Kebiasaan Yang Mempercepat Kerusakan Power Steering

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Sistem power steering mobil, baik jenis hidrolik konvensional maupun Electronic Power Steering (EPS) nan lebih modern, diciptakan untuk membikin setir terasa ringan dan berkendara menjadi nyaman. Sayangnya, banyak pengemudi nan tidak sadar bahwa kebiasaan mengemudi sehari-hari bisa menjadi musuh utama bagi komponen ini. Jika dibiarkan, komponen power steering bisa jebol dan biaya perbaikannya tergolong bakal menguras kantong. Apa saja sih, kebiasaan-kebiasaan nan sering membikin power steering sigap rusak?

Memutar Setir Sampai Mentok

Ini adalah kebiasaan nan paling sering dilakukan saat sedang putar kembali alias parkir di ruang sempit. Memutar kemudi dan menahannya dalam posisi mentok sangat berbahaya, terutama bagi kendaraan dengan sistem hidrolik. Saat setir diputar mentok, pompa power steering bakal bekerja ekstra keras menghasilkan tekanan hidrolik maksimal. Menahannya lebih dari beberapa detik bakal membikin suhu minyak power steering melonjak drastis. Suhu panas ini bakal merusak seal karet di dalam sistem, memicu kebocoran minyak, dan memperpendek umur pompa itu sendiri. Jika terpaksa kudu memutar setir sampai habis, segera kendurkan alias balikkan sedikit setir (sekitar 1–2 cm) agar tekanan hidrolik kembali turun.

Memutar Setir dalam Kondisi Diam Total

Saat hendak keluar dari parkiran nan pararel alias sempit, banyak pengemudi memutar setir terlebih dulu sebelum mobil bergerak. Kebiasaan ini memberikan beban kerja nan sangat ekstrem pada komponen kemudi. Ketika mobil diam, style gesek antara ban dan aspal berada di titik tertinggi. Jika Anda memaksakan setir berputar, power steering dipaksa mengeluarkan tenaga ekstra besar untuk melawan style gesek tersebut. Pada sistem EPS, motor listrik bakal dipaksa bekerja berat nan memicu panas berlebih pada komponen elektronik (overheat). Pada sistem hidrolik, ini bakal mempercepat keausan steering rack dan pompa. Biasakan untuk memutar setir sembari melajukan mobil perlahan meskipun hanya bergerak sedikit demi sedikit.

Parkir dengan Posisi Ban Depan Belok

Meninggalkan mobil di area parkir dengan kondisi roda depan tetap berbelok adalah kebiasaan jelek nan sering dianggap sepele. Posisi ban nan berbelok membikin salah satu sisi as hidrolik tetap menerima tekanan tinggi secara terus-menerus meskipun mesin mati. Hal ini membikin sil karet di satu sisi sigap melar dan bocor. Kondisi ini memberikan beban tetap nan tidak seimbang pada tierod dan komponen mekanis kemudi. Selalu pastikan posisi ban depan sudah betul-betul lurus sebelum Anda mematikan mesin dan keluar dari mobil.

Baca Juga : Ciri-ciri Cairan Power steering Mesti Diganti

Malas Cek Minyak Power Steering

Khusus untuk mobil nan tetap menggunakan sistem hidrolik, minyak power steering bertindak sebagai darah nan menyalurkan tenaga. Banyak pemilik mobil mengira minyak ini tidak perlu diganti selama tidak bocor. Padahal, seiring waktu, minyak bakal terkontaminasi oleh debu, gesekan material logam, dan kehilangan kekentalannya akibat panas. Minyak nan kotor dan mengental bakal membikin pompa bekerja lebih berat dan merusak tembok silinder steering rack. Jika volume minyak berkurang akibat rembesan lembut nan dibiarkan, pompa bakal kemasukan udara (masuk angin), menimbulkan bunyi mendengung kasar, dan berhujung dengan kerusakan total.

Selengkapnya
Sumber Informasi Otomotif Deltalube
Informasi Otomotif Deltalube