BANGBARA.COM - Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) berbareng United Nations Office for Project Services (UNOPS) melibatkan PT SUCOFINDO (Persero) sebagai pelaksana Program Kampung Iklim (ProKlim) dalam aktivitas kunjungan lapangan di Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan. Kegiatan ini bermaksud untuk meninjau secara langsung penerapan program di tingkat desa serta mengevaluasi sejauh mana intervensi nan dilakukan bisa mendukung upaya penyesuaian dan mitigasi perubahan iklim. Selain aspek lingkungan, program ini juga diarahkan untuk memperkuat kesejahteraan masyarakat melalui pendekatan pembangunan nan berkepanjangan dan inklusif.
Kepala Kelompok Kerja Pengembangan Masyarakat Berketahanan Iklim KLH/BPLH, Koko Wijanarka, menekankan bahwa ProKlim dirancang tidak hanya untuk menjawab tantangan lingkungan, tetapi juga untuk memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat lokal. Ia menilai support pemerintah wilayah menjadi komponen krusial agar program dapat terus melangkah dan terintegrasi dalam kebijakan pembangunan jangka panjang. Sementara itu, Project Manager UNOPS, Kannikar Wanthana, menjelaskan bahwa program ini telah memasuki tahap penerapan nyata nan menitikberatkan pada pendekatan partisipatif dan keberlanjutan, dengan tujuan utama tidak hanya menjaga lingkungan tetapi juga meningkatkan pendapatan masyarakat. Dari sisi pemerintah daerah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Provinsi Sumatera Selatan, Aries Safrizal, menyambut baik penyelenggaraan program ini lantaran sejalan dengan sasaran penurunan emisi gas rumah kaca menuju pembangunan rendah karbon dan capaian net zero emission di wilayah tersebut.
Dalam pelaksanaannya, PT SUCOFINDO (Persero) berkedudukan sebagai mitra teknis nan memastikan program melangkah efektif di lapangan, dengan cakupan hingga 100 desa di 10 kabupaten/kota di Sumatera Selatan. Program ini juga mencatat peningkatan kapabilitas masyarakat nan cukup signifikan, mencapai lebih dari 43 persen melalui beragam aktivitas pendampingan dan pelatihan. Intervensi nan dilakukan mencakup penguatan literasi iklim, pengembangan mata pencaharian berbasis digital, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pendekatan nan praktis dan berkelanjutan. Selain itu, penguatan UMKM, pengelolaan lingkungan berbasis komunitas, serta pemanfaatan daya terbarukan seperti panel surya turut menjadi bagian dari strategi penerapan program di tingkat desa.
Selama kunjungan lapangan, para pemangku kepentingan dari KLH/BPLH, UNOPS, pemerintah wilayah Musi Rawas, dan Dinas LHP Provinsi Sumatera Selatan meninjau beragam aktivitas nyata nan telah dijalankan masyarakat. Kegiatan tersebut meliputi penanaman pohon sebagai upaya mitigasi perubahan iklim, sistem pengelolaan sampah berbasis komunitas, serta pengembangan produk UMKM seperti opak, kopi, keripik, bawang goreng, jamur krispi, hingga produk non-pangan seperti kompos, maggot, eco-print, dan eco-enzyme. Program ini juga telah menjangkau 2.036 peserta pada literasi suasana dengan partisipasi wanita sebesar 54,32 persen, serta 215 peserta dalam literasi digital dan pengembangan UMKM dengan keterlibatan wanita mencapai 59,07 persen. Selain itu, pendampingan terhadap 70 rumah tangga di desa prioritas menunjukkan kekuasaan upaya wanita sebesar 71,4 persen. Kegiatan juga mencakup demonstrasi kesiapsiagaan Masyarakat Peduli Api (MPA) di Desa Megang Sakti IV sebagai bagian dari upaya pencegahan kebakaran rimba dan lahan melalui patroli, edukasi, serta pembuatan sekat bakar. Seluruh rangkaian ini memperlihatkan bahwa ProKlim di Sumatera Selatan bergerak menuju model desa tangguh suasana nan terintegrasi dan berpotensi direplikasi di wilayah lain.
Sumber: VRITIMES
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian alias keseluruhan tulisan
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Editor: Abdul Kholilulloh
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·