Sempat 'Menghilang' Usai Dihujat Netizen, MC LCC MPR Kalbar Akhirnya Muncul dan Akui Khilaf Soal Ucapan 'Hanya Perasaan'

Sedang Trending 45 menit yang lalu

Nasional, BANGBARA.COM – Sosok Shindy Lutfiana, pembawa aktivitas (Master of Ceremony) dalam arena final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat, akhirnya kembali muncul ke publik. Setelah sempat menjadi sasaran kemarahan warganet hingga akun media sosialnya raib, Shindy secara resmi menyampaikan permohonan maaf terbuka.

Polemik ini bermulai dari ucapan Shindy nan dinilai meremehkan emosi peserta didik saat melayangkan protes terhadap majelis juri. Kalimatnya, "Mungkin itu hanya emosi adik-adik saja," seketika viral dan dianggap sebagai corak gaslighting terhadap siswa SMAN 1 Pontianak nan sedang memperjuangkan keadilan penilaian.

Sempat Menghilang dari Jagat Maya

Tekanan publik nan begitu besar sempat membikin akun IG pribadi Shindy tidak dapat diakses alias hilang. Banyak warganet nan menduga perihal itu terjadi akibat banyaknya laporan (report) dari netizen nan geram alias kesengajaan untuk menghindari perundungan digital.

Baca Juga: Viral MC LCC MPR RI Kalbar 'Hanya Perasaan Adik-adik Saja' Akhirnya Minta Maaf, MPR Nonaktifkan Juri dan MC

"Shindy Lutfiana MC nan remehkan siswa 'hanya emosi adik-adik saja', IG-nya hilang," tulis salah satu unggahan di akun IG @jogjastudent pada Rabu (13/5/2026).

Namun, pada hari nan sama, Shindy muncul kembali untuk memberikan penjelasan dan mengakui bahwa tindakan serta diksi nan dia gunakan sangat tidak pantas.

Akui Kesalahan dan Sampaikan Permohonan Maaf

Dalam pernyataan tertulisnya, Shindy mengaku sangat menyesal dan menyadari bahwa posisinya sebagai MC semestinya berkarakter netral dan suportif, bukan justru menjatuhkan mental peserta.

"Dengan segala kerendahan hati, saya menyampaikan permohonan maaf nan sebesar-besarnya atas semua ucapan saya, 'hanya emosi adik-adik saja', nan semestinya tidak patut saya sampaikan dalam kapabilitas saya sebagai MC pada aktivitas tersebut," ungkap Shindy dalam unggahan di media sosialnya, Rabu (13/5/2026).

Ia menambahkan bahwa dirinya menyadari sepenuhnya pernyataan tersebut telah melukai emosi banyak pihak, terutama para siswa nan telah berjuang keras mempersiapkan diri untuk lomba tersebut.

Baca Juga: Kuota Haji Bandung Barat 2026 Anjlok drastis, Hanya 89 Jemaah Diberangkatkan ke Tanah Suci

Fokus Evaluasi dan Permohonan Maaf kepada SMAN 1 Pontianak

Shindy secara unik menyoroti kekecewaan nan dirasakan oleh tim dari SMAN 1 Pontianak. Ia memahami bahwa ketidaknyamanan nan muncul telah mencoreng sportivitas aktivitas nan semestinya berjalan edukatif tersebut.

"Saya menyadari sepenuhnya bahwa pernyataan tersebut telah menimbulkan kekecewaan dan ketidaknyamanan, khususnya bagi adik-adik peserta lomba dan guru-guru pendamping dari SMA Negeri 1 Pontianak," imbuhnya.

Tak lupa, dia juga meminta maaf kepada seluruh masyarakat Kalimantan Barat nan merasa tersakiti oleh sikapnya di ruang publik.

Berjanji Akan Lebih Bijak dalam Memilih Diksi

Peristiwa ini diakui Shindy sebagai tamparan keras sekaligus pembelajaran berbobot bagi kariernya sebagai pemandu acara. Ia berkomitmen untuk lebih berhati-hati dan bijak dalam berkomunikasi di depan umum agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Polda NTT Turunkan 3.227 Personel Jaga Semana Santa dengan Hati

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian alias keseluruhan tulisan
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: M Syachruddien

Tags

Selengkapnya
Sumber Informasi Berita Bangbara
Informasi Berita Bangbara