Keutamaan Shalawat di Bulan Sya‘ban Menurut Muhammad Alwi Al-Maliki

Sedang Trending 3 bulan yang lalu
Keutamaan Shalawat di Bulan Sya‘ban Menurut Muhammad Alwi Al-MalikiKeutamaan Shalawat di Bulan Sya‘ban Menurut Muhammad Alwi Al-Maliki

– Bulan Sya‘ban dikenal sebagai bulannya Rasulullah. Hal ini berasas riwayat para ustadz nan menjelaskan bahwa perintah membaca shalawat kepada Nabi diturunkan pada bulan Sya‘ban. Oleh lantaran itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak shalawat sebagai corak cinta, penghormatan, dan ibadah kepada Rasulullah. Berikut ini keistimewaan membaca shalawat di bulan Sya‘ban menurut Sayyid Muhammad bin ‘Alwi al-Maliki.

Dalam kitab Madza fī Sya‘bān, Abuya Sayyid Muhammad bin ‘Alwi al-Maliki, seorang ustadz besar Ahlussunnah dari Makkah, menyebut beberapa fadhilah alias keistimewaan membaca shalawat di bulan Sya’ban, sebagai berikut:

1. Dibalas Sepuluh Kali oleh Allah

روى مسلم واصحاب السنن عن ابي هريرة رضي لله عنه قال: قال رسول الله صلي الله عليه وسلم: مَنْ صَلَّي عَلَيَّ وَاحِدَةً, صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ عَشْرًا

Setiap satu kali shalawat nan kita baca, Allah membalasnya dengan sepuluh rahmat. (HR. Muslim)

2. Dibalas Langsung oleh Rasulullah

فَعَنْ أَنَس بن مَالِك رَضِيَ اللهً عَنْهُ قاَلَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَي اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ صَلَي عَلَيَّ بَلَغَتْنِي صَلَاتُهُ وَصَلَّيْتُ عَلَيهِ, وَكُتِبَ لَهُ سِوَى ذَلِكَ عَشْرَ حَسَنَاتٍ

Diceritakan dari sahabat Anas bin Malik RA. Beliau mengatakan bahwasanya Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa bershalawat kepadaku, maka shalawat tersebut bakal sampai kepadaku, dan saya pun memintakan rahmat untuknya dan dicatat baginya sepuluh kebaikan selain perihal tersebut’ (H.R. Thabrani dalam kitab al-Ausath dengan sanad nan tetap bisa ditolerir. Demikian dalam kitab At Targhib Mundziri)..

3. Didoakan oleh Para Malaikat

فَعَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَكْثِرُوا الصَّلَاةَ عَلَيَّ يَوْمَ الْجُمُعَةِ، فَإِنَّهُ أَتَانِي جِبْرِيلُ آنِفًا عَنْ رَبِّهِ عَزَّ وَجَلَّ، فَقَالَ: مَا عَلَى الْأَرْضِ مِنْ مُسْلِمٍ يُصَلِّي عَلَيْكَ مَرَّةً وَاحِدَةً، إِلَّا صَلَّيْتُ أَنَا وَمَلَائِكَتِي عَلَيْهِ عَشْرًا.

Diceritakan dari sahabat Anas bin Malik RA, Ia berkata, bahwa Rasulullah SAW bersabda:“Perbanyaklah Anda sekalian membaca shalawat kepadaku di hari Jum’at, dikarenakan Jibril baru saja mendatangiku menyampaikan pesan dari Allah Tuhannya lampau Dia berfirman: Tidak ada seorang muslim nan berada di atas bumi sedang membacakan shalawat untukmu sekali saja, selain Aku dan Malaikat-Kuakan bershalawat kepadanya sebanyak sepuluh kali” (HR. Thabrani)

4. Derajat Diangkat, Dosa Dihapus

رَوَى النَّسَائِيُّ، وَالطَّبَرَانِيُّ، وَالْبَرَازِيُّ عَنْ أَبِي بُرْدَةَ بْنِ نِيَارٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:مَنْ صَلَّى عَلَيَّ مِنْ أُمَّتِي صَلَاةً مُخْلِصًا مِنْ قَلْبِهِ، صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرَ صَلَوَاتٍ، وَرَفَعَهُ بِهَا عَشْرَ دَرَجَاتٍ، وَكَتَبَ لَهُ بِهَا عَشْرَ حَسَنَاتٍ، وَمَحَا عَنْهُ سَيِّئَاتٍ.

Imam Nasai dan Thabrani meriwayatkan sebuah hadits dan Abi Buraidah bin Niyar, beliau mengatakan bahwasanya Rasulullah SAW bersabda:“Barang siapa dari umatku nan bershalawat kepadaku dengan tulus dari hatinya, maka Allah bakal memberi rahmat kepadanya dengan sepuluh rahmat, menaikan derajatnya hingga sepuluh derajat, dan menulis baginya sepuluh kebaikan, serta menghapus darinya sepuluh kejelekan” (HR. al-Nasa’i dan Thabrani)

5. Pahalanya Sangat Besar

فَعَنْ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:مَنْ صَلَّى عَلَيَّ مَرَّةً، كَتَبَ اللَّهُ تَعَالَى لَهُ عَشْرَ حَسَنَاتٍ، وَمَحَا عَنْهُ عَشْرَ سَيِّئَاتٍ، وَرَفَعَ بِهَا عَشْرَ دَرَجَاتٍ، وَكُنَّ لَهُ عَدْلَ عَشْرِ رِقَابٍ.

Diceritakan dari Bara” bin “Azib sesungguhnya Nabi SAW bersabda:”Barangsiapa nan bershalawat kepadaku satu kali, maka Allah bakal menulis baginya sepuluh kebaikan, dan melebur darinya sepuluh kejelekkan, dan Allah mengangkatnya sepuluh derajat, dan sholawat itu baginya sebanding dengan sepuluh budak.”

6. Menjadi Sebab Ampunan Dosa

فَقَدْ رَوَى ابْنُ أَبِي عَاصِمٍ، وَالطَّبَرَانِيُّ عَنْ أَبِي كَاهِلٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:

يَا أَبَا كَاهِلٍ، مَنْ صَلَّى عَلَيَّ كُلَّ يَوْمٍ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ، وَكُلَّ لَيْلَةٍ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ، حُبًّا أَوْ شَوْقًا إِلَيَّ، كَانَ حَقًّا عَلَى اللَّهِ أَنْ يَغْفِرَ لَهُ ذُنُوبَهُ تِلْكَ اللَّيْلَةَ وَذَلِكَ الْيَوْمَ.

Imam Ibnu Abi “Ashim dan Imam Thabrani meriwayatkan hadits dari Abi Kahil RA, beliau mengatakan: “ Rasulullah SAW. berbicara padaku:“Wahai Aba Kahil, peralatan siapa bershalawat kepadaku setiap perihal sebanyak tiga kali, dan setiap malam tiga kali, dikarenakan cinta dan kangen kepadaku, maka dia berkuasa mendapatkan pembebasan Allah pada malam dan hari itu.”

7. Menenangkan di Alam Kubur

فَقَدْ رُوِيَ عَنْ سَيِّدَةِ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:مَا مِنْ عَبْدٍ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً إِلَّا خَرَجَ بِهَا مَلَكٌ حَتَّى يَجِيءَ بِهَا وَجْهَ الرَّحْمَنِ عَزَّ وَجَلَّ، فَيَقُولُ: رَبَّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى، اذْهَبُوا بِهَا إِلَى قَبْرِ عَبْدِي، تَسْتَغْفِرُ لِصَاحِبِهَا، وَتقر بِهَا عَيْنُهُ.

Diceritakan dari sayyidah “Aisyah RA, beliau mengatakan: Rasulullah SAW, bersabda: “Tidaklah seorang hamba nan bershalawat kepadaku, selain telah keluar seorang malaikat dengan membawa shalawat itu hingga menghadap kepada Allah Dzat nan Rahman “Azza wa Jalla.” Dan Allah SWT berfirman: “Pergilah dengan membawa shalawat tadi pada kubur hamba-Ku, agar memohonkan maaf bagi pemiliknya, dan menenangkannya”.

8. Mendapat Syafaat Rasulullah

فَقَدْ رَوَى ابْنُ أَبِي دَاوُدَ عَنْ أَبِي بَكْرٍ الصِّدِّيقِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ:سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي حَجَّةِ الْوَدَاعِ يَقُولُ: إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ قَدْ وَهَبَ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ عِنْدَ الِاسْتِغْفَارِ، فَمَنْ اسْتَغْفَرَ بِنِيَّةٍ صَادِقَةٍ غُفِرَ لَهُ، وَمَنْ قَالَ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ رَجَحَ مِيزَانُهُ، وَمَنْ صَلَّى عَلَيَّ كُنْتُ شَفِيعَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ.

Ibnu Abi Dawud meriwayatkan sebuah hadits nan berasal dari Sahabat Abu Bakar as-Shidiq RA. beliau berkata: Saya mendengar Rasulullah berfirman ketika haji wada’: “Sesungguhnya Allah “Azza wa Jalla telah melimpahkan padamu dosa-dosamu ketika beristighfar. Barangsiapa beristighfar dengan niat nan sungguh-sungguh maka dia bakal diampuni, dan peralatan Siapa nan mengatakan Laa Ilaaha Illallah, maka bakal diberatkan limbangannya, dan peralatan siapa bershalawat kepadaku, maka saya bakal memberikan syafa’at kepadanya di hari kiamat,”

9. Menghilangkan Kesempitan Hidup

وَرَوَى الْحَافِظُ أَبُو مُوسَى الْمَدِينِيُّ بِإِسْنَادِهِ، عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَشَكَا إِلَيْهِ الْفَقْرَ وَضِيقَ الْعَيْشِ أَوِ الْمَعَاشِ، فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِذَا دَخَلْتَ مَنْزِلَكَ فَسَلِّمْ، إِنْ كَانَ فِيهِ أَحَدٌ، أَوْ لَمْ يَكُنْ فِيهِ أَحَدٌ، ثُمَّ سَلِّمْ عَلَيَّ، وَاقْرَأْ: ﴿قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ﴾ مَرَّةً وَاحِدَةً. فَفَعَلَ الرَّجُلُ، فَأَدَرَّ اللَّهُ إِلَيْهِ الرِّزْقَ حَتَّى أَفَاضَ عَلَى جِيرَانِهِ وَقَرَابَاتِهِ.

Imam al-Hafidz Abu Musa al-Madini meriwayatkan hadit dari Sahal bin Sa’ad RA. bahwasanya beliau mengatakan bahwa’ seseorang telah datang kepada Nabi SAW, lampau dia mengadukan keadaannya nan fakir dan kondisi nan serba kekurangan dalam memenuhi biaya hidup. Kemudian Rasulullah SAW bersabda: ”Jika Anda masuk ke dalam rumahmu, maka ucapkanlah salam, baik di dalam ada orang alias tidak, kemudian ucapkanlah salam kepadaku, dan bacalah.  Surat al-Iklas satu kali.”

10. Paling Dekat dengan Nabi di Hari Kiamat

فَقَدْ رَوَى التِّرْمِذِيُّ وَحَسَّنَهُ، عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: أَوْلَى النَّاسِ بِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَكْثَرُهُمْ عَلَيَّ صَلَاةً.

Imam Tirmidzi meriwayatkan dari Anas RA. bahwasanya Nabi SAW berfirman :“Orang nan paling berkuasa bersamaku pada hari hariakhir adalah di antara mereka nan paling banyak bershalawat kepadaku.”

11. Keberkahannya Sampai kepada Anak dan Cucu

كَمَا رُوِيَ عَنْ حُذَيْفَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّهُ قَالَ:الصَّلَاةُ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تُدْرِكُ الرَّجُلَ وَوَلَدَهُ وَوَلَدَ وَلَدِهِ.

Seperti nan diriwayatkan dari Hudzaifah RA. sesungguhnya dia berkata:“Berkahnya bershalawat kepada Nabi itu bisa menemui orang nan mengucapkannya, anaknya apalagi cucunya.”

Keutamaan membaca shalawat di bulan Sya‘ban sangat besar, sebagaimana dijelaskan oleh Sayyid Muhammad bin ‘Alwi al-Maliki dan para ustadz lainnya. Oleh lantaran itu, mari kita manfaatkan bulan penuh keberkahan ini untuk memperbanyak keistimewaan membaca shalawat, memperkuat cinta kepada Rasulullah, serta mempersiapkan diri secara lahir dan jiwa di bulan Sya’ban menuju bulan suci Ramadan.

Semoga Allah SWT menjadikan kita termasuk golongan nan senantiasa bershalawat kepada Nabi dan memperoleh syafaat beliau di hari kiamat. Aamiin.

Selengkapnya
Sumber Info Seputar Islam bincangsyariah
Info Seputar Islam bincangsyariah