Justin Sun vs WLFI Memanas, Siap Bawa ke Pengadilan!

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

– Perseteruan antara Justin Sun dan proyek mata uang digital World Liberty Financial semakin memanas setelah kedua pihak saling melontarkan tuduhan serius di ruang publik. Konflik ini bukan sekedar adu argumen biasa, tetapi sudah mengarah ke potensi jalur hukum.

Ketegangan bermulai ketika WLFI secara terbuka menakut-nakuti bakal menggungat Justin Sun. Proyek tersebut menuding Sun memainkan narasi sebagai ‘korban’ untuk menutupi dugaan pelanggaran nan dia lakukan. Mereka apalagi menyatakan mempunyai bukti kuat dan siap membawanya ke pengadilan.

Namun Sun tidak tinggal diam. Ia langsung membalas dengan tuntutan transparansi. Dalam pernyataannya, dia meminta pihak di kembali akun resmi WLFI untuk mengungkap identitas mereka.

“Keputusan besar nan menyangkut biaya penanammodal tidak boleh dilakukan oleh pihak anonim tanpa pertanggungjawaban nan jelas,” ungkap Sun.

Tuduhan utama Sun cukup serius. Dia menilai WLFI mempunyai sistem dalam smart contract nan memungkinkan mereka mengontrol aset pengguna, apalagi membekukan biaya tanpa pemberitahuan alias proses nan transparan. Jika benar, perihal ini bertentangan dengan prinsip dasar finansial terdesentralisasi nan selama in dijunjung tinggi di industri kripto.

Baca Juga: CPI Panas, Bitcoin Bisa Jadi Pelarian Investor

Di sisi lain, WLFI membantah tuduhan tersebut. Mereka menyatakan bahwa fitur pembekuan alias blacklist merupakan langkah keamanan nan juga diterapkan pada banyak wallet lain, bukan hanya milik Sun. Menurut mereka, tindakan tersebut diperlukan untuk melindungi ekosistem dari akibat tertentu.

Akar bentrok ini sendiri berasal dari investasi besar Justin Sun di WLFI sejak 2024. Dalam perihal ini, Sun menjadi salah satu pendukung terbesar proyek tersebut. Namun hubungan mulai retak pada 2025 ketika token WLFI mulai diperdagangkan dan Sun memindahkan sekitar US$ 9 juta aset. Langkah ini dianggap mencurigakan oleh tim WLFI, nan kemudian membekukan wallet tersebut melalui kegunaan smart contract.

Saat itu, nilai total kepemilikan Justin Sun diperkirakan lebih dari US$ 100 juta. Namun seiring turunnya nilai token, nilai tersebut sekarang menyusut drastis menjadi sekitar US$ 43 juta. Sun menyatakan transaksi tersebut hanya uji coba, sementara pihak proyek melihatnya sebagai potensi ancaman terhadap stabilitas.

Hingga saat ini, kedua pihak belum mempublikasikan bukti nan mereka klaim miliki. Namun, jika bentrok ini betul bersambung ke pengadilan, arsip dan perjanjian nan dipermasalahkan kemungkinan besar bakal terungkap ke publik.

Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.

Selengkapnya
Sumber cryptoharian
cryptoharian