Jakarta -
Pasca persalinan banyak busui mengeluhkan aroma badannya nan condong meningkat dan berkeringat lebih. Hmm, lantas gimana langkah menjaga aroma badan Bunda selama menyusui, selain pakai deodoran ya, Bunda?
Kehamilan dan masa nifas memang menjadi momen nan menakjubkan bagi seorang ibu. Berbagai perubahan dialaminya, tidak saja penyesuaian waktu terhadap agenda menyusui dan segala serba serbinya, tetapi juga transisi dengan pengaruh samping pada perubahan tubuh lantaran aspek hormonal. Diantara perubahan tersebut salah satunya adalah peningkatan keringat dan aroma badan.
Bau badan pada ibu menyusui
Berbicara mengenai aroma badan pada busui namalain wanita pasca persalinan merupakan perihal nan normal kok, Bunda. Hal ini biasa terjadi lantaran beragam argumen dalam jangka waktu setelah seseorang melahirkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seorang wanita mengandung memperoleh hingga 10 pon cairan ketuban, darah, dan cairan lainnya,"kata Damian Pat Alagia III, MD, MS, MBA, seroang Direktur Medis Kesehatan Wanita di Quest Diagnostics.
Setelah bayi lahir, tambah Dr Alagia, cairannya perlu disalurkan ke suatu tempat. Karena itu, wanita seringkali mengalami peningkatan keringat. Ini merupakan langkah tubuhnya membuang kelebihan cairan tersebut, seperti dikutip dari laman Very Well Family.
Dengan bertambahnya keringat, ada kemungkinan aroma badan jadi meningkat. Hal ini mirip dengan perubahan hormon saat pubertas. Dan, ini juga merupakan langkah alami tubuh untuk membantu Bunda menjalin ikatan dengan bayi nan baru lahir.
"Perubahan aroma badan seorang wanita pasca persalinan membantu mengarahkan bayi ke arahnya untuk disusui," tambah Dr Alagia. Faktanya, selama menyusui, wanita memang mengeluarkan feromon nan berbeda-beda. Jika tercampur dengan air liur bayi, perihal ini dapat menimbulkan aroma nan mungkin baru dan asing bagi wanita tersebut.
Selain itu, penyebab keringat dan aroma badan pascapersalinan juga disebabkan adanya perubahan hormonal nan terjadi secara dramatis pada periode tersebut, dengan adanya penurunan drastis estrogen dan progesteron serta peningkatan prolaktin untuk memproduksi ASI, kata Banafsheh Bayati, MD, seorang obgyn di Santa Monica, California.
Adanya pergesertan hormonal tersebut, tambah Dr Banafsheh, diperlukan untuk produksi ASI serta dapat juga mempengaruhi suasana hati, rambut, libido, dan aroma badan. Saat produksi ASI seorang busui meningkat, tentunya busui bakal lebih banyak berkeringat, terutama di malam hari. Selain itu, busui juga mungkin bakal memandang keputihan nan berbau dan terlihat berbeda dari periode menstruasi pada umumnya.
Cara menjaga aroma badan ibu menyusui
Hal pertama nan kudu dilakukan untuk menjaga aroma badan selama menyusui adalah dengan memastikan bahwa Bunda dapat menjalankan kegunaan dasar tubuh setelah melahirkan. Pastikan bahwa kandung kemih dan usus dalam keadaan baik dan tidak mengalami perdarahan terlalu banyak.
Berikut ini beberapa langkah menjaga aroma badan Bunda selama menyusui selain menggunaan deodoran:
1. Mandi secara teratur
Mandi secara teratur menjadi salah satu rutinitas nan perlu dijalankan. Memang, seringkali agenda menyusui membikin busui susah sekali merawat diri. Tetapi, mandi dengan teratur tidak saja menjaga kebersihan tubuh dan mencegahnya dari aroma badan tetapi juga mengembalikan daya serta kesegaran setelah capek menjaga bayi.
2. Pilih busana nan menyerap keringat
Keringat nan berlebih pasca persalinan dan selama menyusui merupakan perihal normal. Bunda hanya perlu beradaptasi dengan kondisi tersebut. Agar lebih nyaman, pilihlah busana dengan bahan nan mudah menyerap keringat. Hindari busana nan ketat dan pilihlah bahan seperti katun, campuran linen dan lainnya.
3. Minum banyak air
Tetap terhidrasi juga merupakan kunci krusial menjaga diri dari ancaman aroma badan. Apalagi, menyusui juga membikin busui lebih sering haus sehingga meletakkan botol berisi air penuh menjadi perihal krusial seperti dikutip dari laman Lume.
4. Tisu deodoran
Tisu deodoran mungkin bisa jadi penyelamat dengan kepadatan agenda sebagai ibu baru. Tisu deodorant biasanya terbukti secara klinis mengendalikan aroma badan selama 24 jam lantaran didukung teknologi acidified.
5. Berikan cinta kepada diri sendiri
Yakinlah bahwa seiring dengan waktu, tubuh bakal merasa normal kembali. Ingatlah bahwa tubuh kita mempunyai skill luar biasa untuk beradaptasi, menyesuaikan diri, dan menyembuhkan. Berilah diri sendiri dengan cinta semaksimal mungkin seperti halnya saat kehamilan nan membikin banyak perihal luar biasa dan menakjubkan bisa terlewati.
Selain langkah di atas, Bunda juga bisa melakukan upaya lainnya adalah mengganti seprai dan handuk secara rutin. Berkeringat di malam hari membikin seprai jadi sigap kotor karenanya gantilah seprai secara teratur dan lapisi seprai dengan handuk, seperti dikutip dari laman Nalacare.
Bunda juga perlu lebih sering mengganti busana terutama saat berkeringat namalain aroma badan mulai muncul baik itu di siang dan sore hari guna membantu tubuh tetap segar dan terhindar dari aroma badan tak sedap. Jangan lupa, bukalah jendela setiap hari untuk mendapatkan udara segar di kamar.
Semoga informasinya membantu ya, Bunda.
Bagi Bunda nan mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)
2 tahun yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·