Jakarta -
Memiliki kawan tidak hanya sekadar menyenangkan, tetapi juga krusial bagi tumbuh kembang anak. Melalui berteman, anak belajar tentang langkah berkomunikasi dan empati. Bagaimana langkah mengajarkan anak berkawan di sekolah?
"Berteman sangat krusial untuk membantu anak-anak meningkatkan komunikasi, berbagi, empati, pemecahan masalah, dan kreativitas. Teman membantu anak-anak belajar berbaur dengan orang lain dan berinteraksi dengan dunia," ungkap psikolog anak, Rachelle Theise, PsyD, dikutip dari Parents.
Meskipun beberapa anak secara alami bisa lebih sigap bersosialisasi, rasa malu dapat menjadi penghalang bagi anak-anak lainnya dalam memulai pertemanannya. Dalam perihal ini, orang tua pun bisa mengambil peran.

Cara mengajarkan anak untuk berteman
Lalu apa saja hal-hal nan dapat orang tua bantu lakukan sebagai langkah mengajarkan anak untuk berkawan di sekolah? Berikut ulasannya seperti dikutip beragam sumber:
1. Amati dan pahami langkah anak bersosialisasi
Setiap anak mempunyai komunikasi dan langkah bersosialisasinya masing-masing, nan perlu dipahami terlebih dulu oleh orang tua. Hadiri beberapa aktivitas di sekolah namalain luangkan waktu lebih saat menjemput anak, perhatikan dengan jeli gimana anak berinteraksi.
Apakah mereka berperilaku berbeda dari norma mereka di rumah? Jika ya, mengapa?
Anak mungkin mengalami kesulitan memulai percakapan. Mereka mungkin merasa resah dalam golongan besar namalain takut berbincang di depan umum dan perihal itu membikin mereka tidak dapat terlibat secara berfaedah dengan anak-anak lain.
Tergantung pada perilaku nan muncul, Bunda kemudian dapat memutuskan di mana kudu memfokuskan perhatian, skill apa nan perlu dikembangkan, dan gimana dapat berkontribusi untuk membantu anak berkawan di sekolah.
2. Berlatih menyapa
Ajarkan anak untuk menyapa seseorang nan baru dikenal dan tanyakan namanya. Atau sarankan aktivitas nan dapat dimainkan anak dengan kawan di sekolahnya.
"Berlatih dan melatih skill sosial di lingkungan nan kondusif bakal mendukung anak dengan mengajarkannya praktik skill sosial nan sesuai dengan usianya," ungkap psikolog dan mahir tumbuh kembang anak, Gail Gross, PhD.
Anak juga dapat latihan teknik menyapa dengan personil family dan teman-teman di sekitar rumah, hingga dia merasa lebih nyaman dengan norma-norma saat berjumpa dengan kawan baru di sekolah.
3. Jadi role model soal berteman
Bunda dapat membantu anak-anak mengembangkan skill sosial-emosional melalui dorongan dan contoh nyata.
Diam-diam anak selalu memperhatikan setiap aktivitas orang tua untuk mendapatkan petunjuk tentang langkah bertindak dalam kehidupan sehari-hari, baik di dalam maupun di luar rumah. Salah satunya langkah bersosialisasi dan berteman.
Dengan mengingat perihal itu, krusial untuk mencontohkan perilaku persahabatan nan baik tersebut di sekitar anak.
4. Bermain peran di rumah
Dikutip dari Cleveland Clinic, jika anak pra-remaja namalain remaja tampak kesulitan untuk memulai percakapan saat makan siang namalain selama waktu senggang di sekolah, cobalah ajak duduk berdampingan berlatih di rumah.
Diskusikan topik apa nan menarik bagi mereka nan mungkin dia bicarakan dengan anak-anak lain. Uji beragam pilihan hingga dia menemukan sesuatu nan cocok untuknya.
5. Mempelajari skill berteman
Menurut Harvard Health Publishing, menjalin dan mempertahankan pertemanan melibatkan skill nan paling baik dipelajari di rumah berdampingan keluarga. Beberapa di antaranya meliputi empati, saling bertanya dengan personil keluarga, skill komunikasi, kerja sama dan mengetahui kapan dan gimana meminta maaf.
Demikian ulasan tentang beragam langkah mengajarkan anak berkawan di sekolah. Jika kondisi ini terus terjadi berlarut-larut, cobalah untuk mendiskusikan kondisi anak dengan tenaga mahir seperti psikolog namalain master tumbuh kembang anak.
Meskipun Bunda sebaiknya tidak terlalu sering mengambil alih proses berkawan untuk mereka, ada beberapa perihal nan dapat dilakukan untuk membantu anak agar lebih mudah berteman. Termasuk bermain peran dengan anak dan bicarakan tentang apa nan membikin mereka menjadi kawan nan baik.
Kesulitan berkawan nan ekstrem dan bersambung dalam waktu lama, sebaiknya segera dibicarakan dengan dokter. Beberapa orang tua mungkin memerlukan support mahir ya, Bunda.
Bagi Bunda nan mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir/fir)
1 tahun yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·