Secara sadar alias tidak, mungkin saja pernah melakukan kesalahan fatal seperti salah memasukkan jenis oli. Misalnya oli transmisi masuk ke dalam mesin. Meski keduanya sama-sama berstatus “oli” alias pelumas, oli mesin dan oli transmisi mempunyai karakteristik, viskositas, dan formula kimia nan berbeda bak bumi dan langit. Kami bakal jelaskan kenapa tindakan ini sangat rawan dan kerusakan apa saja nan bakal terjadi pada mesin mobil.
Untuk mengerti bahayanya, kita kudu tahu dulu kenapa kedua oli ini tidak boleh saling berganti tempat. Oli mesin dirancang untuk bekerja pada suhu nan sangat tinggi, menahan tekanan pembakaran internal, membersihkan kerak karbon, dan mempunyai tingkat kekentalan (viscosity) nan bergerak misalnya 0W-20, 10W-40 agar bisa mengalir sigap saat mesin dingin dan tetap melindungi saat mesin panas.
Sedangkan oli transmisi terutama ATF (Automatic Transmission Fluid) mempunyai kekentalan nan jauh lebih encer, mengandung aditif detergen nan sangat pekat, serta unsur friction modifiers nan dirancang unik untuk menggerakkan sistem hidrolik dan melumasi kopling basah pada transmisi. Oli transmisi tidak dirancang untuk menghadapi suhu ekstrem di ruang bakar mesin.
Jika oli transmisi masuk ke dalam mesin dan mobil dipaksa berjalan, berikut adalah rantai kerusakan nan bakal terjadi.
Oli transmisi terlalu encer untuk standar mesin mobil modern. Saat mesin mencapai suhu kerja optimalnya, oli transmisi bakal menjadi sangat cair seperti air. Akibatnya, lapisan movie pelindung (oil film) bakal pecah. Komponen nan bersenggolan dengan kecepatan tinggi seperti piston, tembok silinder, kruk as, dan noken as bakal saling beradu secara langsung tanpa pelindung. Ini memicu keausan masif dalam hitungan menit.
Selain itu, oli transmisi mempunyai flash point (titik nyala api) nan berbeda dari oli mesin. Karena tidak kuat menahan panasnya ruang bakar, oli transmisi bakal mulai menguap dan ikut terbakar.
Aditif kimia di dalam oli transmisi seperti sulfur dan fosfor berkadar tinggi, sehingga tidak ramah terhadap sistem pembuangan. Ketika oli ini terbakar dan gasnya mengalir ke knalpot, unsur kimia tersebut bakal meracuni dan menyumbat Catalytic Converter. Komponen ini sangat mahal untuk diganti.
Baca Juga : Waktu Terbaik Ganti Oli Motor Matic, Jangan Sampai Lewat
Oli transmisi mempunyai kandungan detergen nan sangat kuat untuk membersihkan jalur hidrolik transmisi. Jika masuk ke mesin, detergen ini bakal mengikis semua endapan kotoran lama di mesin secara garang dan instan. Kotoran ini kemudian menggumpal (sludge) dan menyumbat oil strainer (saringan oli mesin). Jika saringan tersumbat, aliran oli total terhenti, menyebabkan mesin langsung macet total.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·