Bak Hujan Salju, Debu Kapur di Gunungmasigit Ancam Kesehatan Warga! Dinkes KBB Turunkan Tim Surveilans

Sedang Trending 2 jam yang lalu

KBB, BANGBARA.COM – Pencemaran debu nan berasal dari aktivitas pengolahan batu kapur di Desa Gunungmasigit, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB) sekarang menjadi perhatian serius.

Debu putih nan setiap hari beterbangan hingga menyelimuti permukiman penduduk tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga dinilai berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat.

Fenomena nan oleh penduduk disebut menyerupai "hujan salju" itu sekarang mendapat perhatian unik dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung Barat.

Sebagai langkah antisipasi, Dinkes KBB menerjunkan tim surveilans berbareng petugas Puskesmas untuk melakukan pemantauan langsung terhadap kondisi kesehatan masyarakat nan tinggal di sekitar letak pengolahan batu kapur.

Baca Juga: Viral Disebut Dibangun di Tengah Hutan, Danramil Cipatat Tegaskan Koperasi Desa Merah Putih Gunungmasigit Berdiri di Area Parkir Wisata

Pemantauan tersebut dilakukan untuk mendeteksi sedini mungkin kemungkinan munculnya penyakit akibat paparan debu nan terjadi nyaris setiap hari.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat, dr. Lia Nurliani Sukandar, mengatakan pihaknya tidak hanya melakukan pendataan terhadap keluhan masyarakat, tetapi juga memberikan edukasi mengenai langkah-langkah pencegahan agar penduduk dapat melindungi diri dari paparan debu kapur.

"Upaya ini dilakukan agar akibat kesehatan pada masyarakat dapat terpantau sejak awal dan dapat segera ditindaklanjuti andaikan ditemukan peningkatan keluhan alias kasus penyakit tertentu," ujar Lia saat dikonfirmasi, Selasa (7/7/2026).

Batuk, Tenggorokan Gatal hingga Mata Perih

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, sejumlah keluhan mulai dirasakan masyarakat nan tinggal di sekitar area terdampak.

Keluhan nan paling banyak disampaikan antara lain batuk, tenggorokan terasa gatal dan kering, bersin, pilek, hingga iritasi mata nan ditandai mata merah, perih, dan berair.

Debu lembut juga dilaporkan sangat mudah masuk ke dalam rumah melalui celah pintu maupun jendela sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari warga.

Selain mengotori perabot rumah tangga, paparan debu nan terus terjadi membikin masyarakat merasa tidak nyaman saat beraktivitas maupun beristirahat.

Baca Juga: Stone Garden Ramai Disorot, Kades Gunungmasigit Buka Fakta Lokasi Pembangunan Koperasi Merah Putih

Penderita Asma dan Lansia Paling Rentan

Dinkes Bandung Barat menilai golongan masyarakat nan mempunyai riwayat penyakit saluran pernapasan menjadi pihak nan paling berisiko terdampak.

Menurut Lia, penduduk nan menderita asma maupun penyakit paru kronis lebih mudah mengalami sesak napas ketika intensitas debu meningkat.

Selengkapnya
Sumber Informasi Berita Bangbara
Informasi Berita Bangbara