Doa Setelah Shalat Fajar

Sedang Trending 3 minggu yang lalu
Doa Setelah Shalat FajarDoa Setelah Shalat Fajar

– Shalat fajar alias sebelum shalat Subuh merupakan salah satu waktu nan sangat spesial dalam Islam. Pada waktu inilah seorang Muslim memulai harinya dengan ibadah, dzikir, dan angan kepada Allah SWT.

Di antara ibadah nan dianjurkan setelah shalat fajar adalah membaca doa-doa nan diajarkan oleh Rasulullah, nan sarat dengan permohonan kebaikan bumi dan akhirat.

Para ustadz menjelaskan bahwa waktu setelah Subuh termasuk waktu nan penuh keberkahan dan termasuk saat nan mustajab untuk berdoa. Oleh lantaran itu, sangat dianjurkan untuk tidak langsung beranjak, tetapi mengisinya dengan dzikir dan angan sebagai corak penghambaan dan angan kepada Allah SWT.

Salah satu angan nan diriwayatkan dari sahabat Abdullah bin Abbas r.a. menyebut bahwa Rasulullah membaca angan panjang setelah shalat malam menjelang fajar. Doa ini mengandung permohonan hidayah, rahmat, perlindungan, serta beragam kebaikan lainnya.

Nah berikut angan setelah shalat fajar nan termaktub dalam riwayat Imam Thabrani;


اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ رَحْمَةً مِنْ عِنْدِكَ تَهْدِي بِهَا قَلْبِي، وَتَجْمَعُ بِهَا شَمْلِي، وَتَلُمُّ بِهَا شَعَثِي، وَتَرُدُّ بِهَا أُلْفَتِي، وَتُصْلِحُ بِهَا دِينِي، وَتَحْفَظُ بِهَا غَائِبِي، وَتَرْفَعُ بِهَا شَاهِدِي، وَتُزَكِّي بِهَا عَمَلِي، وَتُبَيِّضُ بِهَا وَجْهِي، وَتُلْهِمُنِي بِهَا رُشْدِي، وَتَعْصِمُنِي بِهَا مِنْ كُلِّ سُوءٍ. اللَّهُمَّ أَعْطِنِي إِيمَانًا صَادِقًا، وَيَقِينًا لَيْسَ بَعْدَهُ كُفْرٌ، وَرَحْمَةً أَنَالُ بِهَا شَرَفَ كَرَامَتِكَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ. اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْفَوْزَ عِنْدَ اللِّقَاءِ، وَمَنْزِلَ الشُّهَدَاءِ، وَعَيْشَ السُّعَدَاءِ، وَمُرَافَقَةَ الْأَنْبِيَاءِ، وَالنَّصْرَ عَلَى الْأَعْدَاءِ.


Allāhumma innī as’aluka raḥmatan min ʿindik, tahdī bihā qalbī, wa tajmaʿu bihā shamlī, wa talummu bihā shaʿathī, wa taruddu bihā ulfatī, wa tuṣliḥu bihā dīnī, wa taḥfaẓu bihā ghā’ibī, wa tarfaʿu bihā shāhidī, wa tuzakkī bihā ʿamalī, wa tubayyiḍu bihā wajhī, wa tulhimunī bihā rushdī, wa taʿṣimunī bihā min kulli sū’.

Allāhumma aʿṭinī īmānan ṣādiqan, wa yaqīnan laysa baʿdahu kufr, wa raḥmatan anālu bihā sharafa karāmatika fī ad-dunyā wal-ākhirah. Allāhumma innī as’aluka al-fawza ʿinda al-liqā’, wa manzila ash-shuhadā’, wa ʿaysha as-suʿadā’, wa murāfaqata al-anbiyā’, wa an-naṣra ʿalā al-aʿdā’.

Artinya; Ya Allah, sesungguhnya saya memohon kepada-Mu rahmat dari sisi-Mu, nan dengannya Engkau memberi petunjuk hatiku, menyatukan urusanku, memperbaiki keadaanku, mengembalikan keakrabanku, memperbaiki agamaku, menjaga nan tidak datang dariku, mengangkat derajatku, menyucikan amalanku, memutihkan wajahku, mengilhamkan petunjuk kepadaku, dan melindungiku dari segala keburukan.

Ya Allah, berikanlah kepadaku ketaatan nan betul dan kepercayaan nan tidak diikuti kekafiran, serta rahmat nan dengannya saya meraih kemuliaan-Mu di bumi dan akhirat. Ya Allah, saya memohon kemenangan saat pertemuan, kedudukan para syuhada, kehidupan orang-orang bahagia, kebersamaan dengan para nabi, dan pertolongan atas musuh-musuh.

اللَّهُمَّ أَنْزَلْتُ بِكَ حَاجَتِي، وَإِنْ قَصُرَ رَأْيِي وَضَعُفَ عَمَلِي، وَافْتَقَرْتُ إِلَى رَحْمَتِكَ، فَأَسْأَلُكَ يَا قَاضِيَ الْأُمُورِ وَيَا شَافِيَ الصُّدُورِ كَمَا تُجِيرُ بَيْنَ الْبُحُورِ أَنْ تُجِيرَنِي مِنْ عَذَابِ السَّعِيرِ وَمِنْ دَعْوَةِ الثُّبُورِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْقُبُورِ. اللَّهُمَّ مَا قَصُرَ عَنْهُ رَأْيِي وَضَعُفَ مِنْهُ عَمَلِي وَلَمْ تَبْلُغْهُ أُمْنِيَّتِي مِنْ خَيْرٍ وَعَدْتَهُ أَحَدًا مِنْ عِبَادِكَ أَوْ خَيْرًا أَنْتَ مُعْطِيهِ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ فَإِنِّي أَرْغَبُ إِلَيْكَ فِيهِ وَأَسْأَلُكَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ.

اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا هَادِينَ مَهْدِيِّينَ غَيْرَ ضَالِّينَ وَلَا مُضِلِّينَ حِرْبًا لِأَعْدَائِكَ وَسِلْمًا لِأَوْلِيَائِكَ نُحِبُّ بِحُبِّكَ النَّاسَ وَنُعَادِي بِعَدَاوَتِكَ مَنْ خَالَفَكَ مِنْ خَلْقِكَ. اللَّهُمَّ هَذَا الدُّعَاءُ وَعَلَيْكَ الْإِجَابَةُ، وَهَذَا الْجُهْدُ وَعَلَيْكَ التُّكْلَانُ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ. اللَّهُمَّ ذَا الْحَبْلِ الشَّدِيدِ وَالْأَمْرِ الرَّشِيدِ أَسْأَلُكَ الْأَمْنَ يَوْمَ الْوَعِيدِ وَالْجَنَّةَ يَوْمَ الْخُلُودِ مَعَ الْمُقَرَّبِينَ الشُّهُودِ وَالرُّكَّعِ السُّجُودِ وَالْمُوفِينَ بِالْعُهُودِ إِنَّكَ رَحِيمٌ وَدُودٌ وَإِنَّكَ تَفْعَلُ مَا تُرِيدُ.

Allāhumma anzaltu bika ḥājatī, wa in qaṣura ra’yī wa ḍaʿufa ʿamalī, wa افتaqartu ilā raḥmatik, fa-as’aluka yā qāḍiya al-umūr wa yā shāfī aṣ-ṣudūr, kamā tujīru bayna al-buḥūr an tujīranī min ʿadhābi as-saʿīr, wa min daʿwati ath-thubūr, wa min fitnati al-qubūr. Allāhumma mā qaṣura ʿanhu ra’yī wa ḍaʿufa minhu ʿamalī wa lam tablugh-hu umniyyatī min khayr waʿadtahu aḥadan min ʿibādik aw khayran anta muʿṭīhi aḥadan min khalqik fa-innī arghabu ilayka fīhi wa as’aluka yā rabba al-ʿālamīn.

Allāhumma ijʿalnā hādīn mahdiyyīn ghayra ḍāllīn wa lā muḍillīn ḥarban li-aʿdā’ika wa silman li-awliyā’ika nuḥibbu bi-ḥubbika an-nāsa wa nuʿādī bi-ʿadāwatika man khālafaka min khalqik. Allāhumma hādhā ad-duʿā’ wa ʿalayka al-ijābah, wa hādhā al-juhd wa ʿalayka at-tuklān, wa lā ḥawla wa lā quwwata illā billāh.

Allāhumma dhā al-ḥabli ash-shadīd wal-amri ar-rashīd as’aluka al-amna yawma al-waʿīd wal-jannata yawma al-khulūd maʿa al-muqarrabīn ash-shuhūd war-rukkaʿ as-sujūd wal-mūfīna bil-ʿuhūd innaka raḥīmun wadūd wa innaka tafʿalu mā turīd.

Artinya; Ya Allah, kepada-Mu saya sandarkan kebutuhanku, meskipun lemah pikiranku dan sedikit amalanku, dan saya sangat memerlukan rahmat-Mu. Maka saya memohon kepada-Mu, wahai nan Menetapkan segala urusan dan Penyembuh dada, sebagaimana Engkau menyelamatkan di antara lautan, selamatkanlah saya dari balasan neraka, dari angan kebinasaan, dan dari tuduhan kubur.

Ya Allah, apa nan tidak bisa dijangkau oleh pikiranku, lemah darinya amalanku, dan tidak sampai oleh angan-anganku berupa kebaikan nan Engkau janjikan kepada hamba-hamba-Mu alias nan Engkau berikan kepada makhluk-Mu, maka saya memohon kepada-Mu untuk itu, wahai Tuhan semesta alam.

Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang nan memberi petunjuk dan mendapat petunjuk, tidak sesat dan tidak menyesatkan, memusuhi musuh-Mu dan berbaikan dengan wali-wali-Mu. Kami mencintai manusia lantaran cinta-Mu dan memusuhi orang nan menyelisihi-Mu. Ya Allah, inilah angan dan kepada-Mu jawabannya, ini upaya dan kepada-Mu tawakal, tiada daya dan kekuatan selain dengan Allah.

Wahai Pemilik kekuatan nan kokoh dan urusan nan lurus, saya memohon keamanan pada hari ancaman, surga pada hari keabadian berbareng orang-orang nan didekatkan, para saksi, orang-orang nan rukuk dan sujud, serta nan menepati janji. Sesungguhnya Engkau Maha Pengasih lagi Maha Mencintai dan Engkau melakukan apa nan Engkau kehendaki.

Mengamalkan angan setelah shalat fajar merupakan bagian dari tradisi ibadah nan sangat dianjurkan. Dengan membiasakan diri membaca angan ini, seorang Muslim diharapkan dapat memulai harinya dengan penuh harapan, ketenangan, dan keberkahan.

Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kita kemudahan dalam beribadah, menerima doa-doa kita, serta menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya nan mendapatkan rahmat dan hidayah.

Selengkapnya
Sumber Info Seputar Islam bincangsyariah
Info Seputar Islam bincangsyariah