Sudah bukan rahasia lagi, praktik memundurkan nomor odometer pada mobil jejak merupakan salah satu corak manipulasi nan paling umum terjadi di pasar otomotif bekas. Hal ini dilakukan untuk menciptakan kondisi bahwa mobil tersebut tetap “segar” dan jarang digunakan. Secara teknis, pada mobil modern, manipulasi ini dilakukan dengan meretas sistem elektronik (cluster instrument), sementara pada mobil tua, dilakukan dengan membongkar gigi mekanis. Kami bakal menjabarkan argumen perihal ini dilakukan oleh oknum penjual kendaraan bekas, khususnya mobil.
Meningkatkan Nilai Jual
Alasan utama di kembali tindakan ini adalah murni ekonomi. Di mata pembeli, jarak tempuh adalah salah satu parameter utama kesehatan mesin. Logikanya, mobil dengan jarak tempuh di bawah 50.000 km dianggap jauh lebih berbobot daripada mobil nan sudah menempuh 120.000 km, meskipun tahun pembuatannya sama. Dengan memundurkan angka, penjual bisa meningkatkan nilai jutaan hingga puluhan juta rupiah di atas nilai pasar nan seharusnya.
Menghindari Biaya “Service Besar”
Setiap kendaraan mempunyai agenda perawatan rutin berskala besar pada angka-angka tertentu, misalnya pada 60.000 km alias 100.000 km. Pada nomor tersebut, biasanya banyak komponen vital nan kudu diganti, seperti timing belt, beragam jenis oli (transmisi, gardan), hingga pembersihan ruang bakar. Dengan memundurkan nomor menjadi 40.000 km, penjual seolah-olah menyerahkan “beban” perawatan besar tersebut kepada pembeli baru tanpa kudu menurunkan nilai jual lantaran argumen kondisi mesin nan sudah tua.
Menyembunyikan Jejak Mobil Operasional
Mobil jejak operasional perusahaan alias mobil nan digunakan untuk transportasi daring, biasanya mempunyai jarak tempuh nan sangat tinggi dalam waktu singkat misal 100.000 km dalam 2 tahun. Pembeli condong menghindari mobil dengan riwayat “pekerja keras” lantaran akibat metal fatigue dan komponen nan aus lebih cepat. Penjual condong memundurkan nomor agar mobil operasional tersebut terlihat seperti mobil simpanan nan hanya digunakan untuk keperluan akhir pekan.
Menarik Minat Pembeli
Ada periode pemisah psikologis bagi pembeli mobil bekas. Banyak orang secara otomatis bakal mengabaikan iklan mobil nan jarak tempuhnya sudah menembus nomor 100.000 km. Angka odometer nan rendah memberikan rasa tenang tiruan kepada pembeli bahwa interior tetap kencang, suspensi tetap empuk, dan mesin belum mengalami penurunan performa. Mobil jadi lebih sigap laku lantaran terlihat sangat menarik di atas kertas.
Baca Juga : Ciri Speedometer Mobil Bekas Pernah di Reset nan Jarang Diketahui
Menutupi Catatan Servis
Mobil nan dirawat di bengkel resmi pasti mempunyai catatan jarak tempuh nan tercatat secara digital dan konsisten. Jika seorang pemilik malas melakukan servis rutin alias sering telat tukar oli, mereka mungkin memundurkan odometer untuk menutupi kebenaran bahwa mobil tersebut sudah melangkah sangat jauh tanpa perawatan nan layak.
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·