Jakarta -
Menggendong bayi menjadi salah satu aktivitas nan mempunyai banyak manfaat, termasuk untuk perkembangan fisik, psikologis, dan neurologisnya. Tahukah Bunda bahwa ada langkah menggendong bayi pakai jarik dengan posisi gendongan M shape?
Dikutip dari National Childbirth Trust UK, posisi menggendong M shape merupakan salah satu posisi nan dianjurkan untuk kesehatan bayi. Ini lantaran dalam posisi ini, bayi menghadap penggendong dan pahanya dibentangkan di sekitar tubuh pemakainya.
Posisi pinggul bayi juga ditekuk, sehingga lututnya sedikit lebih tinggi dari bokongnya. Posisi ini berfaedah setidaknya selama 6 bulan pertama usia bayi. Selain untuk perkembangan pinggul, juga berfaedah untuk meningkatkan bonding dengan penggendong.

Posisi gendongan M shape untuk bayi
Posisi M shape mirip seperti posisi bayi saat tetap berada dalam kandungan. Lutut dan pinggul bayi tertekuk ke arah tubuhnya.
Saat baru lahir, biasanya bayi belum bisa meluruskan tubuhnya secara otomatis. Umumnya mereka bakal mempertahankan postur posisi ini hingga beberapa saat, namalain setidaknya sampai persendiannya dapat diluruskan.
Nah, pengaturan posisi dengan gendongan M shape pun menjadi salah posisi menggendong nan paling nyaman bagi bayi.
Manfaat penggunaan gendongan M shape
Jika dilakukan dengan tepat, menggendong bayi dengan posisi M shape dapat memberikan beragam manfaat. Berikut rangkumannya seperti dilansir beragam sumber:
1. Melindungi Si Kecil
Menggendong dengan posisi corak M membikin posisi bayi seperti 'menempel' dengan Bunda. Ini membikin Bunda bisa lebih ekstra dalam melindungi Si Kecil dari tangan orang nan mau menyentuhnya, lho.
Dalam beberapa penelitian, bayi nan sering dipegang tangan orang lain lebih berisiko tinggi mengalami keluhan demam dan flu akibat kuman dan kuman.
2. Membantu menenangkan bayi
Penelitian nan dilakukan oleh Potential Therapeutic Benefits of Babywearing menemukan bahwa bayi nan digendong dalam posisi M shape kemudian disuntik, maka potensi menangisnya berkurang hingga 65 persen. Posisi gendongan M shape juga membikin tidur bayi lebih nyenyak.
3. Meningkatkan perkembangan kognitif dan sosial
Bayi nan berada dalam posisi M shape secara keseluruhan bakal lebih terlibat dalam kehidupan sehari-hari Bunda. Hal ini bakal memungkinkan bayi untuk belajar lebih banyak dan berinteraksi dengan lingkungan di sekitarnya.
Cara menggendong bayi dengan jarik hingga gendongan M shape
Perlu dipahami bahwa posisi gendongan M shape kudu dilakukan dengan tepat. Karena jika tidak justru berisiko membikin Si Kecil tidak nyaman dan membahayakan tulangnya.
Menurut babywearing consultant Birth Im with U, Bintaro, Bunda Golda, teknik menggendong bayi dengan jarik dalam posisi gendongan M shape bisa dilakukan setelah bayi berumur 3 bulan.
Penggunaan kain jarik untuk menggendong bayi disebutkan Bunda Golda lebih mudah didapat dan terjangkau. Selain itu, jarik juga berbentuk kain, sehingga bisa menopang bayi sesuai ukurannya.
Kain jarik nan biasa digunakan Bunda Golda untuk menggendong bayi dalam posisi M shape mempunyai ukuran panjang 2,5 meter dan lebar 1 meter dengan bahan katun.
Bagaimana tahapan langkah menggendong bayi dengan jarik hingga gendongan M shape? Berikut ulasannya:
1. Gunakan bahu nan lebih nyaman
"Kita ambil bagian tengah-tengah kain, silam bikin kain berkumpul secara rapi. Setelah itu, taruh di bahu nan familiar, silam pastikan kain depan dan belakang tidak terputar di bagian bahu," ungkap Bunda Golda kepada HaiBunda, beberapa waktu lalu.
2. Membentuk simpul pada kain jarik
Setelah kain diletakkan di bahu, kumpulkan kain dari belakang dan dari depan, silam dibuat simpul.
"Lalu kita geser ke depan dan ukur, kira-kira jika kita gendong bayi kepalanya di mana dan bokongnya di mana. Kalau sudah, ikat simpul lagi jadi simpul meninggal agar nggak geser," imbuhnya.
Jika simpul meninggal sudah jadi, putar ke arah belakang dan kain jarik pun sudah berbentuk seperti sling.
3. Tahan kepala dan leher bayi
Maria Golda/Foto: Tim HaiBunda/Atma
Bunda Golda berpesan bahwa sebenarnya teknik gendong ini lebih ditujukan untuk bayi di atas 3 bulan namalain nan lehernya sudah kuat menopang kepalanya sendiri.
"Jadi kita bisa gendong, pertama tahan dulu belakang kepalanya, silam kita angkat ke bahu kita nan kosong," tutur Bunda Golda.
4. Masukkan kaki bayi ke gendongan secara perlahan
Setelah posisi tubuh bayi sudah sesuai dengan kain gendongan, masukkan kedua kakinya. Taruh kainnya di lipatan dengkul bayi, silam tangan Bunda bergantian pegang kepalanya.
Secara perlahan, turunkan bayi ke arah tengah badan Bunda. Nantinya posisi lututnya menekuk seperti jongkok dan terbuka.
Berikutnya, ambil tepi atas kain dan tarik kira-kira sampai punggung atas bayi. Pastikan sisa kain ada di lipatan dengkul bayi.
"Lalu tepi atas kain nan lenggang kita kumpulkan ke dekat kain nan ada di bahu. Jadi lenggang inilah nan kita masukkan ke bagian dalam, silam kita lipat ke arah bahu dan disebar ke arah bahu," pesan Bunda Golda.
Tujuan pengaturan posisi ini adalah agar tepi atas punggung bayi lebih erat.
5. Atur kembali posisi akhir menggendong
Terakhir, bagian lipatan dengkul bayi dapat Bunda naikkan ke arah pusar bayi agar lebih nyaman. Pastikan posisi kain sudah pas dan menutupi seluruh punggung bayi. Mulai dari tulang belikat, punggung, bokong, paha sampai lipatan lututnya.
Nantinya jika Bunda mau mengeluarkan bayi dari gendongan, langkah paling mudah adalah kain jarik dilonggarkan dari bawah sembari menahan pinggul Si Kecil.
Demikian ulasan tentang langkah menggunakan jarik untuk menggendong posisi M shape. Posisi ini sebenarnya bisa diterapkan pada bayi baru lahir hingga bayi nan sudah mulai bisa melangkah sendiri.
Misalnya dengan menggunakan gendongan unik seperti soft structured carrier (SSC) namalain gendongan unik M shape. Bisa juga dengan kain jarik seperti dijelaskan di atas ya, Bunda.
Meski banyak nan resah dengan metode ini, menggendong dengan posisi M shape merupakan langkah menggendong nan kondusif dan mempunyai banyak manfaat.
Bagi Bunda nan mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir/fir)
1 tahun yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·