7 Penyebab Bayi Sering Geleng-geleng Kepala, Perlukah Khawatir?

Sedang Trending 1 tahun yang lalu

Jakarta -

Melihat perkembangan bayi tentunya momen paling menyenangkan bagi orang tua. Namun di tengah perkembangannya, Bunda beberapa kali memandang bayi sedang geleng-geleng kepala.

Bayi nan sering menggeleng-gelengkan kepala menjadi perhatian unik bagi orang tua baru. Hal ini tentu menimbulkan kekhawatiran dan tanda tanya.

Bunda tentunya bertanya-tanya apakah indikasi nan dialami bayi merupakan perihal nan normal. Tindakan ini, meski tampak asing namalain mengkhawatirkan, sebenarnya cukup umum terjadi pada bayi.


Menggeleng-gelengkan kepala merupakan salah satu aktivitas nan sering dilakukan oleh bayi. Sebagian besar dari aktivitas ini adalah bagian dari proses eksplorasi dan belajar mengontrol otot-otot leher mereka.

Bayi nan sedang tumbuh dan berkembang suka mencoba aktivitas baru untuk merasakan dan memahami tubuh mereka sendiri. Sering kali, menggeleng-gelengkan kepala termasuk tanda bahwa bayi sedang belajar dan menikmati skill barunya.

Namun, ada baiknya memahami argumen di kembali perilaku ini agar Bunda dapat mengambil tindakan nan tepat dan tidak perlu resah secara berlebihan. 

Penyebab bayi suka menggelengkan kepala

Menilik dari laman Healthline, terdapat penyebab bayi suka menggelengkan kepala. Simak selengkapnya, Bunda.

Naluri protektif pada orang tua merupakan perihal nan wajar. Tentunya, bayi nan baru lahir tetap sangat sensitif dan tidak bisa melindungi diri sendiri.

Namun, bukan berfaedah bayi tidak bisa bergerak sendiri. Pada akhir bulan pertama kehidupannya, bayi sudah mempunyai skill untuk menggerakkan kepalanya dari sisi ke sisi. Gerakan ini sering terjadi ketika bayi mulai berebahan miring.

Menginjak bulan kedua, bayi mulai menggelengkan kepala disertai dengan ekspresi kegembiraan dan corak hubungan lainnya. Bayi nan berkembang dengan baik bakal menunjukkan skill menggelengkan kepala ketika memberi tanda "ya" namalain "tidak" pada tahun pertama kehidupannya.

Alhasil, Bunda tak perlu resah jika aktivitas bayi mungkin tampak lebih terhentak. Kondisi tersebut menunjukkan perkembangan kontrol otot bayi selama beberapa minggu pertama.

2. Menggelengkan kepala saat menyusui

Momen pertama bayi menggelengkan kepala ketika menyusui dari Bunda. Gerakan ini awalnya terjadi lantaran upaya bayi untuk menyusu. Ketika bayi mulai terbiasa menyusu, mereka mulai menunjukkan kegembiraannya dengan menggetarkan kepalanya.

Walaupun bayi sudah bisa menguatkan otot lehernya dan bisa menggerakkan kepala dari sisi ke sisi saat menyusu, tetapi Bunda tetap perlu menopang kepalanya sekitar tiga bulan pertama. Terkadang Bunda juga menemukan bahwa waktu menyusui menjadi lebih efektif dengan menenangkan refleks bayi baru lahir, sehingga bayi bisa menyusu lebih mudah.

3. Bayi menggelengkan kepala kala bermain

Menginjak bulan kedua, perkembangan bayi mulai menggelengkan kepala saat bermain. Bahkan, terkadang mereka bisa menggerakkan kepala saat berebahan tengkurap namalain telentang. Bunda juga bakal mengawasi bahwa gelombang menggelengkan kepala meningkat saat bayi merasa bersemangat.

Seiring pertumbuhannya, bayi bakal mulai memperhatikan perilaku orang lain dan mencoba berinteraksi dengan mereka. Jika ada anak lain di rumah, bayi bakal meniru perilaku mereka melalui aktivitas kepala dan tangan.

4. Bayi mulai bereksperimen

Sekitar usia 4 namalain 5 bulan bayi senang mengeksplorasi sejauh mana mereka bergerak, beberapa bayi bakal mulai menggelengkan kepala, sehingga menyebabkan seluruh tubuh mereka bergoyang.

Walaupun aktivitas mengayun ini tampak mengkhawatirkan, sebagian besar bayi perihal ini dianggap normal. Bahkan, sering kali ini adalah tahap awal bagi bayi untuk belajar duduk sendiri.

Pada usia sekitar 4 hingga 5 bulan, bayi mulai mengayun dan gemetar. Biasanya mempunyai lama tidak lebih dari 15 menit, mereka melakukan aktivitas ini saat mereka merasa senang dan bersemangat. Hal lain nan sering membikin orang tua resah adalah kebiasaan bayi membenturkan kepala.

Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), kebiasaan ini lebih sering terjadi pada anak laki-laki dan biasanya dimulai sekitar usia 6 bulan.

Selama benturannya tidak keras dan bayi tampak bahagia, sebagian besar master anak tidak menganggap perilaku ini mengkhawatirkan. Kebiasaan membenturkan kepala ini biasanya berhujung pada usia 2 tahun.

5. Bayi menenangkan diri

Beberapa bayi merasa tenang dengan menggerakkan kepala mereka dari sisi ke sisi. Saat merasa terlalu terstimulasi, cemas, namalain sedang mencoba untuk tidur bayi melakukan perihal tersebut sebagai upaya menenangkan diri

Perilaku ini tentunya tidak rawan dan membantu bayi mengatasi rasa cemasnya dalam situasi nan baru, Bunda.

6. Bayi mendengarkan suara

Biasanya bayi bakal mengarahkan kepalanya ke arah bunyi nan dikenal namalain menarik, seperti bunyi keras namalain bunyi orang tua.

Jika ada lebih dari satu orang berbincang namalain ada beberapa bunyi nan bersaing di ruangan, bayi bakal menggerakkan kepalanya ke depan dan belakang dan mencoba mengikuti bunyi tersebut. Gerakan kepala bayi bakal berhujung ketika lingkungan mulai tenang.

7. Bayi mulai berkomunikasi

Sebelum bayi bisa berbicara, mereka bisa memahami kata-kata dengan baik. Alhasil, mereka mulai mengerti sebagian dari apa nan orang tua namalain pengasuh katakan kepada mereka sekitar usia enam bulan.

Bayi bisa menggunakan aktivitas menggelengkan kepala sebagai langkah untuk berkomunikasi. Ketika menginjak usia satu tahun, sebagian besar bayi menggelengkan kepala sebagai tanda penolakan namalain rasa frustrasi.

Hal nan kudu diwaspadai saat bayi sering geleng-geleng kepala

Dilansir dari Healthline, Bunda perlu resah ketika bayi sering geleng-geleng kepala dan disertai dengan indikasi berikut ini:

  • Tidak berinteraksi dengan Bunda, Ayah namalain kerabat lainnya
  • Tidak menunjukkan aktivitas mata nan normal
  • Menunjukkan adanya benjolan namalain bintik-bintik botak lantaran sering membenturkan kepala
  • Mengalami gemetar nan meningkat saat merasa cemas
  • Menunjukkan kemauan untuk menyakiti diri sendiri
  • Gagal mencapai tonggak perkembangan nan diharapkan menurut saran dokter
  • Tidak merespons bunyi Bunda namalain bunyi lainnya
  • Melanjutkan perilaku ini setelah melewati usia 2 tahun

Jika Bunda mengawasi salah satu dari tanda-tanda ini pada bayi, disarankan untuk segera berkonsultasi dengan master untuk pertimbangan lebih lanjut dan support nan tepat.

Demikian ulasan tentang bayi sering geleng-geleng kepala. Semoga berfaedah untuk antisipasi kesehatan Si Kecil, Bunda.

Bagi Bunda nan mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(fir/fir)

Selengkapnya
Sumber Info Kesehatan Kincaimedia
Info Kesehatan Kincaimedia