Aman dikonsumsi penderita diabetes, ini 10 buah-buahan dengan indeks glikemik rendah

Sedang Trending 1 tahun yang lalu
Aman dikonsumsi penderita diabetes, ini 10 buah-buahan dengan indeks glikemik rendah

foto: pexels.xom

- Indeks glikemik menunjukkan seberapa sigap suatu makanan dapat meningkatkan kadar gula darah. Bagi penyandang diabetes, memahami indeks glikemik sangatlah krusial lantaran berpengaruh langsung terhadap tingkat glukosa dalam tubuh. Dr. Hermina Novida, seorang master ahli dari UNAIR, menekankan pentingnya memperhatikan indeks glikemik makanan, terutama saat menjalani diet alias puasa.

Menurut Dr. Hermina, penyandang glukosuria perlu mengetahui indeks glikemik dari makanan dan minuman nan bakal mereka konsumsi. Selain itu, mereka juga kudu membatasi asupan gula. Untuk penyandang diabetes, konsumsi gula disarankan tidak melampaui 25 gram per hari, sementara untuk orang tanpa diabetes, pemisah konsumsi nan dianjurkan adalah sekitar 50 gram per hari.

"Jadi jika 25 gram sehari jika sudah terpakai jatah untuk buah alias snack, mungkin sebaiknya minumannya air putih alias minuman nan tidak menggunakan gula alias fruktosa," jelasnya dikutip BrilioFood dari unair.ac.id pada Rabu (24/7).

Beberapa contoh makanan dan minuman dengan indeks glikemik tinggi seperti nasi putih, roti putih, pisang matang, semangka, minuman bersoda, saribuah buah kemasan, es teh manis, dan tetap banyak lagi.

Meskipun demikian, tidak semua buah-buahan mempunyai indeks glikemik tinggi. Beberapa jenis buah justru mempunyai indeks glikemik rendah. Hal ini memungkinkan penyandang glukosuria untuk tetap menikmati buah-buahan tersebut sebagai bagian dari diet mereka, tanpa cemas bakal lonjakan kadar gula darah nan signifikan.
Berikut 10 buah-buahan dengan indeks glikemik rendah BrilioFood lansir dari beragam sumber pada Rabu (24/7).

1. Apel.

Aman dikonsumsi penderita diabetes, ini 10 buah-buahan dengan indeks glikemik rendah

10 buah-buahan dengan indeks glikemik rendah
pexels.com

Apel memang mempunyai indeks glikemik sekitar 36, nan tergolong rendah. Nggak hanya itu, dilansir dari healthline.com, apel juga mengandung vitamin C, K, B6, kalium, dan nutrisi lainnya. Meskipun apel mempunyai indeks glikemik rendah, pengolahan dapat mengubah nilai gizinya. Untuk faedah kesehatan nan optimal, terutama bagi penderita diabetes, konsumsi apel segar tanpa pengolahan lebih disarankan.

2. Pir.

Pir mempunyai indeks glikemik rendah sebesar 38. Buah satu ini juga mengandung antioksidan nan menjaga sistem kekebalan tubuh hingga mendukung kesehatan jantung. Pir bisa dikonsumsi langsung alias dijadikan salad buah hingga dibuat selai.

3. Jeruk.

Aman dikonsumsi penderita diabetes, ini 10 buah-buahan dengan indeks glikemik rendah

10 buah-buahan dengan indeks glikemik rendah
pexels.com

Jeruk memang mempunyai indeks glikemik sekitar 40, nan tergolong rendah. Jeruk juga mengandung vitamin C, A, serat, folat, kalium, dan tetap banyak lagi. Kalau dikonsumsi rutin, nutrisi dalam jeruk bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh hingga membantu sistem pencernaan.

4. Stroberi.

Stroberi mempunyai indeks glikemik sekitar 41, nan tergolong rendah. Dilansir dari healthline.com, kandungan vitamin C dalam buah ini bisa mengontrol gula darah, menjaga kesehatan kulit, hingga menurunkan tekanan darah tinggi.

5. Peach.

Aman dikonsumsi penderita diabetes, ini 10 buah-buahan dengan indeks glikemik rendah

10 buah-buahan dengan indeks glikemik rendah
pexels.com

Peach juga mengandung indeks glikemik nan rendah, sebesar 42. Kamu bisa mengonsumsi langsung peach alias mengolahnya jadi smoothie, salad buah, alias topping yogurt. Selain itu, peach juga mengandung antioksidan nan meningkatkan sistem kekebalan tubuh serta mendukung kesehatan jantung.

6. Plum.

Kandungan vitamin C, A, K, kalium, serat, antioksidan, dan magnesium di dalam buah plum bisa mendukung kesehatan pencernaan dan jantung. Perlu diingat bahwa meskipun plum mempunyai banyak manfaat, tetap konsumsi dalam jumlah nan wajar, terutama bagi penyandang diabetes. Pasalnya, buah satu ini mempunyai indeks glikemik sebesar 39.

7. Ceri.

Aman dikonsumsi penderita diabetes, ini 10 buah-buahan dengan indeks glikemik rendah

10 buah-buahan dengan indeks glikemik rendah
pexels.com

Ceri jadi salah satu buah nan punya indeks glikemik rendah, hanya sebesar 22. Meskipun ceri dapat diolah dengan beragam cara, mengonsumsinya dalam corak segar adalah langkah terbaik untuk mendapatkan faedah nutrisi maksimal. Perlu diingat bahwa meskipun ceri mempunyai indeks glikemik rendah, tetap perlu dikonsumsi dalam jumlah nan wajar, ya.

8. Blueberry.

Blueberry mempunyai indeks glikemik 53, nan tetap tergolong rendah hingga sedang. Kandungan vitamin C, K, E, kalium, dan fokat di dalamnya sangat berfaedah bagi metabolisme tubuh. Kamu bisa mengonsumsinya langsung alias diolah sesuai selera.

9. Jambu biji.

Aman dikonsumsi penderita diabetes, ini 10 buah-buahan dengan indeks glikemik rendah

10 buah-buahan dengan indeks glikemik rendah
pexels.com

Jambu biji memang mempunyai indeks glikemik rendah, ialah sekitar 12-24. Nggak hanya itu, jambu biji juga mengandung serat, vitamin C, A, K, E, magnesium, air, dan tetap banyak lagi. Meskipun jambu biji mempunyai banyak manfaat, krusial untuk tetap mengonsumsinya dalam jumlah nan sesuai, terutama bagi penyandang diabetes. Konsumsi dalam corak buah segar alias saribuah tanpa tambahan gula umumnya lebih disarankan untuk memaksimalkan faedah nutrisinya.

10. Alpukat.

Aman dikonsumsi penderita diabetes, ini 10 buah-buahan dengan indeks glikemik rendah

10 buah-buahan dengan indeks glikemik rendah
pexels.com

Alpukat memang mempunyai indeks glikemik nan sangat rendah, ialah kurang dari 15. Ini membuatnya menjadi pilihan buah nan baik bagi penyandang glukosuria alias mereka nan sedang mengontrol asupan gula. Alpukat juga mengandung vitamin C, K, E, B6, antioksidan, dan folat. Kalau rutin dikonsumsi, alpukat bisa meningkatkan penyerapan nutrisi dari makanan lain hingga berpotensi mempunyai sifat antikanker, lho.

Kamu bisa mengonsumsi alpukat secara langsung alias diolah sesuai selera. Meskipun alpukat kaya bakal nutrisi, perlu diingat bahwa buah ini juga tinggi kalori lantaran kandungan lemaknya. Oleh lantaran itu, krusial untuk mengonsumsinya dalam jumlah nan wajar sebagai bagian dari diet seimbang.

(brl/ola)

Selengkapnya
Sumber Info Kuliner briliofood
Info Kuliner briliofood