Mengenal Aditif Deterjen pada Oli Mesin, Apakah Bisa Membersihkan Mesin?

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Kita semua setuju, bahwa oli adalah bagian nan sangat krusial bagi mesin. Oli bisa mencegah komponen mesin dari keausan dan macet akibat gesekan dan panas tinggi. Komponen utama dari oli mesin adalah base oil dan juga aditif. Aditif berfaedah untuk mengubah alias meningkatkan karakter parameter tertentu dalam base oil.

Pada oli mesin, banyak terdapat jenis aditif. Sebut saja antioksidan, anti-wear, friction modifier, deterjen, dispersan dan tetap banyak nan lain. Pada kesempatan ini, kami bakal telaah mengenai aditif deterjen. Apakah fungsinya sama seperti deterjen untuk mencuci pakaian? Lantas apakah aditif deterjen pada oli mesin ini bisa membersihkan komponen internal mesin? Yuk simak selengkapnya.

Aditif deterjen dalam oli mesin adalah senyawa kimia basa (terutama berbasis kalsium alias magnesium) nan mencegah penumpukan endapan lumpur (sludge), varnish, dan karbon pada bagian mesin bersuhu tinggi. Zat ini bertindak sebagai surfaktan dan menetralkan kontaminan masam untuk mencegah korosi. Aditif deterjen bekerja berbareng aditif dispersan untuk menjaga agar kontaminan tetap tersuspensi dalam oli.

Aditif deterjen berkarakter basa, sehingga berfaedah sebagai penetralisir kontaminan masam nan mungkin muncul dalam oli. Di masa lalu, deterjen ini berbasis barium, namun kimia modern telah memungkinkan produsen untuk beranjak ke formulasi nan berbeda. Saat ini, sebagian besar aditif menggunakan kimia berbasis kalsium alias kimia berbasis magnesium.

Saat oli mengalami oksidasi, oli bakal mulai mengumpulkan asam. Seiring penumpukan masam ini, Angka Asam Total (TAN) oli bakal meningkat. Deterjen basa dan alkali bakal menetralkan masam dan mengurangi TAN. Namun seiring penggunaan aditif deterjen, Angka Basa Total (TBN) bakal menurun hingga oli perlu diganti. Oleh lantaran itu, pengukuran TBN sangat krusial untuk keahlian mesin dan efektivitas pelumas.

Baca Juga : Apa itu Friction Modifer

Dalam aplikasi suhu tinggi, senyawa logam meninggalkan endapan abu saat terbakar. Aditif deterjen digunakan untuk membersihkan endapan ini. Namun, dispersant juga disertakan untuk membantu agar partikel jelaga mesin tetap tersuspensi dan mencegah penggumpalan (pembentukan endapan jelaga nan lebih besar). Jadi singkatnya, aditif deterjen itu bukan berfaedah untuk membersihkan mesin nan sudah kotor dan berkerak ya. Namun sifatnya hanya menjaga mesin agar tetap bersih dari potensi endapan sludge, varnish, dan juga abu hasil pembakaran. Jangan salah mengerti lagi ya.

Selengkapnya
Sumber Informasi Otomotif Deltalube
Informasi Otomotif Deltalube