Tantang Kepemimpinan Tobias di KONI KBB, Yacob Anwar Lewi: Harus Bisa Kembalikan Kejayaan Olahraga Bandung Barat

Sedang Trending 1 hari yang lalu

KBB, BANGBARA.COM – Terpilihnya Tobias Ginanjar sebagai Ketua KONI Kabupaten Bandung Barat (KBB) membawa angan sekaligus tantangan besar bagi bumi olahraga di wilayah tersebut.

Mantan Ketua 1 KONI KBB nan juga pengurus FORKI Jawa Barat, Yacob Anwar Lewi, angkat bicara mengenai PR berat nan kudu segera diselesaikan untuk memperbaiki ranking KBB di kancah Porprov Jabar.

Yacob mengakui bahwa meski Tobias mempunyai kapabilitas manajerial, namun memimpin KONI bukanlah perihal nan instan.

Baca Juga: Hingga Akhir Waktu Penjaringan Calon Ketua P4KBB Belum ada nan Daftar, Yacob Anwar Lewi Siap Jadi Ketua Lagi

Ia menyoroti penurunan prestasi KBB nan merosot ke ranking 8 pada Porprov Jabar sebelumnya, setelah sempat bertengger di posisi 4 dan 5 besar.

Prioritas: Pulangkan Atlet "Hijrah"

Menurut Yacob, masalah utama nan kudu dihadapi Tobias adalah pembinaan atlet nan terburu-buru mengingat waktu nan tersisa sangat singkat. Ia memberikan saran strategis agar Ketua KONI nan baru konsentrasi pada dua perihal utama:

  1. Mempertahankan Atlet: Mencegah agar atlet potensial nan ada saat ini tidak pindah ke wilayah lain.

  2. Menjemput Atlet Berprestasi: Melakukan pendekatan serius untuk menarik kembali para atlet original Bandung Barat nan sebelumnya pindah ke wilayah lain (seperti Bogor alias Sukabumi) lantaran kurangnya perhatian.

"Pak Tobias kudu bisa mengambil alih kembali atlet-atlet nan dulu lari dari Bandung Barat lampau keluar kota lainnya lantaran kurang diperhatikan. Jika mau kejayaan olahraga kita naik, mereka kudu ditarik pulang lagi," ujar Yacob kepada Bangbara di kediamannya, Kamis (21/5/2026).

Baca Juga: Heboh! Soroti Kebijakan Biaya, Wali Murid SMK Tunas Bangsa Bandung Barat Keluhkan Sistem Administrasi

Kebutuhan Anggaran dan Fasilitas

Yacob juga menyoroti urgensi pemenuhan akomodasi latihan. Ia menilai support anggaran di atas Rp10 miliar sangat krusial bagi bagian olahraga (cabor).

Ia menegaskan bahwa mustahil mencetak atlet berprestasi jika perangkat latihan sudah rusak alias tidak memadai.

"Cabor bela diri butuh matras dan pelindung nan standar, cabor menembak dan dayung juga memerlukan peralatan nan mahal. Jika tidak ada alat, gimana atlet bisa berprestasi?" tegasnya.

Intensitas Latihan Harus Ditingkatkan

Selain fasilitas, Yacob menekankan perlunya konsistensi pembinaan. Ia menyarankan agar gelombang latihan para atlet ditingkatkan secara drastis, dari nan semula tiga kali seminggu menjadi setiap hari.

Baginya, pembinaan olahraga adalah bagian nan tidak bisa dikerjakan dengan separuh hati.

Ketua P4KBB Yacob Minta Regenerasi Kepemimpinan Tetap Jaga Semangat Pemekaran KBB

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian alias keseluruhan tulisan
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: M Syachruddien

Tags

Selengkapnya
Sumber Informasi Berita Bangbara
Informasi Berita Bangbara