Attack on Titan: The Final Season Part 4 Review

Sedang Trending 2 tahun yang lalu

“Attack on Titan” pertama kali mengudara pada 2013 silam dan langsung menuai popularitas. Animasi penyesuaian manga karya Hajime Isayama terkenal lantaran world building dan bentrok nan menarik, kedalaman emosi ceritanya, hingga kualitas animasinya nan bergerak diiringi dengan pengarahan musik nan megah. “Attack on Titan” nyaris unggul dalam setiap aspek untuk menjadi anime terbaik sepanjang masa. Setelah 10 tahun mengudara, sudah saatnya mengucapkan selamat tinggal pada anime ini dengan argumen terbaik.

Jika ada aspek terburuk dalam anime ini adalah eksekusi perilisannya. Bayangkan saja, The Final Season sajanya dibagi menjadi tiga bagian, dengan ‘The Final Chapters Special’ nan dibagi menjadi dua bagian lagi dan jarak rilis nyaris setahun hanya untuk dua bagian terakhir. Namun penantian kita telah berakhir, begitu pula perjalanan kita bakal segera berhujung tepat di tahun kesepuluh dari “Attack on Titan”. Buat nan sudah membaca manga-nya terlebih dahulu, tidak ada perubahan signifikan untuk rilisan anime-nya ini.

Babak Terakhir Pertempuran Eren dengan Umat Manusia

“Attack on Titan” The Final Season pertama nan rilis 2022 lampau menjadi prolog dari pertempuran terakhir untuk bagian kedua ini. Skala pertempuran dibandingkan dengan bagian sebelumnya juga lebih besar, jauh lebih akbar dari beragam sisi. Sudah menjadi dilema untuk Mikasa dan Armin sejak beberapa bagian season terakhir ini untuk mengeksekusi Eren Yeager, sahabat karib mereka.

Plot berputar di sekitar memori Eren berbareng kedua sahabatnya tersebut. Menjadi adegan-adegan nan mengharukan di bagian terakhir “Attack on Titan”. Pastinya juga pertempuran epik antara karakter-karakter nan tetap tersisa dengan sederet titan di tubuh titan Eren, serta Founding Titan nan “menghantui” di setiap perspektif pertarungan.

Namun ini adalah skenario pengambilan keputusan untuk argumen nan lebih besar daripada sentimental romansa maupun persahabatan. Inilah intipati emosional dari trio Eren, Armin, dan Mikasa; semuanya memberikan segalanya demi keberlanjutan umat manusia. Selalu menjadi skill Isayama untuk tidak ragu menghancurkan hati pengemar “Attack on Titan”.

 The Final Season Part 4

Arahan Animasi dan Musik Menggugah Emosi

Sebagai anime nan mempunyai ekspektasi tinggi untuk kualitas animasinya (apalagi setelah penantian nan lama), “Attack on Titan” finale ini tidak main-main. Sempat dikabarkan Isayama sampai minta maaf dengan MAPPA untuk salah satu segmen nan paling susah untuk diwujudkan animasinya dari panel manga. Namun pada akhirnya MAPPA sukses menyajikan sekuen action nan kualitasnya sama dengan episode-episode terbaik “Attack on Titan” di season-season sebelumnya.

Banyak momen-momen pertempuran epik nan sukses dibangkitan dari ilustrasi Isayama dengan animasi nan dinamis. Salah satu segmen laga nan berkesan adalah tindakan Levi nan diiringi dengan musik instrumental gubahan dari Bauklotze (lagu nan mengiringi segmen tindakan Hange Zoe pada bagian sebelumnya). Banyak juga adegan-adegan ikonik dari manga nan sukses diakselerasi maknanya dengan presentasi animasi nan lebih dramatis.

Arahan musik ‘The Final Season Part 4’ ini juga jadi pelengkap dari setiap adegan-adegan nan mempengaruhi emosi penonton. Terdengar seperti tribute untuk keseluruhan anime-nya. Banyak gubahan-gubahan musik latar nan terdengar familiar diselipkan unuk mengiringi segmen aksi. Karena selama ini sudah banyak koleksi Original Soundtrack nan ikonik dari “Attack on Titan”.

Konklusi Sifat Dasar Manusia nan Destruksif dan Eksploitatif

(Spoiler Alert!) Babak puncak dari “Attack on Titan” chapter terakhir ini adalah kematian Eren di tangan Mikasa. Setelah Eren meninggal, begitu pula Founding Titan memutuskan untuk ikut menghilang dengan kekuatan titannya, maka bangsa Eldian kembali menjadi manusia dan tidak mempunyai kekuatan titan lagi. Namun tetap saja ada nan bangsa nan tidak percaya dengan Eldia. Meski kekuatan titan telah menghilang, perang antar umat manusia selalu bisa disulut kembali.

Di masa-masa seperti ini, ending dari perang antara umat manusia dengan bangsa Eldia terasa begitu dekat dengan realita. Konsep bahwa Raja Frizt mengeksploitasi kekuatan Founding Titan untuk memenangkan perang di masa lalu. Begitu pula orang Marley nan menyerang Eldian, kemudian Eren nan menggunakan kekuatan titan untuk melakukan genosida.

Pada post credit, kita memandang gimana jaman berganti, beriringan dengan perang-perang nan pecah di setiap jamannya. Membuat kita bertanya, apa betul umat manusia berkuasa atas keselamatan dan belas kasih untuk terus menguasai dunia? Sudah menjadi sifat alami manusia nan destruktif dan ekspoiltatif. Jika kekuatan titan kembali ditemukan oleh manusia di masa depan, sangat mungkin skenario nan sama kembali terulang.

Attack on Titan: The Final Season Part 3 Review

Selengkapnya
Sumber cultura
cultura