2 Kandungan pada Produk Sunscreen yang Bisa Bahayakan Kehamilan, Hindari ya Bumil

Sedang Trending 1 tahun yang lalu

Jakarta -

Ibu mengandung perlu memilih sunscreen nan kondusif agar dapat melindungi kulit serta menjaga kesehatan janin. Ada dua kandungan pada produk sunscreen nan ibu mengandung kudu hindari lantaran dapat membahayakan janin.

Tabir surya namalain sunscreen merupakan produk perawatan nan krusial digunakan selama kehamilan. Selama kehamilan, kulit Bunda mungkin menjadi lebih sensitif terhadap sinar matahari. Namun, ibu mengandung juga perlu memperhatikan kandungan di dalamnya. Pastikan sunscreen nan Bunda pilih kondusif untuk janin.

Bahaya fenol dan paraben pada sunscreen untuk ibu hamil

Menurut peneliti, fenol dan paraben digunakan sebagai penyaring UV dalam sunscreen dan untuk mencegah pertumbuhan jamur dan kuman rawan dalam riasan dan kosmetik. Sekitar 80% produk perawatan pribadi menggunakan paraben. 


Dilansir dari Healthday, sebuah penelitian memperingatkan bahwa bahan kimia nan umum ditemukan dalam tabir surya, tata rias, dan produk perawatan pribadi lainnya dapat membahayakan kehamilan.

Peneliti melaporkan dalam jurnal Environmental Health Perspectives bahwa fenol dan paraben dalam produk-produk ini meningkatkan akibat tekanan hipertensi pada ibu mengandung hingga 57 persen, khususnya pada usia kehamilan 24 hingga 28 minggu,

"Kami menemukan bahan kimia dalam sabun, losion, tata rias, tabir surya, dan produk perawatan pribadi lainnya serta produk konsumen [yang] meningkatkan akibat hipertensi" di antara sekelompok studi wanita mengandung di Puerto Rico, kata peneliti utama studi Julia Varshavsky, nan juga merupakan asisten pembimbing besar pengetahuan kesehatan di Northeastern University di Boston

Peneliti menjelaskan hubungan fenol dan paraben dengan hipertensi selama kehamilan sangat meresahkan. Tekanan hipertensi selama kehamilan mengurangi aliran darah ke plasenta, sehingga janin mungkin kekurangan oksigen dan nutrisi. Akibatnya, janin mungkin menderita pertumbuhan terbatas, berat badan lahir rendah, dan kelahiran prematur.

Hal ini juga rawan bagi ibu hamil, meningkatkan akibat komplikasi seperti preeklamsia dan stroke. Setelah kehamilan, baik ibu maupun anaknya juga mempunyai kemungkinan lebih besar mempunyai tekanan darah tinggi, diabetes, serta penyakit jantung.

"Mencermati bahan kimia dalam produk perawatan pribadi sangat krusial bagi ibu mengandung khususnya lantaran wanita pada umumnya menggunakan setidaknya 12 produk perawatan pribadi sehari," kata Varshavsky. 

Untuk penelitian ini, para peneliti melacak kesehatan lebih dari 1.000 wanita mengandung di Puerto Rico bagian utara. Tes urine menunjukkan kadar 12 fenol dan paraben untuk setiap ibu hamil, nan tekanan darahnya diuji di awal dan akhir kehamilan.

"Secara keseluruhan, kami menemukan bahwa paparan fenol dan paraben selama kehamilan dikaitkan dengan perbedaan tekanan darah ibu dan, lebih jauh, bahwa paparan bahan kimia ini, baik secara terpisah maupun bersama-sama, meningkatkan akibat hipertensi selama kehamilan, terutama di akhir kehamilan," para peneliti menyimpulkan dalam penelitian tersebut.

Risiko paparan fenol dan paraben pada ibu hamil

Ada beberapa argumen kenapa bahan kimia tersebut dapat meningkatkan tekanan darah pada ibu hamil.

Peneliti mencatat, fenol dan paraben diketahui dapat meningkatkan peradangan dan stres oksidatif pada manusia, nan telah dikaitkan dengan tekanan darah tinggi.

Zat kimia tersebut juga diketahui mengganggu hormon pada manusia, dan hormon ini juga berdomisili dalam mengatur tekanan darah.

Varshavsky menyarankan agar ibu mengandung namalain apalagi saat tidak mengandung untuk mempertimbangkan mengurangi penggunaan produk tertentu.

"Pendekatan nan saya ambil dalam kehidupan pribadi saya adalah mencoba mengurangi paparan jika memungkinkan, jadi ... saat saya hamil, saya memang mencoba membatasi jumlah produk nan saya gunakan lebih dari nan seharusnya," katanya. "Saya pasti bakal menyarankan untuk mencoba konsentrasi pada produk bebas pewangi dan produk nan telah diidentifikasi namalain diberi label bebas paraben, misalnya, nan merupakan sesuatu nan sedang terjadi."

Varshavsky juga mencatat perihal baik tentang fenol dan paraben adalah bahwa unsur kimia ini mempunyai waktu paruh biologis nan pendek, nan berfaedah manusia memetabolismenya dengan relatif cepat.

"Jadi, jika kita mengurangi paparan, kadarnya dalam tubuh kita bakal turun cukup cepat," ujarnya.

Peneliti senior studi Stephanie Eick juga setuju. Ia adalah asisten pembimbing besar di Sekolah Kesehatan Masyarakat Rollins Universitas Emory di Atlanta.

"Temuan kami menunjukkan bahwa FDA dan EPA perlu melakukan pekerjaan nan lebih baik dalam melindungi kesehatan masyarakat dari paparan bahan kimia rawan selama kehamilan," katanya dalam rilis buletin Northeastern.

Menurutnya, ilmuwan, advokat, dan regulator perlu bekerja sama untuk meningkatkan pelabelan produk dan tanggung jawab industri untuk memastikan keamanan bahan kimia sebelum dipasarkan.

"Kita juga memerlukan penemuan industri untuk mengidentifikasi pengganti nan lebih kondusif dan solusi hulu untuk masalah ini," kata Eick menambahkan.

Bagi Bunda nan mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Selengkapnya
Sumber Info Kesehatan Kincaimedia
Info Kesehatan Kincaimedia