Bagaimana jika rumah sakit bisa mendeteksi kemungkinan pandemi penyakit sebelum jumlah pasien meningkat drastis? Atau master mendapatkan peringatan otomatis mengenai […]
![]()
Oleh Nanta
Diterbitkan 4 March 2026

Bagaimana jika rumah sakit bisa mendeteksi kemungkinan pandemi penyakit sebelum jumlah pasien meningkat drastis? Atau master mendapatkan peringatan otomatis mengenai akibat hubungan obat nan rawan ketika membuatkan resep pasien? Di tahun 2026, hal-hal seperti ini bukan lagi sekedar gambaran masa depan, melainkan teknologi nan sudah mulai diterapkan dalam praktik jasa kesehatan. Faktanya, merujuk pada data Office of the National Coordinator for Health Information Technology (ONC) di Amerika Serikat, pemanfaatan kepintaran buatan (AI) pada teknologi kesehatan di seluruh bagian negara Amerika Serikat terus meningkat. Sekitar 66 persen master telah menggunakan teknologi AI dalam praktik klinisnya, dan sekitar 71 persen rumah sakit menerapkan setidaknya satu model AI prediktif nan terintegrasi dengan Rekam Medis Elektronik (RME). Lalu gimana dengan Indonesia? Di Indonesia, pemanfaatan teknologi pada rumah sakit meningkat dengan sangat signifikan di beberapa tahun terakhir. Mulai dari penerapan resep elektronik, penggunaan AI dalam membantu diagnosa pasien, hingga pemanfaatan Big Data dalam memantau tren penyakit dan potensi wabah, berikut 5 tren teknologi kesehatan nan wajib diadopsi rumah sakit di Indonesia di 2026. Resep elektronik alias E-Resep menjadi salah satu teknologi kesehatan nan mungkin sudah diterapkan di nyaris seluruh rumah sakit modern di Indonesia. Sistem ini memungkinkan master mengirimkan resep langsung melalui platform digital nan terintegrasi dengan unit farmasi dan Rekam Medis Elektronik (RME) pasien. Kementerian Kesehatan melalui Permenkes No. 24 Tahun 2022 juga mendorong penerapan RME dan resep elektronik sebagai bagian dari transformasi digital jasa kesehatan. Tujuannya agar meminimalisir medical error, seperti kesalahan dosis alias pemilihan obat, serta meningkatkan efisiensi pelayanan pasien. Dari sisi operasional, resep elektronik dapat mempercepat alur pelayanan. Data resep langsung masuk ke sistem farmasi, sehingga waktu tunggu pasien menjadi lebih singkat. Penggunaan obat juga tercatat otomatis dalam sistem logistik, memudahkan kontrol stok dan perencanaan pengadaan. Asisten kesehatan virtual sekarang mulai menjadi bagian dari tren jasa rumah sakit di Indonesia. Teknologi ini umumnya diadopsi dalam corak chatbot medis alias sistem respon otomatis nan dapat membantu pasien mendapatkan info awal sebelum berjamu ke rumah sakit. Bagi rumah sakit, asisten kesehatan virtual membantu mengurangi beban call center dan staf administrasi. Pertanyaan dasar nan berulang seperti agenda praktik, prosedur pendaftaran, dan antrean dapat ditangani secara otomatis selama 24 jam. Penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam pemeriksaan medis semakin berkembang dari waktu ke waktu. Teknologi ini membantu tenaga kesehatan menganalisis info pasien dan hasil laboratorium lebih sigap dan akurat. AI bekerja sebagai clinical decision support system, ialah sistem pendukung keputusan klinis. Dengan memanfaatkan algoritma, AI dapat mengenali pola tertentu pada gambaran medis nan mungkin tidak langsung terlihat oleh tenaga kesehatan. Misalnya, dalam membaca hasil rontgen alias CT scan, AI dapat menandai area nan mencurigakan untuk ditinjau lebih lanjut oleh dokter. Contoh penggunaan lainnya adalah memanfaatkan machine learning untuk penemuan awal kanker tetek dan kanker paru-paru dari hasil MRI. Penting untuk dipahami bahwa AI tidak menggantikan peran dokter. Keputusan akhir tetap berada di tangan dokter. Namun, dengan support teknologi kesehatan dengan memanfaatkan AI, proses pemeriksaan dapat menjadi lebih akurat, dan efisien. Epidemiologi digital adalah teknologi kesehatan nan penerapannya dilakukan melalui pendekatan untuk menganalisis penyebaran penyakit dengan memanfaatkan info digital nan dikumpulkan secara real-time. Epidemiologi digital mengolah data-data seperti info kunjungan pasien di rumah sakit, hasil laboratorium, laporan diagnosa, hingga klaim asuransi menjadi sebuah konklusi untuk memandang penyakit apa nan sedang meningkat dan seberapa sigap penyebarannya. Dengan mendapatkan info lonjakan penyakit lebih awal, rumah sakit dapat menyiapkan kapabilitas tempat tidur, tenaga medis, serta kesiapan obat sebelum jumlah pasien membeludak. Epidemiologi digital menjadi semakin relevan setelah pandemi COVID-19 nan sempat melanda Indonesia. Saat itu, lonjakan kasus sering kali baru terdeteksi setelah rumah sakit mulai penuh dan tenaga kesehatan kewalahan. Jika sistem epidemiologi digital sudah terintegrasi secara luas, rumah sakit dapat lebih sigap memprediksi tren penyebaran penyakit, sehingga rumah sakit dan akomodasi kesehatan lainnya dapat menghadapi potensi krisis kesehatan dengan persiapan nan lebih matang. BACA JUGA : Peneliti Kembangkan AI nan Bisa Prediksi Pandemi, Ini Cara Kerjanya Integrasi sistem pelayanan kesehatan melalui Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) menjadi fondasi nan paling krusial dalam transformasi digital rumah sakit di Indonesia. Banyak rumah sakit mengelola info secara terpisah antara unit pendaftaran, poliklinik, rawat inap, farmasi, laboratorium, hingga keuangan. Kondisi ini sering menimbulkan ketidak efisienan dalam pencatatan, sehingga menyebabkan manajemen kesulitan dalam mengelola rumah sakit. Dengan menggunakan SIMRS, seluruh proses pelayanan pasien dari mulai pendaftaran, rekam medis, resep dokter, dan kasir dapat tercatat dan saling terintegrasi dalam satu platform. Hal ini tentu saja dapat membikin alur pelayanan dan pengelolaan operasional rumah sakit menjadi efisien. Di Indonesia, penerapan SIMRS nan terintegrasi juga mendukung kebutuhan regulasi, seperti pelaporan ke Kementerian Kesehatan, integrasi dengan Satu Sehat, serta klaim JKN. Berikut 5 tren teknologi kesehatan nan wajib diadopsi rumah sakit Indonesia di 2026. Transformasi digital tidak hanya bakal berakibat pada efisiensi operasional, namun juga kualitas pelayanan pasien. Rumah sakit nan bisa mengangkat teknologi secara tepat bakal lebih siap menghadapi tantangan-tantangan di masa depan. Untuk mendukung langkah tersebut, rumah sakit memerlukan platform nan bisa mengintegrasikan seluruh proses pelayanan dalam satu sistem terpadu. Melalui Trustmedis, integrasi info klinis dan manajerial dapat dilakukan secara efisien, serta membantu manajemen mengambil keputusan nan lebih strategis di era jasa kesehatan berbasis digital. Resep Elektronik (E-Resep)
Asisten Kesehatan Virtual
Penggunaan AI dalam Diagnosis Medis
Epidemiologi Digital
Integrasi Sistem Pelayanan Kesehatan dengan SIMRS
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·