Serba-serbi Sekring Mobil yang Perlu Dipahami

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Ketika sedang berkendara mobil di jalan gelap nan sangat memerlukan penerangan dari mobil, tiba-tiba lampu utama mati. Kondisi seperti ini sangat menjengkelkan dan mungkin terjadi pada mobil. Jangan panik dulu, kemungkinan besar penyebabnya bukan kerusakan mesin berat, melainkan komponen mini berjulukan sekring (fuse). Meskipun ukurannya mini, sekring merupakan “satpam” sistem kelistrikan mobil. Biar lebih paham, mari kita bedah serba-serbi sekring mobil lebih dalam.

Sebelumnya kami jelaskan terlebih dahulu, sebuah sekring adalah komponen pengaman listrik nan berfaedah untuk memutuskan arus listrik secara otomatis jika terjadi kelebihan beban alias hubungan arus pendek. Tanpa sekring, kabel-kabel di mobil bisa kepanasan, meleleh apalagi bisa menyebabkan kebakaran pada kendaraan.

Di bumi otomotif, ada beberapa jenis sekring nan umum digunakan. Dengan mengenali jenisnya bakal memudahkan Anda saat kudu membeli cadangan. Berikut adalah jenis-Jenis Sekring Mobil Berdasarkan Bentuk:

Sekring Blade/Tancap (Blade Fuse): Jenis paling umum di mobil modern, berbentuk pipih dengan material plastik tahan panas dan terminal logam. Terdiri dari ukuran mini, standar, dan maxi.

Sekring Tabung (Glass Cartridge/Tube): Berbentuk tabung kaca alias keramik dengan ujung logam, sering ditemukan pada mobil keluaran 1980-an.

Sekring Kotak (Case/Cartridge Fuse): Berbentuk kotak, sering digunakan untuk arus lebih besar, terutama di ruang mesin.

Fusible Link/Yazaki: Sekring jenis kabel nan dirancang untuk arus utama, sering terhubung langsung dengan aki untuk keamanan tinggi.

Arti Kode Warna pada Sekring

Anda tidak perlu menghafal nomor mini nan tertera di badan sekring. Pabrikan sudah memberikan standarisasi warna untuk menunjukkan kapabilitas arus (Ampere):

Oranye 5A, Cokelat 7.5A, Merah 10A, Biru 15A, Kuning 20A, Putih/Bening 25A, Hijau 30A

Catatan Penting: Jangan pernah mengganti sekring nan putus dengan Ampere nan lebih tinggi (misal: merah diganti kuning). Hal ini berisiko membikin kabel meleleh lantaran arus nan lewat melampaui ketahanan kabel.

Baca Juga : Mengenal Jenis Sekring Mobil

Sekring putus sekali mungkin hanya lantaran usia alias lonjakan arus sesaat. Namun, jika sekring nan sama putus berulang kali, itu pertanda ada masalah lebih serius, seperti:

Korsleting: Ada kabel nan terkelupas dan menempel ke bodi mobil.

Beban Berlebih: Anda memasang aksesori tambahan (lampu LED rakus daya, audio subwoofer) nan melampaui kapabilitas kabel bawaan.

Komponen Rusak: Misalnya motor power window nan macet bakal menarik arus sangat tinggi hingga memutus sekring.

Sekring adalah pertahanan pertama mobil terhadap ancaman listrik. Ada baiknya selalu menyediakan sekring persediaan di laci mobil untuk situasi darurat di tengah jalan.

Selengkapnya
Sumber Informasi Otomotif Deltalube
Informasi Otomotif Deltalube