh
7 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·