Kasus Debu Kapur Cipatat-Padalarang Diselidiki, Dinkes KBB Kerahkan Pemeriksaan Kesehatan Massal Warga

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

BANDUNG BARAT, BANGBARA.COM – Polemik dugaan pencemaran debu kapur nan selama ini dikeluhkan penduduk di wilayah Kecamatan Cipatat dan Padalarang mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) KBB berbareng Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, pemeriksaan kesehatan massal mulai dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan masyarakat nan tinggal di sekitar area terdampak.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat, Lia Nurliani Sukandar, mengatakan aktivitas pemeriksaan kesehatan telah dimulai sejak Sabtu (25/7/2026).

Program tersebut merupakan kerjasama antara Dinkes Provinsi Jawa Barat, Dinkes KBB, puskesmas, rumah sakit, serta sejumlah akomodasi pelayanan kesehatan.

Baca Juga: Harlah ke-28, DPC PKB Bandung Barat Tanam 1.150 Pohon di Gunung Burangrang, Tegaskan Komitmen Green Party

Menurut Lia, pemeriksaan dilakukan melalui tracing Tuberkulosis (TBC) nan diintegrasikan dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Selain itu, masyarakat juga menjalani skrining gangguan saluran pernapasan menggunakan kuesioner PUMA, pemeriksaan kegunaan paru dengan spirometri, hingga pemeriksaan penunjang menggunakan portable X-ray.

"Pemeriksaan dilakukan melalui tracing TBC nan terintegrasi dengan program CKG, dilengkapi pemeriksaan kesehatan saluran pernapasan menggunakan kuesioner PUMA, spirometri, hingga pemeriksaan penunjang dengan portable X-ray," ujar Lia saat dikonfirmasi, Senin (27/7/2026).

Untuk menunjang pelayanan tersebut, Dinkes menyiapkan lima unit portable X-ray. Tiga unit merupakan support dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, sedangkan dua unit lainnya merupakan akomodasi milik Dinkes Kabupaten Bandung Barat.

Empat unit ditempatkan di Puskesmas Jayamekar, Tagogapu, Sumur Bandung, dan Cipatat, sementara satu unit lainnya disiagakan sebagai persediaan untuk mendukung pelayanan andaikan diperlukan.

Baca Juga: Update Darurat Kemarau! Dalam Sehari, Bandung Barat Dilanda 7 Kebakaran dan 2 Aksi Penyelamatan

Lia menjelaskan, antusiasme masyarakat mengikuti pemeriksaan kesehatan cukup tinggi. Di Puskesmas Sumur Bandung, sebanyak 136 warga mengikuti program CKG sekaligus mengisi kuesioner PUMA.

Dari jumlah tersebut, lima orang menjalani pemeriksaan spirometri dan delapan penduduk menjalani pemeriksaan Tes Cepat Molekuler (TCM) dengan support dari RSD Sidawangi.

Sementara itu, di Puskesmas Jayamekar, tercatat 100 warga mengikuti CKG. Sebanyak 24 orang menjalani skrining menggunakan kuesioner PUMA dan 23 orang mengikuti pemeriksaan spirometri nan didukung oleh Rumah Sakit Kesehatan Kerja Provinsi Jawa Barat.

Tak hanya memeriksa kondisi kesehatan masyarakat, tim campuran juga melakukan pengukuran kualitas udara di lingkungan permukiman warga.

Selengkapnya
Sumber Informasi Berita Bangbara
Informasi Berita Bangbara