Mengapa Oli Mesin Motor Matic Baru Cepat Berkurang Padahal Tidak Bocor? Ini Penyebabnya

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Bagi pemilik sepeda motor matic baru, memeriksa dipstick oli dan mendapati volumenya berkurang drastis, tentu bisa memicu rasa panik. Pikiran pertama nan terlintas biasanya adalah adanya kebocoran. Namun, setelah diperiksa secara saksama, area kolong mesin kering, tidak ada tetesan oli, dan knalpot pun tidak mengepulkan asap putih. Mengapa perihal ini bisa terjadi pada motor nan tetap relatif baru?

Fenomena ini sebenarnya cukup sering terjadi, terutama pada motor matic modern performa tinggi. Berikut adalah beberapa aspek utama kenapa oli mesin motor matic baru bisa menyusut tanpa adanya kebocoran fisik.

1. Proses Penguapan Akibat Suhu Tinggi

Motor matic modern umumnya mempunyai kompresi mesin nan cukup tinggi untuk mengejar efisiensi bahan bakar dan tenaga nan responsif. Kompresi tinggi ini menghasilkan suhu kerja mesin nan sangat panas. Oli mesin mempunyai pemisah titik penguapan. Di bawah suhu ekstrem di dalam ruang crankcase, sebagian partikel oli bakal menguap.

Penyebab lain adalah motor matic nan umumnya hanya menampung oli mesin dalam jumlah sedikit, berkisar antara 650 ml hingga 1 liter. Karena volumenya nan sedikit, beban kerja oli dalam mendinginkan mesin menjadi lebih berat, sehingga laju penguapan menjadi lebih terasa dibanding mobil alias motor sport berkapasitas oli besar.

2. Desain Ring Piston Modern nan Lebih “Longgar”

Demi mengejar izin emisi nan ketat dan efisiensi bahan bakar, banyak pabrikan motor matic saat ini merancang ring piston dengan tingkat bentrok nan sangat rendah. Ring piston dibuat lebih tipis dan mempunyai daya tekan nan lebih lentur ke tembok silinder. Efek positifnya, mesin menjadi sangat ringan saat berakselerasi dan irit bensin.

Namun, pengaruh sampingnya adalah keahlian ring dalam “menyapu” oli di tembok silinder tidak sebersih ring piston model lama. Sedikit sisa oli nan tertinggal di tembok silinder akhirnya menguap alias terbakar di setiap siklus mesin.

3. Penggunaan Oli nan Encer

Motor matic keluaran terbaru kebanyakan direkomendasikan menggunakan oli dengan spesifikasi viskositas nan rendah, seperti SAE 10W-30 alias apalagi SAE 5W-30. Oli encer sangat baik untuk melumasi celah-celah mesin modern nan sangat rapat secara sigap sejak mesin pertama kali dinyalakan.

Sayangnya, sifat dasar oli nan lebih encer membuatnya lebih rentan menguap ketika dihadapkan pada suhu panas nan ekstrem alias saat motor dipaksa bekerja keras seperti berakselerasi stop-and-go di kemacetan kota alias perjalanan jauh.

4. Perilaku Berkendara dan Kondisi Jalan

Cara Anda mengendarai motor matic baru juga sangat menentukan seberapa sigap oli menyusut. Gaya berkendara garang seperti sering membuka gas secara mendadak alias sering bermain di RPM tinggi, membikin suhu mesin melonjak drastis nan mempercepat penguapan oli.

Baca Juga : Penyebab Utama Oli Motor Sampai Habis

Kemacetan parah juga bisa membikin volume oli sigap berkurang. Apalagi di motor matic mengandalkan sistem pendinginan udara. Saat terjebak kemacetan, suhu mesin bakal meningkat tajam lantaran tidak ada angin alami dari depan nan membantu mendinginkan mesin, sehingga oli menguap lebih cepat.

Selengkapnya
Sumber Informasi Otomotif Deltalube
Informasi Otomotif Deltalube