Waduh! Trader Kripto Berharap Pandemi Baru Demi Koin Meme Hantavirus

Sedang Trending 6 jam yang lalu

– Sejumlah trader mata uang digital memicu kontroversi setelah terang-terangan berambisi munculnya pandemi global baru demi mendorong reli koin meme berikutnya.

Spekulasi ini muncul setelah pandemi hantavirus dilaporkan terjadi di sebuah kapal pesiar nan berangkat dari Argentina. Di media sosial X, beberapa trader apalagi mulai mengaitkan potensi penyebaran virus tersebut dengan kesempatan munculnya “memecoin supercycle.”

Salah satu akun X berjulukan “@jeetassassin,” nan mempunyai badge dari exchange berbasis Solana Moonshot, menulis bahwa hantavirus “akan memicu supercycle koin meme berikutnya.”

Tak lama setelah itu, Moonshot mengumumkan telah memverifikasi token bertema hantavirus berjulukan HANTA nan dibuat melalui platform Pump Fun. Token tersebut menggunakan gambar AI berupa virus dan tikus sebagai identitas proyeknya.

Trader Memecoin Berharap Volume Pasar Meledak Lagi

CEO Nansen, Alex Svanevik ikut menyinggung kejadian tersebut dengan mengatakan bahwa pandemi COVID-19 pada 2020 melahirkan era “DeFi summer,” sementara pandemi baru bisa saja memicu “agentic summer.”

Di media sosial, sejumlah trader koin meme apalagi secara terbuka berambisi pandemi betul-betul terjadi agar token bertema hantavirus bisa melonjak tajam.

Salah satu pengguna menulis bahwa trader koin meme mau bumi mengalami pandemi dunia lagi agar investasi US$ 500 mereka di token “handavirus” bisa naik 100 kali lipat.

Baca Juga: Strategy Rugi US$ 12,5 Miliar, Tapi Tetap Borong Bitcoin Besar-Besaran

Pengguna lain nan memakai badge Pump Fun juga mempertanyakan apakah pandemi hantavirus bisa memicu supercycle baru di pasar memecoin.

Fenomena ini memunculkan kritik terhadap budaya spekulasi ekstrem di sektor koin meme, di mana sebagian trader dianggap mulai tidak peduli terhadap rumor dunia selama volatilitas pasar meningkat.

WHO Tegaskan Hantavirus Tidak Seperti COVID-19

Meski hype koin meme mulai berkembang, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan bahwa hantavirus sangat berbeda dengan COVID-19 dan tidak mudah menyebar secara global.

Virus Andes hantavirus dilaporkan terdeteksi di kapal pesiar nan berangkat dari Argentina bulan lalu. Lima penumpang dipastikan terinfeksi, tiga lainnya diduga tertular, dan tiga korban dilaporkan meninggal dunia.

Namun, WHO menegaskan akibat bagi publik tetap rendah.

Epidemiolog WHO, Maria van Kerkhove, mengatakan bahwa virus tersebut tidak menyebar seperti COVID-19 maupun influenza.

Menurut WHO, penularan hantavirus memerlukan kontak dekat dan berjalan cukup lama, sehingga kesempatan menjadi pandemi dunia jauh lebih kecil.

Meski demikian, hantavirus tetap tergolong rawan lantaran dapat menyebabkan hantavirus cardiopulmonary syndrome, penyakit pernapasan dengan tingkat kematian nan dapat mencapai 50 persen.

Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.

Selengkapnya
Sumber cryptoharian
cryptoharian