Penggunaan Oli Tidak Tepat Bisa Bikin Performa Mesin Menurun

Sedang Trending 1 tahun yang lalu

Sesuatu nan tidak sesuai porsi dan rekomendasinya, tentu bakal berakibat negatif. Tidak terkecuali dengan oli mesin. Penggunaan oli mesin nan tidak sesuai, bakal mempengaruhi performa mesin kalian Bro Deltalube. Begini penjelasannya.

Kesalahan pertama dan nan paling umum terjadi adalah, kesalahan pemilihan kekentalan oli mesin. Produsen tentu bakal memberikan rekomendasi kekentalan oli terbaik untuk kendaraannya. Nah sebaiknya kalian patuhi rekomendasi kekentalan oli tersebut, agar performa mesin kalian tidak drop. Misalnya rekomendasi oli mesin adalah 0W-20, jangan diisikan oleh oli nan lebih kental seperti 10W-40 alias 20W-50. Tentu mesin bakal turun performanya, akibat penggunaan oli nan lebih kental. Mesin bakal lebih berat berputar, akibat halangan fluida nan lebih besar akibat oli nan lebih kental.

Kesalahan selanjutnya adalah salah klasifikasi. Hal ini sering menimpa para pengguna sepeda motor. Misalnya motor non-matic diisi oli untuk motor matic. Karena kedua motor ini mempunyai sistem kopling nan berbeda, aditif oli keduanya pun berbeda. Motor non-matic diisi oli motor matic, bisa selip koplingnya. Tentu saja performanya bakal menurun, akibat gesekan pelat kopling dan kampas kopling nan berlebihan.

Baca Juga : Arti Kode SAE dan API Pada Oli Mesin

Selain itu, pemilihan kelas API Service juga jangan disepelekan Bro Deltalube. Produsen kendaraan, biasanya bakal mengembangkan mesin sesuai dengan pengelompokkan API Service nan sedang beredar saat itu. Jadi rancang bangun mesinnya, sudah disesuaikan dengan kandungan aditif dan karakter oli mesin saat itu. Jika kita mengganti oli mesin dengan API Service nan berbeda, bisa berpotensi menurunkan performa apalagi merusak mesin akibat kandungan aditif nan tidak sesuai peruntukannya.

Selengkapnya
Sumber Informasi Otomotif Deltalube
Informasi Otomotif Deltalube