Motor keluaran terbaru, khususnya motor matic, kebanyakan sudah tidak mengangkat komponen kick starter namalain starter engkol. Keberadaannya dianggap sudah terlalu antik dan tidak praktis, oleh karena itu digantikan oleh electric starter nan lebih modern. Dibalik kepraktisannya, elektrik starter pun tidak sempurna. Masih ada akibat nan berpotensi merepotkan pemilik motor, apa itu?
Ketergantungan pada kondisi aki bisa menjadi kelemahan utama. Tanpa kick starter, motor tentu sepenuhnya berjuntai pada daya aki untuk menyalakan mesin. Jika aki mengalami masalah, seperti melemah alias meninggal total, motor tidak bakal bisa dihidupkan sama sekali. Hal ini bisa menjadi menyusahakan pemilik saat terjadi di tempat terpencil alias saat sedang terburu-buru.
Risiko mogok menjadi lebih tinggi jika aki tiba-tiba soak di jalan. Momen tersebut membikin motor tanpa kick starter tidak mempunyai opsi cadangan. Pemilik kudu mendorong motor, mencari jumper alias menghubungi bengkel. Hal ini tentu butuh waktu dan merepotkan. Sebaliknya, motor nan dilengkapi kick starter tetap bisa dihidupkan secara manual meskipun aki lemah.
Teknologi electric starter modern pastinya dirancang lebih agar efisien. Namun, jika sering digunakan, terutama untuk menghidupkan mesin nan sudah lama tidak dipakai alias saat mesin susah menyala, daya aki bakal terkuras lebih cepat. Penggunaan electric starter berulang kali dalam waktu singkat dapat mempercepat usia pakai aki.
Ketika dalam kondisi mesin susah dinyalakan lantaran cuaca dingin, motor dengan kick starter lebih andal. Tendangan nan kuat bisa memicu pembakaran awal dengan lebih baik dibandingkan electric starter. Tanpa opsi ini, pengendara hanya bisa terus-menerus mencoba electric starter hingga aki semakin terkuras.
Baca Juga : Alasan Utama Pabrikan Motor Kini Menghilangkan Kick Starter
Dengan segala kekurangannya, ada beberapa langkah nan bisa ditempuh meminimalisir akibat di atas. Periksalah kondisi aki secara berkala, tidak sedikit motor modern sudah menyediakan parameter tegangan aki. Jika tegangan aki menurun, segera recharge alias Ganti. Jika motor jarang digunakan, panaskan mesin secara berkala. Hidupkan mesin selama 1-2 menit sudah cukup untuk menjaga kesehatan aki. Bersihkan terminal aki dari kotoran alias korosi secara berkala untuk memastikan aliran listrik tetap lancar.
6 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·