Tata Sara Shalat Istikharah– Dalam kehidupan seorang Muslim, pilihan dan keputusan adalah bagian nan tidak terpisahkan dari aktivitas sehari-hari. Ketika dihadapkan pada kebimbangan dalam memilih sesuatu nan berkarakter mubah, Islam mengajarkan sebuah ibadah unik untuk memohon petunjuk Allah SWT, ialah shalat istikharah. Nah ini tata langkah shalat Istikharah.
Sayyid Sabiq dalam kitab kitab Fiqhus Sunnah Jilid I laman 211, menjelaskan bahwa shalat istikharah disunnahkan bagi seseorang nan hendak mengambil keputusan dalam urusan nan diperbolehkan (mubah), namun tetap diliputi keraguan tentang pilihan nan paling baik.
Dalam keadaan seperti itu, seorang Muslim dianjurkan untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan melaksanakan dua rakaat shalat di luar shalat fardhu. Shalat ini boleh diambil dari shalat sunnah nan biasa dilakukan, seperti rawatib alias tahiyyatul masjid, baik pada waktu malam maupun siang hari, sesuai kesempatan nan ada.
Pada kedua rakaat tersebut, setelah membaca Al-Fatihah, diperbolehkan membaca surat alias ayat Al-Qur’an apa saja. Setelah itu, dianjurkan untuk memanjatkan angan istikharah, memohon petunjuk Allah agar diberikan pilihan terbaik nan membawa kebaikan di bumi dan akhirat.
Simak keterangan Sayyid Sabiq dalam kitab Fiqhus Sunnah ini;
[صلاة الاستخارة] يسن لمن أراد أمرا من الامور المباحة (١) والتبس عليه وجه الخير فيه أن يصلي ركعتين من غير الفريضة ولو كانتا من السنن الراتبة أو تحية المسجد في أي وقت من الليل أو النهار يقرأ فيهما بما شاء بعد الفاتحة،
Artinya; “Shalat istikharah disunnahkan bagi seseorang nan hendak melakukan suatu urusan nan diperbolehkan (mubah), tetapi dia merasa ragu tentang mana nan lebih baik dalam urusan tersebut. Hendaknya dia melaksanakan dua rakaat selain shalat fardhu, meskipun itu dari shalat sunnah rawatib alias tahiyyatul masjid, pada waktu malam ataupun siang hari. Dalam kedua rakaat tersebut, dia boleh membaca apa saja setelah membaca Al-Fatihah.”
Lebih jauh, Syekh Nawawi al-Bantani Nawawi al-Bantani dalam kitab Nihayatuz Zain menjelaskan adanya corak shalat istikharah nan dikenal di kalangan para sufi, ialah istikharah mutlak. Amalan ini berbeda dari istikharah nan umum dilakukan untuk memilih satu keputusan tertentu.
Dalam praktiknya, istikharah absolut dilakukan dengan dua rakaat shalat nan dikerjakan secara rutin oleh sebagian orang nan mendekatkan diri kepada Allah.
Tujuannya bukan hanya untuk meminta petunjuk dalam satu persoalan khusus, tetapi lebih luas lagi: memohon agar seluruh aktivitas baik mobilitas maupun tak bersuara sejak saat itu hingga waktu nan sama pada hari berikutnya, menjadi kebaikan.
Simak keterangan Syekh Nawawi ini;
ومنه صلاة الاستخارة المعروفة عند الصوفية وهي الاستخارة المطلقة التي يعملها اهل الله كل يوم وهي ركعتان غير الاستخارة المشهورة يقصد بهما ان تكون حركاته وسكناته من هذا الوقت الى مثله من اليوم الاخر خيرا في حقه وحق غيره وان تكون حركات غيره وسكناته في تلك المدة خيرا في حقه هو.
Artinya; Di antaranya adalah shalat istikharah nan dikenal di kalangan sufi, ialah istikharah absolut nan diamalkan oleh orang-orang Allah setiap hari. Shalat ini terdiri dari dua rakaat, berbeda dengan istikharah nan umum dikenal.
Tujuannya adalah agar seluruh mobilitas dan diamnya seseorang sejak waktu itu hingga waktu nan sama di hari berikutnya menjadi kebaikan bagi dirinya dan bagi orang lain, serta agar seluruh mobilitas dan tak bersuara orang lain dalam rentang waktu tersebut juga menjadi kebaikan bagi dirinya.
Tata Cara Shalat Istikharah
Berikut urutan penyelenggaraan shalat istikharah nan umum diamalkan:
1. Niat
Niat dilakukan di dalam hati, dan boleh dilafalkan sebelum takbiratul ihram:
أُصَلِّى سُنَّةَ الاِسْتِخَارَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Ushallî sunnatal istikhârati rak‘ataini lillâhi ta‘âlâ
Artinya: “Aku beriktikad shalat sunnah istikharah dua rakaat lantaran Allah Ta’ala.”
2. Pelaksanaan Shalat Dua Rakaat
Shalat dilakukan sebagaimana shalat sunnah pada umumnya, dengan rincian:
- Rakaat pertama:
Membaca Al-Fatihah, kemudian disunnahkan membaca Surat Al-Kafirun - Rakaat kedua:
Membaca Al-Fatihah, kemudian disunnahkan membaca Surat Al-Ikhlas
Gerakan shalat seperti ruku’, i’tidal, sujud, hingga salam dilakukan sebagaimana shalat biasa.
3. Membaca angan setelah salam.
اللَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلَا أَقْدِرُ وَتَعْلَمُ وَلَا أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ
اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الْأَمْرَ خَيْرٌ لِي فِي دِينِيْ وَدُنْيَايَ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ وَعَـاجِلِهِ وَآجِـلِهِ فَاقْدُرْهُ لِيْ وَبَارِكْ لِي فِيهِ ثُمَّ يَسِّرْهُ لِي وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الْأَمْرَ شَرٌّ لِي فِي دِينِيْ وَدُنْيَايَ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ عَاجِلِهِ وَآجِـلِهِ فَاصْرِفْنِيْ عَنْهُ وَاصْرِفْهُ عَنِّيْ وَاقْدُرْ لِي الْخَيْرَ أَيْنَـــمَا كَانَ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ وَ صَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
Artinya; “Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam. Ya Allah, sesungguhnya saya memohon pilihan kepada-Mu dengan ilmu-Mu, saya memohon kekuasaan kepada-Mu dengan kekuasaan-Mu, dan saya memohon kepada-Mu dari keutamaan-Mu nan agung. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa sedangkan saya tidak berkuasa, Engkau Maha Mengetahui sedangkan saya tidak mengetahui, dan Engkau Maha Mengetahui segala nan gaib.
Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa urusan ini baik bagiku dalam agamaku, kehidupanku di dunia, dan akibat urusanku—baik nan segera maupun nan bakal datang—maka tetapkanlah dia untukku, berkahilah dia untukku, kemudian mudahkanlah dia bagiku.
Namun jika Engkau mengetahui bahwa urusan ini jelek bagiku dalam agamaku, kehidupanku di dunia, dan akibat urusanku—baik nan segera maupun nan bakal datang—maka jauhkanlah dia dariku dan jauhkanlah saya darinya, serta tetapkanlah kebaikan untukku di mana pun kebaikan itu berada. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. Dan semoga Allah melimpahkan shalawat kepada junjungan kami Nabi Muhammad, dan segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.”
Shalat istikharah merupakan salah satu corak ikhtiar seorang hamba dalam memohon pertimbangan dan melibatkan Allah SWT dalam setiap keputusan krusial kehidupannya. Melalui istikharah, seorang muslim diajarkan untuk menghadirkan ketenangan batin, menumbuhkan sikap pasrah, serta meyakini bahwa apa nan dipilih oleh Allah adalah pilihan terbaik, meskipun tidak selalu sesuai dengan kemauan pribadi.
6 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·