BANDUNG, BANGBARA.COM — Pemerintah Kota Bandung resmi memulai uji coba pikulan kota listrik nan diberi nama “Angklung” di rute Gunung Batu menuju Stasiun Bandung.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyatakan bahwa kehadiran angkot listrik ini menjadi salah satu penerapan nyata dari konsep transportasi pandai di tengah tantangan kemacetan dan lingkungan.
“Ini merupakan corak penemuan baru nan kita jalankan. Memang belum sempurna, tapi kira-kira inilah salah satu corak hardware dari kendaraan angkot masa depan,” ujar Farhan, dikutip BANGBARACOM dari Antara.
Tahap awal uji coba dilakukan dengan satu unit kendaraan selama jangka waktu tiga bulan.
Baca Juga: Gelombang Demo di Pati Memanas: 6 Aktivis Ditangkap, Bupati Sudewo Tetap Tak Mau Mundur
Kendaraan ini diklaim bisa menempuh hingga 200 km dalam satu kali pengisian baterai, sementara jarak operasional per hari diperkirakan mencapai 180 km.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung (Dishub) Kota Bandung, Rasdian Setiadi, mengatakan bahwa langkah uji coba ini krusial untuk mengevaluasi respons masyarakat dan efektivitas operasionalnya sebelum digulirkan secara lebih luas.
“Kita mau lihat sejauh mana tanggapan masyarakat, lantaran kondisi angkot kita sekarang memang sudah cukup lama. Ini bagian dari upaya peremajaan dan peningkatan kualitas layanan,” kata Rasdian.
Menurut laporan, sistem pembayaran untuk Angklung menggunakan metode nontunai (cashless) dan nilai unitnya mencapai sekitar Rp 400 juta.
Baca Juga: Kebakaran Hebat di Jalan Soekarno Hatta Bandung, Warga Panik Asap Hitam Membumbung Tinggi
Ketua Koperasi Pemilik Angkutan Masyarakat (Kopamas) Kota Bandung, Budi Kurnia, menyatakan:
“Coba dong, ini ada pikulan baru, mari naik …” dan “Harga satu unit Angklung mencapai sekitar Rp 400 juta, tetapi biaya operasional kendaraan (BOK) jauh lebih murah.” dikutip BANGBARACOM dari Pikiran Rahyat.
Budi juga menegaskan bahwa meski belum banyak unit nan terlibat, pihaknya bakal mulai dengan satu unit untuk “testing the water” dan memandang gimana daya tahan baterai dalam kondisi nyata, termasuk uji ketahanan saat banjir.
Baca Juga: MKD DPR RI Jatuhkan Sanksi ke Sahroni, Nafa Urbach dan Eko Patrio, Uya Kuya dan Adies Kadir Bebas Pelanggaran Etik
“Sebenarnya kekhawatiran terhadap banjir itu enggak ada. Justru salah satu uji coba buat mobil ini, baterainya itu direndam pakai air,” tambahnya.
11 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·