Mengetahui Micropitting dan Surface fatigue beserta Dampaknya

Sedang Trending 1 tahun yang lalu

Banyak roda gigi nan terpengaruh oleh kejadian nan disebut micropitting. Kondisi ini terlihat ketika retakan mikroskopis terbentuk pada roda gigi dan melalui waktu dan tekanan menghasilkan lubang mikroskopis. Lubang-lubang ini membesar dan akhirnya pecah. Hal ini apalagi dapat menjadi mode kegagalan utama pada roda gigi.

Micropitting umumnya terjadi di bawah pelumasan elastohydrodynamic (EHL). Ketika ketebalan lapisan oli industri di bawah EHL menjadi terlalu tipis pada garis pitch roda gigi, asperitas permukaan bakal mulai bersentuhan. Ketika asperitas ini bergesekan satu sama lain pada permukaan berlawanan dan di bawah beban tinggi, bakal menyebabkan deformasi elastis alias plastis, nan menyebabkan micropitting.

Surface fatigue sangat mirip. Dalam pelumasan elastohidrodinamik, kelelahan permukaan sering kali diakibatkan oleh lekuknya permukaan akibat partikel keras alias lunak. Lekuk di permukaan menciptakan apa nan disebut tanggul. Seiring berjalannya waktu dan dengan pembebanan tinggi nan berulang-ulang, lubang bakal terbentuk dan permukaannya pecah. Dengan pembebanan tinggi nan terus menerus, lubang menjadi lebih besar.

Efek

Surface fatigue dan micropitting dipengaruhi oleh oli industri tertentu nan digunakan, termasuk base oil, aditif, pemilihan viskositas, dan kontaminasi partikel. Meskipun micropitting alias surface fatigue dapat terjadi pada oli industri sintetis alias mineral, oli industri sintetis dapat memberikan perlindungan nan lebih baik pada suhu nan lebih tinggi dibandingkan oli industri mineral dengan tingkat kekentalan dan paket aditif nan sama. Hal ini disebabkan kebenaran bahwa bahan sintetis dapat mempunyai indeks viskositas nan lebih tinggi. Dengan kata lain, viskositas bahan sintetis dapat berubah lebih sedikit seiring dengan peningkatan suhu.

Walaupun unsur aditif bertekanan ekstrim (EP) sering kali diperlukan, dalam kasus tertentu unsur aditif tersebut dapat menjadi sangat garang secara kimiawi pada permukaan dan menyebabkan lubang mikro. Aditif jenis ini juga menjadi lebih aktif dengan suhu nan lebih tinggi. Beberapa peneliti menyatakan oli industri nan tidak mempunyai aditif EP bakal menunjukkan ketahanan maksimal terhadap micropitting. Kemampuan oli industri untuk melindungi terhadap micropitting dapat ditentukan dengan menggunakan uji FZG FVA 54.

Baca juga : Penyebab Penurunan Kualitas Oli Industri

Oli industri dengan viskositas tinggi juga mempunyai ketahanan nan lebih besar terhadap micropitting lantaran lapisan EHL-nya nan lebih tebal. Namun, menggunakan viskositas nan lebih tinggi tidak selalu merupakan pilihan terbaik lantaran dapat menyebabkan suhu pengoperasian lebih tinggi, kehilangan energi, dan/atau peningkatan laju oksidasi oli industri.

Selengkapnya
Sumber Informasi Otomotif Deltalube
Informasi Otomotif Deltalube