Hukum Tidak Shalat Bertahun tahun, Apakah Wajib Qadha?

Sedang Trending 2 minggu yang lalu
Hukum Tidak Shalat Bertahun tahun, Apakah Wajib Qadha?Hukum Tidak Shalat Bertahun tahun, Apakah Wajib Qadha?

– Bagaimana norma tidak shalat bertahun tahun, apakah kudu mengganti alias wajib qadha? Pasalnya, banyak orang nan tidak shalat bertahun tahun, apakah wajib qadha? Simak penjelasan norma tidak shalat bertahun tahun? 

Sholat merupakan pondasi inti dalam beragama, maka akibat meninggalkannya sangatlah berat. Jika dia meninggalkannya lantaran malas, namun dia tetap meyakini kewajibannya, maka dia dituntut untuk bertaubat dan mengqadha sholat nya. 

Namun ketika dia meninggalkannya lantaran menganggap sholat 5 waktu tidak wajib, niscaya dia dihukumi sebagai murtad, ialah keluar dari Islam. Berikut penuturan dari kitab nan kebanyakan masyarakat Islam Indonesia membaca kitab ini;

(فَصْلٌ) وَتَارِكُ الصَّلَاةِ الْمَعْهُوْدَةِ الصَّادِقَةِ بِإِحْدَى الْخَمْسِ (عَلَى ضَرْبَيْنِ أَحَدُهُمَا أَنْ يَتْرُكَهَا) وَهُوَ مُكَلَّفٌ (غَيْرُ مُعْتَقِدٍ لِوُجُوْبِهَا فَحُكْمُهُ) أَيِ التَّارِكِ لَهَا (حُكْمُ الْمُرْتَدِّ) وَسَبَقَ قَرِيْبًا بَيَانُ حُكْمِهِ (وَالثَّانِيْ أَنْ يَتْرُكَهَا كَسْلًا) حَتَّى يَخْرُجَ وَقْتُهَا حَالَ كَوْنِهِ (مُعْتَقِدًا لِوُجُوْبِهَا فَيُسْتَتَابُ فَإِنْ تَابَ وَصَلَّى) وَهُوَ تَفْسِيْرٌ لِلتَّوْبَةِ (وَإِلَّا) أَيْ وَإِنْ لَمْ يَتُبْ (قُتِلَ حَدًّا) لَا كُفْرًا (وَكَانَ حُكْمُهُ حُكْمَ الْمُسْلِمِيْنَ) فِيْ الدَّفْنِ فِيْ مَقَابِرِهِمْ وَلَا يُطْمَسُ قَبْرُهُ

(Fasal) orang nan meninggalkan sholat nan telah diketahui ada dua macam, dan bisa diarahkan terhadap meninggalkan salah satu dari sholat lima waktu saja.

Salah satunya, seseorang meninggalkan sholat dan dia adalah orang mukallaf dan tidak meyaqini terhadap tanggungjawab shalat tersebut, maka hukumnya, maksudnya orang nan meninggalkan shalat tersebut adalah hukumnya orang murtad, dan baru saja dijelaskan hukumnya. 

Yang kedua adalah dia meninggalkan sholat lantaran malas hingga waktu shalat tersebut keluar, namun dia tetap meyakini kewajibannya, maka orang seperti ini disuruh bertaubat. Sehingga, jika dia mau bertaubat dan melaksanakan sholat, -maka hukumnya jelas. 

Dan ini adalah penjelasan langkah taubat. Jika tidak, maksudnya jika dia tidak mau bertaubat, maka berkuasa dibunuh sebagai balasan bukan lantaran kufur.

Dan orang ini hukumnya adalah orang islam di dalam masalah dimakamkan di pemakaman muslimin dan makamnya tidak boleh dihilangkan. (Ibnu Qasim al-Ghazi, Fath al-Qarib al-Mujib halaman 292)

Selain lantaran perintah, sholat sendiri merupakan momen untuk sowan kepada kehadirat Allah azza wa jalla dan juga untuk membersihkan diri. Dikatakan dalam suatu hadis;

عن جابر -رضي الله عنه- قال: قال رسول الله -صلى الله عليه وسلم-: «مَثَلُ الصَّلَوَاتِ الخَمْسِ كَمَثَلِ نَهْرٍ جَارٍ غَمْرٍ على بَابِ أَحَدِكُمْ يَغْتَسِلُ مِنْهُ كُلَّ يَوْمٍ خَمْسَ مَرَّاتٍ». 

Dari Jabir RA dia berkata, “Rasulullah saw bersabda, “Perumpamaan shalat lima waktu itu seperti sebuah sungai nan mengalir deras (melimpah) di dekat pintu rumah salah seorang dari kalian, dia mandi dari air sungai itu setiap hari lima kali.” (Imam al-Nawawi, Riyadh al-Shalihin No. 1043) 

Dalam riwayat nan lainnya, disebutkan; 

وعن أبي هريرة -رضي الله عنه- قال: سمعت رسول الله -صلى الله عليه وسلم- يقول: «أَرَأَيْتُمْ لو أَنَّ نَهْرًا بِبَابِ أَحَدِكُمْ يَغْتَسِلُ منه كُلَّ يَوْمٍ خَمْسَ مَرَّاتٍ، هَلْ يَبْقَى مِنْ دَرَنِهِ. شَيْءٌ؟» قالوا: لا يَبْقَى مِنْ دَرَنِهِ شَيْءٌ، قال: «فَذَلِكَ مَثَلُ الصَّلَوَاتِ الخَمْسِ يَمْحُو اللهُ بِهِنَّ الخَطَايَا».

Dari Abu Hurairah RA dia berkata, “Aku mendengar Rasulullah Saw bersabda, “Tahukah kalian, seandainya ada sebuah sungai di dekat pintu rumah salah seorang dari kalian, lampau dia mandi dari air sungai itu setiap hari lima kali, apakah bakal tersisa kotoran tubuhnya meski sedikit?” 

Para sahabat menjawab, “Tidak bakal tersisa sedikit pun kotorannya.” Beliau bersabda, “Maka itulah perumpamaan shalat lima waktu, dengannya Allah menghapus dosa-dosa.” (Imam al-Nawawi, Riyadh al-Shalihin no. 1042).

Hukum Tidak Shalat Selama Bertahun tahun

Lalu gimana norma ketika orang tidak shalat selama bertahun-tahun, apakah dia wajib mengqadhanya? Iya, dia wajib mengqadha sholat nan dia tinggalkan. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW berikut;

من نسي صلاة فليصل إذا ذكر

Artinya: Barang siapa tidak melaksanakan shalat lantaran lupa maka segeralah dia shalat jika sudah ingat.

Hadits ini berbincang tentang  orang nan lupa, namun menurut syarih sabda ini, orang nan dengan sengaja meninggalkan shalat juga masuk pada konteks sabda ini. Beliau mengatakan;

 وَادَّعَى بَعْضُهُمْ أَنَّ وُجُوبَ الْقَضَاءِ عَلَى الْعَامِدِ يُؤْخَذُ مِنْ قَوْلِهِ نَسِيَ لِأَنَّ النِّسْيَانَ يُطْلَقُ عَلَى التَّرْكِ سَوَاءٌ كَانَ عَنْ ذُهُولٍ أَمْ لَا

Artinya: sebagian ustadz beranggapan bahwa wajib qadha’ bagi orang nan meninggalkan shalat dengan sengaja diambil dari kata nasiya  (artinya : lupa) lantaran nan dimaksud lupa dalam perihal ini adalah meninggalkan shalat baik itu lantaran linglung alias sadar. (Ibnu Hajar al-Asqalani, Fath al-Bari fi syarh sahih Al-Bukhari, Juz 2 Hal. 71) 

Bahkan, tanggungjawab qadha ini menurut Imam al-Nawawi sudah menjadi konsensus. Beliau mengatakan:

أَجْمَعَ الَّذِيْنَ يُعْتَدُّ بِهِمْ أَنَّ مَنْ تَرَكَ صَلاَةً عَمْدًا لَزِمَهُ قَضَاؤُهَا وَخَالَفَهُمْ أَبُوْ مُحَمَّدٍ عَلِيُّ ابْنُ حَزْمٍ قَالَ: لاَ يُقَدَّرُ عَلَى قَضَائِهَا أَبَدًا وَلاَ يَصِحُّ فِعْلُهَا أَبَدًا قَالَ بَلْ يُكْثِرُ مِنْ فِعْلِ الْخَيْرِ وَالتَّطَوُّعِ لِيَثْقُلَ مِيْزَانُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَيَسْتَغْفِرُ اللهَ تَعَالَى وَيَتُوْبُ وَهَذَا الَّذِيْ قَالَهُ مَعَ أَنَّهُ مُخَالِفٌ لِلْإِجْمَاعِ بَاطِلٌ مِنْ جِهَةِ الدَّلِيْلِ

Artinya : Para ustadz mu’tabar telah sepakat, bahwa barangsiapa meninggalkan shalat secara sengaja, maka dia kudu meng-qadha’ (menggantinya). Pendapat mereka ini berbeda dengan pendapat Abu Muhammad Ali bin Hazm nan berkata: bahwa dia tidak perlu meng-qadha selamanya dan tidak sah melakukannya selamanya. 

Namun dia sebaiknya memperbanyak melakukan kebaikan dan shalat sunah agar timbangan (amal baiknya) menjadi berat pada hari kiamat, serta istighfar kepada Allah dan bertobat. Pendapat ini bertentangan dengan ijmak dan bathil berasas dalil nan ada. Imam An-Nawawi, Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab Juz 3 hal. 71) 

Perlu diketahui, jika dia meninggalkan sholat lantaran malas, maka dia wajib mengqadhanya dengan segera. Hanya saja, ketika dia meninggalkannya lantaran udzur karena tidur alias lupa, maka dia sunnah untuk mengqadhanya dengan segera. (Taqrirat al-sadidah, Juz 1 Hal. 198) 

Namun ini dikecualikan darinya, ketika dia meninggalkan sholat dalam keadaan tetap belum Islam. Ia tidak wajib Untuk mengqadhanya, karena dia dalam keadaan di mana dia tidak wajib sholat. 

Namun ketika dia murtad, lampau masuk islam lagi, dia wajib mengqadha’ sholat di masa dia murtad. (Mausu’ah al-Fikhiyyah al-Kuwaitiyyah Juz 22 Hal. 200). 

Demikianlah norma orang nan tidak shalat bertahun-tahun, mari kita tegakkan kepercayaan kita dengan tetap melaksanakan sholat. Sebab sholat ini tiang agama, jika Anda tidak sholat, maka robohlah kepercayaan anda. Wallahu a’lam bi al-shawab.

(Baca: Hukum Qadha Shalat bagi Orang Pingsan Menurut 4 Mazhab).

Selengkapnya
Sumber Info Seputar Islam bincangsyariah
Info Seputar Islam bincangsyariah