OEM merekomendasikan interval penggantian oli industri tertentu berasas pengetesan nan dilakukan selama pengembangan peralatan alias proses persetujuan pelumas. Hasil pengetesan ini pada beberapa mesin menghasilkan konklusi untuk interval nan direkomendasikan.
Jika program kajian oli industri Anda menunjukkan bahwa oli industri perlu diganti pada interval nan tidak sesuai dengan rekomendasi pabrikan (OEM), ada beberapa pertanyaan nan perlu Anda ajukan untuk mengidentifikasi alasannya.
Pertama, apakah program kajian oli industri Anda menggunakan pengujian, standar dasar, dan batas nan sama untuk menentukan kondisi pelumas? Ini krusial untuk membandingkan perihal nan setara.
Apakah kompresor bekerja dalam kondisi operasi nan diharapkan (tekanan pelepasan, laju aliran, dll.) dan lingkungan (suhu sekitar, kelembapan sekitar, dll.) sesuai dengan pedoman OEM?
Apakah pelumas nan digunakan sama dengan nan direkomendasikan OEM untuk interval penggantian oli tertentu? Jika tidak, apakah pelumas tersebut mempunyai spesifikasi dan klaim nan sama dengan nan direkomendasikan? Spesifikasi pelumas dapat berubah seiring waktu, meskipun nama alias mereknya sama. Jika ada perubahan signifikan dalam spesifikasi, mungkin juga ada perubahan dalam kinerja.
Apakah terjadi kontaminasi silang akibat penambahan pelumas nan berbeda, adanya residu dari oli industri nan sebelumnya digunakan, alias masalah lapisan pernis?
Selain itu, pastikan untuk mempertimbangkan program perawatan. Apakah filter oli berbobot tinggi digunakan? Apakah ada perbaikan besar nan mungkin memengaruhi pengoperasian kompresor?
Baca Juga : Analisis Oli Industri nan Harus dilakukan pada Kompresor
Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini bakal memberikan pedoman untuk menentukan interval penggantian oli industri nan tepat. Jika Anda tetap mempunyai kekhawatiran, Anda mungkin perlu melakukan kajian akar penyebab.
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·