Serba-serbi Tensioner Rantai Keteng

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Pada sebuah motor bergenre 4-tak, timing chain alias biasa disebut rantai keteng mempunyai peran nan sangat penting, ialah menghubungkan kruk as dengan noken as agar klep bensin dan klep buang bisa terbuka dan tertutup di waktu nan tepat. Agar rantai keteng ini bisa bekerja dengan akurat, diperlukan satu komponen mini nan bekerja menjaga kestabilannya, ialah tensioner rantai keteng (penegang rantai). Tanpa adanya tensioner, mesin motor bisa mengalami kerusakan fatal. Yuk belajar bareng soal serba-serbi mengenai fungsi, langkah kerja, dan tanda-tanda kerusakan pada tensioner rantai keteng.

Fungsi Utama Tensioner Rantai Keteng

Secara garis besar, tensioner mempunyai kegunaan menjaga kondisi ketegangan rantai agar selalu ideal. Berikut adalah rincian fungsinya:

Menjaga Rantai Tetap Tegang (Tidak Kendur): Seiring pemakaian, rantai keteng bakal mengalami kemuluran akibat panas dan gesekan. Fungsi utama tensioner adalah menekan alas rantai (chain guide) agar rantai tetap berada dalam posisi tegang dan tidak kendur.

Mencegah Rantai Keteng Loncat (Slipped Timing): Jika rantai keteng kendur, rantai tersebut bisa melompati gigi pada gir noken as (sprocket). Jika posisi gigi bergeser apalagi hanya satu mata gir saja, waktu buka-tutup klep menjadi kacau.

Meredam Getaran dan Suara Bising: Rantai nan bergerak dengan kecepatan ribuan RPM di dalam mesin bakal menghasilkan getaran hebat. Tensioner berfaedah meredam getaran tersebut sehingga mesin motor terdengar halus.

Cara Kerja Tensioner Rantai Keteng

Tensioner bekerja dengan langkah memberikan tekanan konstan pada karet alas (guide tensional) nan langsung bergesekan dengan rantai keteng. Di pasaran, ada dua jenis sistem tensioner nan paling sering digunakan pada sepeda motor:

Tensioner Model Per/Mekanis (Manual & Otomatis)

Model ini menggunakan per di dalamnya. Pada jenis otomatis nan banyak digunakan motor modern, terdapat sistem ulir searah dan per di dalamnya. Ketika rantai mulai kendur, per bakal mendorong batang penekan ke depan. Mekanisme ulir ini mengunci batang tersebut agar tidak bisa membal kembali ke belakang, sehingga tekanan pada rantai tetap stabil.

Tensioner Hidrolik

Model ini umumnya ditemukan pada motor-motor berperforma tinggi alias motor matic besar. Tensioner ini tidak hanya mengandalkan per, tetapi juga memanfaatkan tekanan oli mesin. Saat mesin menyala dan pompa oli bekerja, oli bakal masuk ke dalam silinder tensioner dan memberikan tekanan hidrolik untuk mendorong rantai keteng. Kelebihannya, tekanan nan diberikan bisa menyesuaikan dengan RPM mesin secara lebih fleksibel.

Dampak Saat Tensioner Rantai Keteng Rusak

Tensioner adalah komponen nan bisa melemah seiring berjalannya waktu. Ketika per di dalam tensioner sudah patah alias aus, komponen ini tidak bisa lagi menahan rantai keteng. Berikut adalah rentetan masalah nan bakal terjadi:

Muncul Suara Tek-Tek-Tek nan Kasar: Ini adalah indikasi awal nan paling mudah dikenali. Ketika tensioner melemah, rantai keteng nan kendur bakal bergetar dahsyat dan menghantam tembok blok mesin, menimbulkan bunyi gemercik alias ketukan kasar nan konstan, terutama saat mesin stasioner (idle).

Performa Motor Turun dan Brebet: Rantai nan kendur membikin waktu (timing) buka-tutup klep menjadi sedikit bergeser dari nan seharusnya. Akibatnya, kompresi mesin bocor, tarikan motor terasa berat, posisinya tidak sinkron, dan motor sering brebet.

Kerusakan Fatal: Klep Tabrakan dengan Piston: Ini adalah skenario terburuk (engine disaster). Jika tensioner betul-betul jebol, rantai keteng bisa lepas alias loncat beberapa gigi dari girnya. Akibatnya, klep bisa terbuka di saat piston sedang menuju ke atas. Benturan keras antara klep dan piston tidak terhindarkan, nan menyebabkan klep bengkok, piston bolong, dan Anda kudu melakukan turun mesin total dengan biaya nan sangat besar.

Baca Juga : Ini Penyebab Piston Motor Baret

Tips Perawatan agar Tensioner Awet

Jangan Telat Ganti Oli Mesin: Terutama untuk jenis hidrolik, kualitas oli nan jelek alias volume oli nan kurang bakal langsung menurunkan tekanan pada tensioner. Oli nan kotor juga bisa menyumbat sistem ulir pada tensioner mekanis.

Gunakan Komponen Original: Banyak pemilik motor mengganti tensioner dengan jenis “racing” manual nan disetel menggunakan baut biasa secara permanen. Jika setelan manual terlalu kencang, rantai keteng justru bakal sigap putus dan mengikis lenyap alas karetnya. Menggunakan jenis otomatis original bawaan pabrik adalah pilihan paling kondusif untuk harian.

Selengkapnya
Sumber Informasi Otomotif Deltalube
Informasi Otomotif Deltalube