Formulasi oli industri lebih canggih dari pada nan Anda bayangkan. Spesifikasi formulasinya seringkali menjadi argumen ketidakkompatibelan menjadi masalah, apalagi dengan dua oli industri dari jenis nan sama. Sintetik seringkali mempunyai masalah ketidakkompatibelan ketika dicampur dengan oli industri berbasis mineral, dengan beberapa pengecualian potensial, seperti PAO dan ester. Namun, apalagi jika dua oli dasar sintetik (atau sintetik dan oli industri berbasis mineral) kompatibel dan dapat diterima untuk aplikasi tertentu, keduanya tetap dapat tidak kompatibel lantaran paket aditifnya. Jadi terlepas dari kompatibilitas oli dasar, aditif nan mengenai dengan oli dasar kudu dipertimbangkan.
Secara umum, aditif mempunyai tiga kegunaan utama: untuk meningkatkan sifat oli dasar, untuk menekan sifat oli dasar, alias untuk memberikan sifat baru pada oli dasar. Paket aditif dikembangkan secara unik untuk jenis oli dasar tertentu, lantaran oli dasar bakal memberikan serangkaian sifat nan berbeda untuk tugas pelumasan. Meskipun demikian, kehati-hatian ekstra kudu dilakukan saat menangani pelumas nan mempunyai oli dasar nan berbeda.
Perlu diingat bahwa pemasok oli industri dapat mencapai karakter keahlian nan serupa dengan beragam cara. Jika terjadi peralihan antara merek oli industri tetapi jenis oli industrinya sama, tetap mungkin terjadi ketidakcocokan dengan aditif. Sebagian besar ketidakcocokan aditif disebabkan oleh beberapa reaksi kimia awal nan mengakibatkan degradasi alias netralisasi. Hal ini dapat menyebabkan kegunaan aditif lenyap alias berubah, serta pembentukan produk sampingan nan tidak diinginkan.
Kompatibilitas juga kudu dipertimbangkan di luar sekadar dua oli industri nan dimaksud. Misalnya, meskipun oli industri sintetik baru melakukan kegunaan pelumasan secara efektif, perihal itu mungkin menimbulkan masalah ketidakcocokan dengan material di dalam sistem, seperti seal. Oleh lantaran itu, material seal dan potensi ketidakcocokan dengan jenis oli dasar tertentu kudu dipertimbangkan sebelum memilih oli industri untuk mesin.
Baca Juga : Menentukan Efisiensi Energi Oli Industri
Kesimpulannya, jangan pernah berasumsi bahwa dua oli industri kompatibel, terlepas dari aplikasinya. Meskipun mungkin kompatibel, keduanya kudu diproses dengan jeli sebelum dicampur. Jika Anda tidak percaya bakal kompatibilitasnya, lakukan pembilasan menggunakan praktik terbaik untuk memastikan semua sisa oli industri sebelumnya telah dihilangkan.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·