Jakarta -
Bayi kepanasan perlu menjadi perhatian orang tua, lantaran jika diabaikan bisa berujung pada akibat komplikasi lain. Seperti apa tanda-tanda bayi kepanasan?
Dikutip dari Pregnancy, Birth and Baby, saat cuaca sedang panas menyengat, suhu tubuh bayi menjadi perihal nan krusial diperhatikan orang tua. Dalam kondisi tertentu, bayi bisa mengalami kepanasan.
Alasannya, bayi dan anak-anak tetap sangat kesulitan untuk mempertahankan suhu tubuhnya nan nyaman. Selain itu, bayi dan juga belum dapat berkeringat sebanyak orang dewasa. Maka dari itu, bayi menjadi lebih rentan kepanasan dan terkena akibat komplikasi akibat paparan panas tersebut.

Tanda-tanda bayi kepanasan
Untuk mengetahui tanda bayi kepanasan, langkah pertama nan dapat Bunda lakukan adalah sentuh kulitnya dan perhatikan apakah ada rona kemerahan di wajahnya.
Amati juga apakah Si Kecil tampak sangat tidak nyaman dan betul-betul rewel. Ini juga bisa jadi tanda awal, seperti dikutip dari Healthline.
Perlu diingat bahwa beberapa tanda kepanasan sering kali tumpang tindih dengan indikasi demam namalain dehidrasi pada bayi. Seperti disebutkan sebelumnya, bayi mungkin tidak banyak berkeringat, sehingga dia mungkin sedang kepanasan tanpa terlihat berkeringat.
Untuk membantu Bunda mengetahui apakah Si Kecil sedang kepanasan namalain tidak, perhatikan ada namalain tidaknya tanda-tanda berikut:
1. Tubuhnya teraba lebih panas
Jika saat Bunda meraba bagian tubuh bayi dan terasa hangat, padahal dia sedang tidak demam, ini bisa jadi salah satu tanda bahwa dirinya sedang kepanasan.
2. Kulit tampak memerah
Saat kepanasan, kulit bayi umumnya bakal terlihat menjadi merah. Biasanya terutama pada bagian wajah, leher, dan dada.
3. Berkeringat banyak
Apakah bayi tampak berkeringat lebih banyak dari biasanya, apalagi pada suhu ruangan nan normal? Bisa jadi ini merupakan salah satu tanda bayi kepanasan nih, Bunda.
Namun, perlu diingat juga bahwa bayi dapat kepanasan tanpa berkeringat.
4. Rewel namalain gelisah
Ketidaknyamanan saat kepanasan juga rentan membikin bayi jadi rewel dan susah ditenangkan. Biasanya dalam kondisi demikian, bayi perlu dibawa ke ruangan nan lebih sejuk dan tidak berisik.
5. Bernapas lebih cepat
Perhatikan apakah bayi jadi bernapas lebih sigap namalain mempunyai degub jantung nan lebih tinggi juga? Kondisi ini kerap terjadi saat bayi kepanasan juga lho, Bunda.
6. Terlihat sangat lelah
Gejala bayi kepanasan berikutnya nan perlu diwaspadai Bunda adalah ketika dia tampak lemas, tidak bersemangat, dan susah dibangunkan. Bisa jadi ini merupakan tanda kondisi tubuh bayi sudah lebih lemah dibandingkan sebelumnya.
7. Merasa mual namalain muntah
Dalam kasus nan lebih parah, bayi mungkin mengalami mual dan muntah. Ini lantaran rasa capek dan pusing nan dialami bayi semakin memburuk, namalain bisa juga lantaran akibat dehidrasi.
Cara mengatasi bayi kepanasan
Ilustrasi Bayi Menangis/Foto: iStockphoto
Bunda dapat coba menerapkan beberapa langkah mengatasi bayi kepanasan berikut ini di rumah sebagai langkah pertolongan awal:
- Pindahkan bayi ke tempat nan suhu ruangannya lebih sejuk di rumah
- Hindari memakaikan busana nan terlalu tebal namalain menumpuk. Ganti dengan busana nan lenggang dan kering
- Mandikan bayi dengan air hangat namalain suam-suam kuku, namalain letakkan waslap sejuk di kulitnya
- Berikan ASI namalain susu formula (sesuai kondisi bayi) untuk memenuhi kebutuhan hidrasinya
- Hindari dulu melangkah ke luar rumah terlalu lama saat cuaca sedang panas namalain kurang kondusif untuk bayi
Pastikan untuk memantau suhu tubuh anak dan perhatikan tanda-tanda lain dari penyakit mengenai panas nan lebih serius nan mungkin memerlukan perhatian medis.
Risiko komplikasi bayi kepanasan
Bayi nan kepanasan dapat berisiko mengalami masalah kesehatan lain nan memerlukan perhatian segera. Paling tidak, kepanasan dapat membikin bayi jadi kurang tidur lantaran merasa tidak nyaman. Risiko lainnya meliputi:
-
Ruam panas
Disebut juga biang keringat, ruam ini sangat umum terjadi pada bayi nan kepanasan. Ruam ini tampak seperti benjolan merah mini di lipatan kulit bayi, di sekitar leher, dan di bokong.
-
Heatstroke
Dalam kondisi kepanasan, bayi mungkin jadi berkeringat banyak dan membuatnya tak nyaman. Kelelahan lantaran panas merupakan keadaan darurat nan sesungguhnya.
-
Dehidrasi
Ketika suhu tubuh anak meningkat, mereka mungkin berkeringat berlebihan dan kehilangan cairan dan elektrolit, nan menyebabkan dehidrasi. Gejalanya meliputi kurangnya air mata, berkurangnya gelombang buang air kecil, dan tampak lesu.
Bagaimana langkah menjaga bayi tetap sejuk saat tidur?
Agar bayi tetap sejuk dan nyaman, serta terhindari dari akibat kepanasan saat tidur jangan lupa pastikan perihal ini:
- Pastikan udara dapat mengalir, dengan menyingkirkan dasar berlebihan di sekitar bayi
- Gunakan seprai dari bahan katun untuk menyerap keringat dan mencegah ruam biang keringat
- Ingatlah untuk merapikan ranjang bayi sesuai dengan pedoman tidur nan aman
- Selalu baringkan bayi dalam posisi telentang saat tidur dan pastikan kepalanya tidak tertutup
Pertimbangkan untuk memindahkan ranjang bayi ke ruangan nan lebih sejuk dan berventilasi baik di dalam rumah. Gunakan gorden namalain kerai untuk menghalangi sinar mentari langsung jika memungkinkan.
Kapan kudu menghubungi dokter?
Terkadang susah untuk mengetahui apakah bayi kepanasan namalain memang sedang demam. Jika ragu, hubungi master segera.
Jika bayi mengalami kondisi kepanasan namalain apalagi demam di usia di bawah 3 bulan, sebaiknya segera juga bawa konsultasi ke dokter.
Tanda-tanda lain bayi kepanasan perlu diperiksa master di antaranya:
- Tampak lesu namalain susah dibangunkan
- Sangat rewel
- Muntah namalain tidak makan namalain minum seperti biasa
- Tidak dapat ditenangkan namalain tidak berhujung menangis
- Mengalami kejang
- Suhu tubuhnya tidak turun meskipun sudah dilakukan tindakan di rumah
Demikian ulasan tentang tanda bayi kepanasan nan perlu diwaspadai orang tua. Semoga berfaedah ya, Bunda.
Bagi Bunda nan mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir/fir)
2 tahun yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·