Kretinisme: Penyebab, Gejala, Pengobatan dan Pencegahannya untuk Si Kecil

Sedang Trending 1 tahun yang lalu

Kretinisme namalain hipotiroidisme adalah suatu penyakit nan sering ditemui pada bayi baru lahir. Kretinisme disebabkan oleh kelainan pada kelenjar tiroid sehingga terjadi kekurangan hormon nan krusial dalam pertumbuhan bayi.

Kretinisme dapat terjadi saat bayi baru lahir dan tanpa indikasi nan jelas. Untuk mencegah bayi dari krenitisme, berikut beberapa perihal krusial nan wajib Bunda pahami agar si mini selalu dalam keadaan sehat.

Apa itu kretinisme namalain hipotiroidisme?

Kretinisme namalain juga disebut hipotiroidisme adalah penyakit pada kelenjar tiroid nan terletak di bagian depan leher. Kondisi ini dapat terjadi pada bayi nan baru lahir dikarenakan kurangnya yodium dalam makanan nan dikonsumsi sang ibu selama kehamilan. Penyakit nan dapat terjadi pada bayi ini juga dinamakan kretinisme/hipotiroid kongenital.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Kurangnya yodium saat mengandung dapat menghalang pembentukan hormon tiroid pada bayi, nan mana hormon tersebut krusial untuk pertumbuhan otak dan perkembangan sistem saraf nan sehat.

Hormon utama nan dihasilkan oleh kelenjar tiroid adalah tiroksin (T4) dan triiodotironin (T3). Hormon-hormon tersebut mempunyai peranan krusial dalam metabolisme tubuh nan memengaruhi banyak sistem organ.

Kretinisme namalain hipotiroidisme menunjukkan kurang aktifnya kelenjar tiroid nan berfaedah hanya terdapat sedikit produksi hormon T4 dan T3. Kurangnya kelenjar tiroid nan parah pada bayi dapat mengganggu kegunaan neurologis, menghalang pertumbuhan, dan menyebabkan kelainan fisik, hingga keterbelakangan mental.

Jenis kretinisme namalain hipotiroidisme

Terdapat dua jenis kretinisme namalain hipotiroidisme nan perlu Bunda pahami, berikut penjelasannya.

1. Kretinisme Kongenital

Seperti nan telah dijelaskan sebelumnya kretinisme kongenital merupakan suatu kondisi saat bayi nan baru lahir mengalami kelainan pada kelenjar tiroid. Hormon nan dihasilkan pada kelenjar tiroid sangat krusial untuk pertumbuhan nan sehat bagi bayi.

Kurangnya produksi kelenjar tiroid secara berlebihan dapat mengakibatkan kelainan corak pada anak, keterbelakangan mental, hingga pertumbuhan sistem saraf nan abnormal. Kretinisme kongenital disebabkan oleh kurangnya yodium nan dikonsumsi oleh sang ibu selama masa kehamilan.

2. Kretinisme Endemik

Jenis kretinisme nan satu ini sering terjadi pada balita nan tinggal di wilayah geografis di mana susah mendapatkan asupan yodium. Hal ini mengarah pada sulitnya kelenjar tiroid untuk memperbaiki hormon kembali ke tingkatan nan normal.

Kebanyakan ibu dari anak pengidap kretinisme endemik telah terkena hipotiroidisme selama masa kehamilan (hipotiroidisme maternal). Asupan yodium nan terlalu rendah saat mengandung menjadi pemicu utama lahirnya bayi dengan kretinisme.

Perbedaan kretinisme dan dwarfisme

Kretinisme dan dwarfisme merupakan kondisi nan sama-sama diakibatkan oleh kurangnya produksi hormon dalam tubuh. Pengidap kretinisme dan dwarfisme dapat terlihat pada pertumbuhan corak nan terlambat dari anak-anak pada umumnya. Hanya saja, kretinisme pada anak dapat menunjukkan adanya keterbelakangan mental.

Berikut ini perbedaan kretinisme dan dwarfisme:

  1. Kretinisme merupakan kondisi kelainan corak dan keterbelakangan mental akibat kurangnya hormon tiroid pada bayi. Sedangkan dwarfisme adalah kondisi saat seseorang mempunyai badan kerdil akibat kelainan metabolisme dan penyebab keturunan.
  2. Kretinisme disebabkan oleh kurangnya asupan yodium saat kehamilan sehingga terjadi hipotiroid kongenital. Sedangkan dwarfisme disebabkan oleh gangguan metabolisme dan keturunan, serta kurangnya hormon pertumbuhan.
  3. Kretinisme mempunyai tanda perawakan pendek dan keterbelakangan mental. Sedangkan dwarfisme ditandai dengan pertumbuhan nan kerdil namalain pendek.
  4. Tubuh pengidap kretinisme biasanya tidak proporsional, nan mana menyebabkan pembengkakan kulit, rambut rontok, hingga ketidaksempurnaan pertumbuhan tulang. Sedangkan pengidap dwarfisme biasanya mempunyai tubuh nan lebih proporsional.

Tanda dan indikasi kretinisme pada anak

Berikut merupakan tanda dan indikasi kretinisme pada anak nan kudu diwaspadai:

  • Pertumbuhan tersendat dan keterbelakangan mental
  • Kurangnya pertambahan berat badan
  • Perawakan pendek
  • Fitur wajah kasar
  • Pertumbuhan tulang tidak normal
  • Perut membuncit
  • Jarang sekali menangis
  • Tidur berlebihan
  • Kulit dan mata nan menguning
  • Suara serak
  • Ukuran lidah membesar
  • Kulit menebal
  • Pembengkakan di dekat pusar
  • Kulit dingin, kering, dan pucat
  • Pembengkakan kelenjar tiroid
  • Tidak bisa menjaga postur dan keseimbangan
  • Penurunan IQ

Penyebab kretinisme pada anak

Terdapat beberapa penyebab kretinisme pada anak:

  1. Kelainan pada kelenjar tiroid di mana hormon T4 dan T3 pada kelenjar tiroid tidak terproduksi dengan cukup.
  2. Kurangnya konsumsi yodium pada makanan ibu saat masa kehamilan.
  3. Cacat genetik nan memengaruhi produksi hormon tiroid.
  4. Penggunaan obat-obatan nan mengganggu produksi hormon tiroid seperti antitiroid, sulfonamida, dan litium selama kehamilan.

Komplikasi kretinisme

Anak-anak dengan kretinisme akibat produksi kelenjar tiroid nan sangat kurang dapat mengalami keterbelakangan mental nan cukup serius. Kecacatan intelektual dapat terjadi dengan parah, dan tingkatan IQ bakal semakin menurun jika tidak mendapatkan pengobatan nan cepat.

Beberapa komplikasi lain nan bakal muncul seperti:

  • Tidak dapat melangkah normal
  • Spastisitas namalain otot nan kaku
  • Sulit namalain tidak bisa berbicara
  • Menunjukkan perilaku autisme
  • Penglihatan dan pendengaran bermasalah
  • Kurang dalam mengingat dan memperhatikan sesuatu

Diagnosis kretinisme

Untuk mendiagnosis kretinisme, dapat dilakukan skrining hipotiroid kongenital pada masa awal kelahiran. Melansir dari laman resmi Kementerian Kesehatan RI, pada umumnya bayi tidak menunjukkan indikasi kretinisme namalain hipotiroid kongenital.

Oleh lantaran itu, perlu dilakukan skrining dengan mengambil sampel darah pada tumit bayi nan baru lahir. Hasilnya bakal dijadikan pengelompokkan bagi bayi penderita dan bukan penderita hipotiroid kongenital, sehingga Bunda dan Ayah dapat mengetahui sejak awal mengenai status kesehatan kelenjar tiroid si bayi.

Cara mengobati kretinisme namalain hipotiroidisme pada anak

Pengobatan kretinisme umumnya dilakukan dengan beberapa langkah perawatan sebagai berikut:

  • Setelah didiagnosis, pengobatan kretinisme kudu dimulai sejak awal kelahiran adalah dalam kurun waktu usia 1-2 minggu.
  • Pengobatan sudah kudu mulai dilakukan sebelum munculnya tanda dan indikasi pada bayi. Bila kelainan sudah mulai muncul, kondisi bakal susah dipulihkan kembali apalagi dengan terapi hormon tiroid.
  • Ahli endokrinologi anak nan menangani hipotiroid kongenital bakal memberikan hormon tiroid kepada bayi dalam corak pil nan dapat dimasukkan ke dalam ASI maupun susu formula.
  • Setelah menjalani pengobatan hormon tiroid, kudu dilakukan tes darah pada bayi setiap beberapa bulan untuk memeriksa apakah kadar TSH (thyroid stimulating hormone) dan T4 berada di kisaran nan normal.

Cara mencegah kretinisme namalain hipotiroidisme pada anak

Pencegahan kretinisme dapat dilakukan selama masa kehamilan berlangsung. Kretinisme sering ditemukan di negara-negara berkembang nan kekurangan asupan mengandung yodium. Orang dewasa dapat mencegah kekurangan yodium dengan mengonsumsi makanan nan setara mengandung 150 mikrogram yodium setiap hari.

Kurangnya konsumsi yodium saat kehamilan dapat rawan bagi pertumbuhan janin. Oleh lantaran itu, ibu mengandung disarankan untuk mengonsumsi 220 mikrogram yodium per harinya. Selain itu, ibu mengandung sebaiknya juga rutin mengonsumsi vitamin dengan kandungan 150 mikrogram yodium/hari.

Demikian info mengenai kretinisme nan krusial untuk diketahui Bunda dan Ayah. Semoga si mini dan family selalu dalam keadaan sehat dan terhindar dari beragam penyakit nan berbahaya.  

Bagi Bunda nan mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

Selengkapnya
Sumber Info Kesehatan Kincaimedia
Info Kesehatan Kincaimedia