Berikut Tujuh Amalan Sunah Shalat Idul Fitri

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Mengapa Umat Islam Indonesia Bermazhab Syafi'i? Ini Jawaban Ulama NusantaraMengapa Umat Islam Indonesia Bermazhab Syafi'i? Ini Jawaban Ulama Nusantara

Tak terasa Idul Fitri bakal segera datang. Salah satu perihal nan sunah dilakukan ketika Idul Fitri alias lebaran datang adalah melaksanakan shalat Idul Fitri. Nah berikut 8 ibadah sunah saat hendak melaksanakan Idul fitri menurut Habib Syekh Hasan bin Ahmad bin Muhammad bin Salim al- Kaff dalam kitab at-Taqrir as-Sadidah fil Masailil Mufidah. Berikut penjelasanya;

Pertama, sunah hukumnya melambatkan shalat Idul Fitri. Ukurannya kira-kira naik metahari naik sekitar satu tombak (7 dzira’/ + 3,36 M). Agar lapang waktu masyarakat untuk beramai-ramai ke tempat shalat Idul Fitri.

Kedua, shalat Idul Fitri itu dilaksanakan di masjid— dengan catatan; andaikan masjid itu luas—, jika tak luas maka boleh di tanah lapang, alias di gedung alias selainnya. Menurut Habib Syekh  Hasan al Kaff, jika shalat Idul Fitri dilaksanakan di masjid, maka wanita nan menstruasi kudu berakhir alias duduk di pintu masjid saja, dia boleh mendengarkan khutbah Idul Fitri, bukan melaksanakan shalatnya.

Ketiga,  menghidupkan malam Idul Fitri dengan memperbanyak ibadah.

Adapun perintah memperbanyak ibadah pada malam Idul Fitri, sesuai dengan rekomendasi Baginda Nabi  Muhammad. Memperbanyak ibadah di malam Idul fitri bisa dilakukan dengan membaca Al-Qur’an, takbiran sebagai pujian pada Tuhan, membaca tasbih, dan istigfar.  Hal itu bisa dilaksanakan setelah shalat Isya sampai shalat subuh.

Rasulullah bersabda;

من قام ليلتي العيد، محتسباً لله تعالى، لم يمت قلبه يوم تموت القلوب

Artinya; Barangsiapa nan beragama pada Idul Fitri dan Idul Adha semata-mata mengharap ridha Allah, maka hatinya itu tak bakal meninggal di mana hati-hati orang lain meninggal (HR Ibnu Majah).

Keempat, sebelum melaksanakan Shalat Idul Fitri, sunah hukumnya mandi terlebih dahulu. Menurut Habib Hasan al Kaff bahwa  penjelasan waktu mandi  tersebut dimulai sejak tengah malam Idul Fitri sampai tenggelamnya mentari di keesokan harinya. Akan tetapi waktu mandi paling afdhal (utama) dilakukan dilakukan setelah terbit fajar.

Berikut niat mandi shalat Idul Fitri;

نَوَيْتُ غُسْلَ عِيْدِ الْفِطْرِ سُنَّةً لِلهِ تَعَالَى

Artinya;  “Aku niat mandi Idul fitri, sunnah lantaran Allah”.

Kelima, memakai wewangian dan berdandan diri.

Sejatinya, Idul fitri  merupakan waktu untuk berdandan diri dan memperelok  penampilan seindah mungkin.  Berhias itu bisa dengan membersihkan badan dari kotoran, memotong kuku, memakai busana terbaik alias baju baru, dan juga memakai wewangian. Sunnah berdandan  dan memakai wewangian ini tidak terbatas bagi orang nan ikut serta shalat Idul Fitri— bagi mereka nan tak ikut shalat Ied pun tetap dianjurkan memakai wewangian dan berhias.

Keenam, makan sebelum Shalat Idul Fitri

Makan sebelum shalat Idul Fitri itu hukumnya sunah. Para ustadz sepakat mengenai sunahnya makan sebelum shalat Idul Fitri. Hal itu sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Rusyd dalam kitab Bidayatul Mujtahid, Jilid I, laman 233;

أجمَعوا على أنه يُستحبُّ أن يُفطر في عيد الفطر قبل الغُدوِّ إلى المصلَّى، وألَّا يُفطرَ يومَ الأضحى إلَّا بعد الانصرافِ من الصَّلاة

Artinya: Mayoritas ustadz sepakat bahwa hukumnya sunah bahwa makan terlebih dulu pada pagi sebelum pergi ke shalat Idul Fitri, sedangkan untuk shalat Idul Adha sebaliknya— makan sunah hukumnya setelah shalat Idul Adha.

Hal ini sesuai dengan sabda Nabi Muhammad SAW nan diriwayatkan oleh Imam Bukhari;

عَنْ أَنَسٍ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ  لاَ يَغْدُو يَوْمَ الْفِطْرِ حَتَّى يَأْكُلَ تَمَرَاتٍ

Artinya; Dari Anas bin Malik radliyallahuanhu berkata, “Rasulullah tidak berangkat pada Idul Fithri hingga beliau menyantap beberapa kurma. (HR. Bukhari)

Ketujuh, melangkah kaki ketika hendak melaksanakan shalat Idul Fitri, dan membedakan rute jalan pulang dari tempat shalat Idul Fitri. Di samping itu jalan keberangkatan lebih panjang dari pada jalan pulang. Pasalnya, itu untuk memperbanyak pahala menuju tempat ibadah.

Habib Syekh Hasan al Kaff berkata;

ويندب تطويله ليكثر الاجر بكثرة الخطا

Artinya: Di sunahkan memanjangkan jalan berangkat ke tempat shalat Idul Fitri, untuk memperbanyak coretan pahala di sisi Allah.

Demikian penjelasan 7 Amalan Sunah Shalat Idul Fitri. Semoga bermanfaat

(Baca: Ini Doa Sebelum dan Sesudah Mandi Pada Saat Idul Fitri)

Selengkapnya
Sumber Info Seputar Islam bincangsyariah
Info Seputar Islam bincangsyariah