Waspadalah, Ini Komponen Kelistrikan Sepeda Motor yang Pantang Kena Air

Sedang Trending 5 bulan yang lalu

Air dan listrik adalah dua komponen nan tidak cocok untuk bersatu. Bagi pemilik sepeda motor, mencuci motor agar bersih alias menerobos hujan deras adalah perihal biasa. Namun, seringkali kita lupa bahwa ada bagian-bagian krusial khususnya di sektor kelistrikan, nan sangat sensitif dan pantang terkena air.

Jika komponen ini terkena air, apalagi semprotan bertekanan tinggi, bisa berpotensi membikin motor mogok akibat korsleting (short circuit). Korsleting listrik ini bisa menyebabkan kerusakan permanen pada komponen nan harganya jutaan rupiah. Agar tidak terjadi, berikut adalah daftar komponen kelistrikan sepeda motor nan anti terkena air.

1. Electronic Control Unit (ECU) / CDI

ECU di motor injeksi dan CDI di motor karburator, adalah otak nan mengatur sistem pengapian mesin. Sehingga sudah jelas jika komponen ini tidak boleh terkontaminasi air. Meskipun pabrikan biasanya meletakkan ECU di tempat nan kondusif misalnya di bawah jok alias di kembali bodi depan dan membungkusnya dengan seal, komponen ini tetap mempunyai celah ventilasi. Jadi sebaiknya hindari menyeprotkan air ke arah ECU alias CDI. Jika air masuk ke dalam soket alias papan sirkuit ECU, motor bisa meninggal total dan ECU bisa rusak permanen.

2. Cop Busi (Cangklong Busi)

Ini adalah penyebab paling klasik motor mogok saat hujan alias setelah dicuci. Cop busi berfaedah menghubungkan kabel koil ke busi dan menutup celah agar listrik di busi bisa konsentrasi dalam melakukan proses pembakaran. Jika air masuk ke celah cop busi, pengapian arus listrik bocor dan tidak memantik api di ruang bakar, dan membikin motor jadi mogok. Penyebab air bisa masuk ke sela cop busi adalah karet pelindungnya nan sudah getas.

3. Kotak Sekring

Sekring berfaedah sebagai pengaman arus listrik. Jika terjadi lonjakan arus, sekring bakal putus untuk menyelamatkan komponen lain. Kotak sekring biasanya tertutup rapat, namun jika tutupnya lenyap alias tidak rapat, air bisa masuk dan menyebabkan korsleting antar kutub sekring. Hal ini bisa mematikan seluruh sistem kelistrikan motor.

Baca Juga : Bedanya Kelistrikan AC dan DC di Motor

4. Soket dan Sambungan Kabel

Motor mempunyai puluhan sambungan kabel (soket) nan menghubungkan lampu, sein, klakson, dan sensor-sensor mesin. Air nan terperangkap di dalam soket dapat menyebabkan oksidasi (karat) pada terminal tembaga. Dampak jangka panjang dari karat di soket kelistrikan adalah membikin hubungan menjadi buruk. Akibatnya arus listrik tidak bisa tersalur dengan sempurna dan membikin mesin dan komponen kelistrikan menjadi error.

Selengkapnya
Sumber Informasi Otomotif Deltalube
Informasi Otomotif Deltalube