7 Resep minuman hangat jahe gula merah yang bikin badan langsung nyaman

Sedang Trending 2 hari yang lalu
7 Resep minuman hangat jahe gula merah nan bikin badan langsung nyaman

resep minuman hangat jahe gula merah | foto ilustrasi: Gemini AI

Siapa nan tidak merindukan minuman hangat saat hujan turun alias badan mulai terasa pegal-pegal? Minuman berbahan jahe dan gula merah sudah lama menjadi jagoan banyak family Indonesia — bukan sekadar lantaran rasanya nan nikmat, tapi juga lantaran manfaatnya nan nyata dirasakan tubuh.

Perpaduan antara rasa pedas alami jahe dan manis legit gula merah menghasilkan minuman tradisional nan sudah mengakar kuat dalam budaya kuliner Nusantara. Jahe sendiri dikenal luas sebagai rempah nan membantu meredakan masuk angin, memperkuat imunitas, dan melancarkan sirkulasi darah. Sementara itu, gula merah menawarkan rasa manis nan lebih alami dan indeks glikemik lebih rendah dibandingkan gula putih biasa — menjadikannya pilihan pemanis nan lebih ramah bagi tubuh.

Yang menarik, dua bahan sederhana ini bisa disulap menjadi beragam sajian — dari wedang klasik, bandrek rempah, sekoteng, hingga kopi jahe nan kekinian. Berikut tujuh resep pilihan nan bisa langsung dicoba di dapur rumah.

1. Wedang Jahe Gula Merah Original

Wedang jahe gula merah adalah titik awal dari semua jenis minuman jahe nan ada. Resepnya paling sederhana, tapi efeknya paling langsung terasa — badan hangat, perut nyaman, kepala jadi lebih segar.

Bahan-Bahan

- 500 gram jahe, bakar hingga layu lampau memarkan
- 200 gram gula merah, sisir
- 2 liter air bersih
- 2 lembar daun pandan, ikat simpul
- ¼ sendok teh garam
- 2 batang serai, memarkan (opsional)

Cara Membuat

1. Didihkan air dalam panci.
2. Kecilkan api, masukkan jahe, serai, daun pandan, dan garam.
3. Biarkan sebentar, lampau masukkan gula merah nan sudah disisir.
4. Aduk perlahan hingga gula larut sempurna dan air berubah warna kekuningan.
5. Angkat, saring ampasnya, sajikan selagi hangat.

Manfaat

Menghangatkan tubuh, meningkatkan daya tahan tubuh, dan membantu meredakan indikasi flu serta masuk angin.

Tips: Membakar jahe sebelum direbus bukan sekadar tradisi — proses ini membantu mengeluarkan senyawa aktif gingerol lebih maksimal dan menghasilkan aroma nan lebih kaya.

2. Wedang Jahe Sereh Gula Merah

Kalau wedang original terasa kurang kompleks, tambahan sereh adalah jawabannya. Aroma segar sereh membikin minuman ini terasa lebih ringan di tenggorokan dan memberikan dimensi rasa nan berbeda.

Bahan-Bahan

- 1 ruas jahe segar
- 2 batang serai
- 60 gram gula merah
- Sejumput garam
- 400 ml air

Cara Membuat

1. Kupas dan cuci jahe, lampau parut alias memarkan.
2. Cuci batang serai, geprek bagian putihnya.
3. Panaskan air, masukkan semua bahan — jahe, serai, gula merah, dan garam.
4. Masak hingga mendidih dan gula larut.
5. Matikan api, diamkan 2–3 menit, saring, dan sajikan hangat.

Manfaat

Sereh dikenal membantu meredakan ketidaknyamanan saat PMS seperti kembung dan kram. Kombinasinya dengan jahe juga kaya antioksidan nan melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.

Tips: Sereh nan digeprek lebih dulu bakal melepaskan minyak esensial lebih baik dibandingkan sekadar dimasukkan utuh.

3. Bandrek Jahe Gula Merah

Bandrek adalah minuman rempah unik Jawa Barat nan sudah dikenal turun-temurun. Kombinasi jahe, cengkeh, kayu manis, dan daun pandan menciptakan profil rasa nan lebih dalam dan hangat — cocok dinikmati malam hari alias saat cuaca sedang tidak bersahabat.

Bahan-Bahan

- 500 ml air
- 80 gram jahe, bakar sejenak lampau memarkan
- 75 gram gula merah, sisir halus
- 4 butir cengkeh
- 1 batang kayu manis
- 2 lembar daun pandan, ikat simpul
- Garam secukupnya

Cara Membuat

1. Bakar jahe sebentar, kupas, lampau memarkan.
2. Masukkan semua bahan ke dalam panci berisi air.
3. Rebus dengan api mini hingga mendidih dan aroma rempah mulai menguar keluar.
4. Saring dan sajikan hangat dalam gelas alias cangkir.

Manfaat

Membantu melancarkan sirkulasi darah, meningkatkan aliran darah ke seluruh tubuh, dan meredakan masuk angin.

Tips: Gunakan kayu manis batang asli, bukan serbuk — hasilnya jauh lebih wangi dan tidak membikin kuah jadi keruh.

4. Kopi Jahe Gula Merah

Ini perpaduan nan mungkin terdengar tidak biasa, tapi sekali mencoba, banyak nan langsung ketagihan. Rasa pahit kopi berjumpa pedas jahe dan manis legit gula merah — unik, menghangatkan, dan bikin melek.

Bahan-Bahan

- 1 ruas jahe segar, memarkan
- 1 sendok makan kopi bubuk
- 1 gelas air panas
- Gula merah secukupnya, sesuai selera

Cara Membuat

1. Rebus air berbareng jahe nan sudah dimemarkan selama 5–10 menit hingga aromanya keluar.
2. Tambahkan kopi serbuk ke dalam rebusan, kombinasi rata.
3. Saring ke dalam gelas.
4. Tambahkan gula merah sesuai selera, sajikan hangat.

Manfaat

Membantu menghangatkan tubuh sekaligus meningkatkan energi. Jahe dalam kopi juga berpotensi membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil berkah kandungan gingerol-nya.

Tips: Gunakan kopi arabika untuk rasa nan lebih lembut, alias robusta jika mau sensasi pahit nan lebih kuat. Hindari menambahkan gula merah terlalu banyak — biarkan rasa pahit kopi tetap terasa.

5. Wedang Ronde Jahe Gula Merah

Wedang ronde bukan sekadar minuman — ini adalah pengalaman. Bola-bola ketan kenyal berisi kacang tanah nan berenang dalam kuah jahe gula merah nan wangi membikin sajian ini terasa lebih spesial dan mengenyangkan.

Bahan Kuah Jahe

- 100 gram jahe
- 100 gram gula merah
- 1 liter air
- 1 batang serai
- 1 lembar daun pandan

Bahan Ronde

- 220 gram tepung ketan
- 25 gram tepung tapioka
- ½ sendok teh garam
- 200 ml air
- Pewarna makanan merah dan hijau (opsional)

Bahan Isian Ronde

- 130 gram kacang tanah, sangrai dan kupas
- 40 gram gula pasir
- 3 sendok makan air matang

Cara Membuat

Langkah 1 — Membuat isian ronde:
Haluskan kacang tanah sangrai berbareng gula pasir dan air menggunakan chopper alias ulekan. Bentuk menjadi bola-bola kecil, sisihkan.

Langkah 2 — Membuat kulit ronde:
Campurkan tepung ketan, tepung tapioka, dan garam. Tuang air sedikit demi sedikit sembari diuleni hingga adukan kalis dan tidak lengket. Bagi adonan, beri pewarna jika diinginkan. Pipihkan, isi dengan bola kacang, bulatkan kembali.

Langkah 3 — Merebus ronde:
Didihkan air dalam panci. Masukkan bola-bola ronde, masak hingga mengapung ke permukaan. Angkat dan tiriskan.

Langkah 4 — Membuat kuah jahe:
Rebus semua bahan kuah bersama-sama hingga mendidih dan beraroma harum. Saring.

Langkah 5 — Penyajian:
Tata ronde dalam mangkuk, siram dengan kuah jahe panas. Bisa ditambahkan topping seperti kolang-kaling alias roti tawar sesuai selera.

Manfaat

Menghangatkan badan, menyegarkan, dan membantu meringankan sakit kepala serta memberikan pengaruh rileks dari uap rempah nan mengepul.

6. Sekoteng Jahe Gula Merah

Sekoteng adalah kerabat kandung wedang ronde nan juga berasal dari tradisi kuliner Jawa Tengah. Bedanya, sekoteng lebih beragam isinya — ada kacang hijau, sagu mutiara, kolang-kaling, dan roti tawar, semuanya disiram kuah jahe nan harum.

Bahan Kuah Jahe

- 1.000 ml air
- 100 gram jahe, bakar dan memarkan
- 50 gram gula merah
- 75 gram gula pasir (opsional, sesuai selera)

Bahan Isian

- 25 gram sagu mutiara
- 75 gram kacang hijau, rebus hingga empuk
- 100 gram kolang-kaling, iris tipis lampau rebus
- 2 lembar roti tawar, pangkas kotak
- 75 gram kacang tanah kupas, sangrai
- Susu kental manis putih (opsional)

Cara Membuat

1. Rebus sagu mutiara hingga cerah dan kenyal. Angkat, tiriskan, bilas dengan air mengalir.
2. Rebus semua bahan kuah jahe dengan api sedang hingga mendidih, kecilkan api dan biarkan 20 menit hingga aroma rempah keluar sempurna.
3. Tata sagu mutiara, kacang hijau, kolang-kaling, dan roti tawar dalam mangkuk alias gelas besar.
4. Siram dengan kuah jahe panas, tambahkan susu kental manis dan taburkan kacang tanah sangrai di atasnya.

Manfaat

Menghangatkan tubuh sekaligus mengenyangkan. Kacang hijau dalam sekoteng juga berkontribusi pada kesehatan pencernaan berkah kandungan seratnya nan cukup tinggi.

Tips: Untuk sekoteng nan lebih creamy, tambahkan sedikit santan encer ke dalam kuah — ini ragam terkenal di beberapa wilayah di Jawa Tengah.

7. Teh Jahe Gula Merah

Dari semua resep dalam daftar ini, teh jahe gula merah adalah nan paling sigap dan paling mudah dibuat. Tidak butuh banyak bahan, tidak butuh waktu lama — cocok untuk pagi hari nan terburu-buru alias sore saat tiba-tiba mau sesuatu nan hangat.

Bahan-Bahan

- 1–2 ruas jahe (bisa jahe emprit alias jahe merah), memarkan alias iris tipis
- 1–2 gelas air
- Gula merah secukupnya

Cara Membuat

1. Cuci bersih jahe, kupas kulitnya, lampau memarkan alias iris tipis.
2. Rebus jahe dalam air selama 10–20 menit hingga warna air berubah dan aroma wangi keluar.
3. Tuang ke dalam cangkir, tambahkan gula merah sesuai selera.
4. Saring dan nikmati selagi hangat.

Manfaat

Meredakan mual dan masalah pencernaan, mengurangi peradangan, serta memperkuat sistem kekebalan tubuh secara alami.

Tips: Jahe merah (Zingiber officinale var. rubrum) mengandung kadar gingerol dan shogaol nan lebih tinggi dibandingkan jahe biasa — pilihan bagus jika tujuannya untuk faedah kesehatan nan lebih optimal.

FAQ

1. Bolehkah minum wedang jahe gula merah setiap hari?

Secara umum kondusif dikonsumsi setiap hari dalam jumlah wajar — sekitar 1–2 gelas. Namun bagi nan mempunyai kondisi maag, refluks asam, alias sedang mengonsumsi obat pengencer darah, sebaiknya konsultasikan dulu dengan master lantaran jahe dalam dosis tinggi bisa memperparah kondisi tersebut.

2. Apa perbedaan jahe emprit, jahe merah, dan jahe gajah untuk minuman hangat?

Jahe emprit paling umum digunakan untuk minuman lantaran aromanya sedang dan tidak terlalu menyengat. Jahe merah mempunyai kandungan aktif paling tinggi — lebih pedas dan lebih "panas" di tubuh, cocok untuk tujuan kesehatan. Jahe gajah ukurannya besar tapi kandungan aktifnya lebih rendah, rasanya lebih ringan.

3. Apakah gula merah bisa diganti dengan gula kelapa alias gula aren?

Bisa, dan apalagi gula aren sering dianggap lebih berbobot lantaran aromanya lebih kaya. Keduanya mempunyai indeks glikemik lebih rendah dibandingkan gula pasir putih, jadi secara nutrisi setara baiknya. Perbedaan utamanya hanya pada intensitas rasa dan warna kuah nan dihasilkan.

4. Mengapa jahe perlu dibakar alias dipanggang sebelum direbus?

Proses pembakaran membantu memecah serat jahe sehingga senyawa aktif — terutama gingerol dan shogaol — lebih mudah larut ke dalam air rebusan. Hasilnya, minuman jadi lebih kaya rasa dan manfaatnya lebih optimal. Selain itu, proses ini menghasilkan aroma smoky nan unik pada wedang dan bandrek tradisional.

5. Apakah minuman jahe gula merah kondusif untuk ibu hamil?

Jahe dalam jumlah mini (kurang dari 1 gram per hari) umumnya dianggap kondusif selama kehamilan dan bisa membantu mengatasi mual di trimester pertama. Namun konsumsi berlebihan perlu dihindari, terutama mendekati persalinan. Selalu konsultasikan dengan tenaga medis sebelum mengonsumsi herbal apapun selama kehamilan.

(brl/tin)

Selengkapnya
Sumber Info Kuliner briliofood
Info Kuliner briliofood