6 Penyebab dan Cara Menghilangkan Benjolan di Payudara

Sedang Trending 2 tahun yang lalu

Jakarta -

Payudara menjadi bagian tubuh nan sangat krusial bagi setiap perempuan, khususnya di usia produktif lantaran tetek mendukung proses menyusui. Maka dari itu, krusial sekali untuk menjaga kesehatan tetek dan memperhatikan jika terdapat masalah pada payudara.

Salah satu masalah kesehatan nan cukup umum di tetek adalah munculnya benjolan. Bagi setiap Bunda, kemunculan benjolan ini tentunya sangat mengganggu dan memunculkan kekhawatiran terhadap kemungkinan penyakit serius.

Namun, sebenarnya benjolan tetek tak selamanya mengindikasikan masalah kesehatan serius. Oleh lantaran itu, yuk ketahui penyebab dan langkah menghilangkan benjolan di payudara. Simak tulisan ini sampai tuntas untuk mengetahuinya ya, Bunda.


Penyebab benjolan di payudara

Benjolan di tetek sering kali menimbulkan kekhawatiran bagi banyak perempuan. Meskipun tidak semua benjolan menunjukkan adanya kanker, krusial untuk memahami beragam penyebab nan mungkin menyebabkan munculnya benjolan di payudara. Berikut adalah beberapa penyebab umum benjolan di payudara, dikutip dari laman resmi Web MD.

1. Perubahan fibrokistik

Perubahan fibrokistik merupakan kondisi nan sangat umum dan sering dialami oleh perempuan. Kondisi ini ditandai oleh terbentuknya kantung mini berisi cairan serta jaringan fibrosa nan kenyal.

Perubahan ini bisa menyebabkan benjolan namalain penebalan di tetek nan terasa nyeri terutama menjelang menstruasi. Perubahan fibrokistik tidak berbudi pekerti kanker, tetapi bisa menyebabkan ketidaknyamanan nan cukup mengganggu.

2. Kista payudara

Kista tetek adalah kantung berisi cairan nan dapat terbentuk ketika cairan terperangkap di saluran susu. Kista tetek umum terjadi pada wanita nan belum mengalami menopause dan Bunda nan aktif menyusui.

"Saluran ASI tersumbat biasanya terasa seperti benjolan di payudara, dan bisa terasa nyeri," kata konsultan laktasi Rebecca Costello, dilansir dari Romper.

Kista ini dapat bervariasi dalam ukuran dan bisa terasa seperti benjolan lunak namalain keras, tergantung pada isinya. Kista biasanya tidak berbahaya, tetapi jika menimbulkan nyeri namalain ketidaknyamanan. Tak perlu resah lantaran terdapat tindakan untuk mengeluarkan cairan di dalamnya.

3. Fibroadenoma

Fibroadenoma adalah jenis benjolan jinak nan paling umum ditemukan pada wanita muda, terutama pada mereka nan berumur 20 hingga 30 tahun, Bunda. Benjolan ini biasanya tidak terasa sakit, bergerak saat disentuh, dan mempunyai pemisah nan jelas.

Meskipun fibroadenoma bukan kanker, krusial untuk melakukan pemeriksaan rutin seperti ultrasonografi dan pemeriksaan klinis untuk memantau perkembangan benjolan ini.

4. Tumor phyllodes

Tumor phyllodes adalah tumor nan berkembang di jaringan ikat payudara. Meskipun sebagian besar tumor phyllodes berbudi pekerti jinak, ada beberapa nan bisa menjadi galak namalain kanker.

Tumor ini biasanya tumbuh dengan sigap dan dapat menyebabkan perubahan corak payudara. Pengangkatan melalui pembedahan sering kali diperlukan untuk mencegah penyebaran lebih lanjut.

5. Infeksi payudara

Infeksi pada jaringan tetek nan dikenal sebagai mastitis, dapat menyebabkan area jaringan mengeras dan meradang. Kondisi ini biasanya disertai dengan rasa nyeri, kemerahan, dan pembengkakan. 

Pada kasus nan lebih parah, bisul tetek namalain benjolan padat nan terisi nanah akibat jangkitan dapat terbentuk. Pengobatan dengan antibiotik namalain tindakan pembedahan mungkin diperlukan untuk mengatasi jangkitan ini.

6. Kanker payudara

Salah satu penyebab paling serius dari benjolan di tetek adalah kanker payudara. Tumor galak ini berkembang di jaringan tetek dan bisa terasa seperti benjolan keras nan tidak nyeri.

Kanker tetek dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya jika tidak segera ditangani. Oleh lantaran itu, penemuan awal melalui pemeriksaan rutin dan mammografi sangat krusial untuk meningkatkan kesempatan pengobatan nan berhasil.

Cara menghilangkan benjolan di payudara

Cara menghilangkan benjolan di tetek tentunya berjuntai pada penyebab terjadinya benjolan. Namun, secara umum terdapat beberapa langkah nan bisa Bunda coba untuk menghilangkan benjolan. Berikut beberapa caranya dilansir dari Cleveland Clinic.

  • Melakukan pemeriksaan mandiri 

Benjolan di tetek bisa disebabkan oleh beragam aspek seperti fibroadenoma, kista, mastitis, lipoma, dan kanker payudara. Melakukan pemeriksaan tetek secara rutin sangat krusial untuk mendeteksi perubahan sejak dini. Pemeriksaan ini meliputi observasi visual di depan cermin, serta palpasi tetek dengan aktivitas memutar untuk mendeteksi adanya benjolan namalain perubahan lain.

  • Konsultasi ke dokter

Jika menemukan benjolan, segera konsultasikan dengan dokter. Biasanya master bakal melakukan mammogram, ultrasonografi, namalain biopsi untuk pemeriksaan lebih lanjut. 

  • Diobati sesuai penyebab

Pengobatan benjolan di tetek tergantung pada penyebabnya. Misalnya, fibroadenoma mungkin memerlukan operasi jika ukurannya besar namalain menyebabkan ketidaknyamanan.

Sementara kista bisa dikeringkan melalui aspirasi jarum halus, dan mastitis biasanya diobati dengan antibiotik. Pada kasus kanker payudara, pengobatan bisa meliputi pembedahan, kemoterapi, radioterapi, dan terapi hormon tergantung pada stadium dan jenis kanker.

  • Perawatan berdikari di rumah

Selain pengobatan medis, beberapa langkah perawatan di rumah seperti kompres hangat, menggunakan bra nan nyaman, menghindari kafein, dan menjaga pola makan sehat bisa membantu mengurangi ketidaknyamanan.

Namun, jika menemukan benjolan nan keras dan tidak bergerak saat ditekan, perubahan corak namalain ukuran payudara, kulit tetek berubah seperti kulit jeruk, keluarnya cairan dari puting selain ASI, namalain nyeri nan tidak lenyap setelah menstruasi, segera hubungi master untuk mendapatkan support medis nan tepat.

Munculnya benjolan di tetek tidak selalu menandakan adanya masalah kesehatan nan serius. Namun, memahami beragam penyebab benjolan di tetek dapat membantu dalam mengidentifikasi kondisi nan mendasarinya dan membikin Bunda mendapatkan perawatan nan tepat. 

Jika Bundamenemukan benjolan di payudara, segera konsultasikan dengan tenaga medis untuk pertimbangan dan pemeriksaan lebih lanjut, ya. Semoga info ini bermanfaat.

Bagi Bunda nan mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Selengkapnya
Sumber Info Kesehatan Kincaimedia
Info Kesehatan Kincaimedia
↑